Tridarma perguruan tinggi: pendidikan/ pengajaran, pengabdian dan penelitian

Showing posts with label Pengabdian. Show all posts
Showing posts with label Pengabdian. Show all posts

Saturday, June 17, 2023

Kopi Organik Air Hitam dan Way Tenong Lampung Barat

  Wilayah Kabupaten Lampung Barat memiliki luas 2.141,57 Kmatau 6,05% dari Luas Wilayah Provinsi Lampung, dengan mata pencaharian pokok sebagian besar penduduknya sebagai petani.   Kabupaten Lampung Barat terdapat gununggunung dan bukit,  Berdasarkan curah hujan dari Lembaga Meteorologi dan Geofisika, curah hujan Lampung Barat berkisar antara 2.500  3.000 milimeter setahun. Kabupaten Lampung Barat memiliki luas areal perkebunan 65.211,8 Ha dengan jumlah komoditas yang dikembangkan sebanyak 16 komoditas, yaitu: kopi robusta, kopi arabica, kakao, lada, aren, cengkeh, kayu manis, kelapa dalam, kelapa hibrida, kelapa sawit, kemiri, pinang, karet, vanili, nilam, dan tembakau. Dari 16 komoditas tersebut terdapat tiga komoditas unggulan yaitu kopi robusta, lada dan kakao.  Secara nasional, komoditas kopi, lada dan kakao juga merupakan komoditas unggulan nasional yang peningkatan produksinya akan lebih diprioritaskan untuk tujuan penerimaan devisa/ekspor, pemenuhan kebutuhan bahan baku industri dalam negeri dan substitusi impor.  Kopi merupakan komoditas utama dan pemasok terbesar produk kopi di Provinsi Lampung baik untuk ekspor maupun untuk bahan baku produksi dalam negeri sehingga Lampung Barat merupakan etalase kopi Provinsi Lampung bahkan nasional.

Seiring dengan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)   visi pembangunan perkebunan adalah “Kebun Produktif, Produk Berdaya Saing, Petani Sejahtera”. Kebun Produktif Dalam pengertian mempunyai hasil sesuai standar teknis dengan perlakuan yang sesuai syarat tumbuh tanam. Produk Berdaya Saing Terwujudnya peningkatan mutu, nilai tambah dan keunggulan produk perkebunan di pasar nasional dan internasional. Petani Sejahtera Mempunyai pengertian  petani pekebun dapat mengandalkan usaha taninya sebagai sumber kehidupan yang dapat mensejahterakan keluarga.


Salah satu daerah yang tempat budidaya kopi dan hasil perkebunan adalah Kecamatan Air Hitam dan Way Tenong. Kedua kecamatan ini terkenal dengan kopi organiknya kerna masih banyak petani yang tidak menggunakan zat-zat kimia. Pengabdian IBDM tahun 2017 dan 2018 dijalin oleh tim pengabdi dari Univeristas Muhammadiyah Metro yang diadakan di desa Srimenanti  Kecamatan Air Hitam.    Pemilihan Desa Srimenanti  karena desa ini memiliki potensi untuk perkebunan dan memiliki potensi untuk pengembangan produk hasil perkebunan guna untuk  meningkatan kapasitas dan ekonomi masyarakat, selain itu juga masyarakatnya terbuka untuk menerima pembaharuan dalam segi teknologi yang ramah lingkungan.


Kopi Organik adalah   kopi yang produksi  tidak menggunakan zat-zat kimia seperti pestisida, herbisida dan pupuk kimia.  Pengembangan budidaya perkebunan seperti kopi organik, pisang dan produk perkebunan lainnya di desa Srimenanti  memiliki peluang yang prospektif, kondisi geografis, dan kultur masyarakat yang terbuka dan ramah yang mendukung untuk pengembangan usaha budidaya tersebut. Adapun usaha budidaya perkebunan tersebut yang dilakukan di Srimenanti mayoritas dilaksanakan oleh petani skala kecil dengan menggunakan teknologi sederhana yaitu memanfaatkan lahan kebun dan sedikit sekali memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan.  Dalam pemanfaatan tersebut  hasil yang didapatkan belum maksimal.  Peningkatan pendapatan petani khususnya pembudidaya kopi tampaknya belum mampu meningkatkan kesejahteraan. Hal tersebut disebabkan karena petani kopi hanya sekedar menjual produksinya ke para distributor.   Diperlukan upaya strategis dari seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan pendapatan petani kopi yang ada dan cukup berkembang di Lampung.


Hasil dari perkebunan terutama kopi dalam bentuk biji kopi /green bean  di Air Hitam dan Way tenong biasanya langsung dipasarkan di masyarakat melalui penadah/distributor untuk di jual ke pabrik di Bandar lampung.   Selain produk perkebunan, produk sayuran termasuk komoditas  yang mudah rusak, susut, dan cepat busuk, oleh karena itu, seusai panen memerlukan penanganan pasca panen, salah satunya dengan pengolahan. sebab dengan menjadi produk olahan akan diperoleh banyak keuntungan. Sehingga perlu pengembangan dan  promosi lebih lanjut perlu dilanjutkan sehingga makin banyak masyarakat dunia tau tentang produk organik di daerah ini. 


Peningkatan pendapatan petani khususnya pembudidaya kopi tampaknya belum mampu meningkatkan kesejahteraan. Hal tersebut disebabkan karena petani kopi hanya sekedar menjual produksinya ke para distributor.   Diperlukan upaya strategis dari seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan pendapatan petani kopi yang ada dan cukup berkembang di Lampung. Prospek komoditas perkebunan sangat besar, diolah menjadi makanan kaleng seperti bubuk kopi organik,  Dalam era globalisasi ini, peluang pasar dunia semakin terbuka lebar untuk semua komoditas. Komoditi perkebunan cukup besar peluang untuk memasuki pasar dunia baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk produk kaleng. Sebab dengan menjadi produk olahan akan diperoleh banyak keuntungan. Sehingga perlu pengembangan dan  promosi lebih lanjut perlu dilanjutkan sehingga makin banyak masyarakat dunia. Masih rendahnya pemasaran secara online sehingga perlu gebrakan dalam mendongkrak penjualan yang tinggi.


Peningkatan pendapatan petani khususnya pembudidaya kopi tampaknya belum mampu meningkatkan kesejahteraan. Hal tersebut disebabkan karena petani kopi hanya sekedar menjual produksinya ke para distributor.   Diperlukan upaya strategis dari seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan pendapatan petani kopi yang ada dan cukup berkembang di Lampung. Prospek komoditas perkebunan sangat besar, diolah menjadi makanan kaleng seperti bubuk kopi organik,  Dalam era globalisasi ini, peluang pasar dunia semakin terbuka lebar untuk semua komoditas. Komoditi perkebunan cukup besar peluang untuk memasuki pasar dunia baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk produk kaleng. Sebab dengan menjadi produk olahan akan diperoleh banyak keuntungan. Sehingga perlu pengembangan dan  promosi lebih lanjut perlu dilanjutkan sehingga makin banyak masyarakat dunia. Masih rendahnya pemasaran secara online sehingga perlu gebrakan dalam mendongkrak penjualan yang tinggi.


 Proses-proses pengolahan kopi organik  yang telah dikembangkan melalui beberapa tahapan

1. Dipanen dari Buah Kopi Merah/Masak batang dari perkebunan kopi yang tidak menggunakan pestisida dan pupuk kimia.

2. Biji Kopi Tersebut dijemur dibawah Terik Matahari (FULL SUN DRYING) Hingga Kadar Air Tersisa 20% Sampai Dengan 25%.

4. Pemisahan Dari kulit Biji Kopi Dengan Cara Tumbuk Manual/tradisonal Dengan Lesung atau menggunakan mesin tumbuk (untuk menjadi Greenbean / Beras / Pasir Kopi siap goreng).

5. Sortir beras biji kopi organik kering yang terbaik yaitu biji kopi yang masih utuh dan bersih.

6. Penjemuran kembali beras/ biji kopi organik  dibawah terik matahari (full sun drying) hingga kadar air tersisa 10% sampai dengan 13%.

7. Pencucian Sampai Bersih.

8. Penjemuran Kembali Hingga Kadar Air Tersisa 10% Sampai Dengan 13% Kembali awal.

9. Penggorengan/pengsangraian dengan cara manual/tradisional dengan kayu bakar juga dengan penggorengan tradisional panci besi. Atau dengan cara di-oven.

10. Untuk warna yang produk terdiri dari hitam (CITY ROAST), cokelat kehitaman, dan kecoklatan. Warna tersebut tergantung dari lamanya penggorengan. Pada umumnya penikmat kopi pada masyarakat Indonesia dan Asia lebih menyukai jenis kopi yang dimasak hingga hitam (CITY ROAST). Sedangkan untuk beberapa negara asia seperti Korea, Jepang, Taiwan mereka menyukai cokelat kehitaman. Sedangkan untuk kawasan Eropa lebih menyukai warna kecoklatan.

11. Pembubukan, dengan menggunakan alat penggilingan yang bisa membuat benar-benar halus.

12. Selanjutnya setelah proses tersebut bubuk setelah didinginkan lalu dikemas sesuai dengan takaran pemesanan konsumen, Menggunakan Packing yang sterill untuk menjaga agar bubuk kopi tetap fresh sampai berbulan-bulan bahkan sampai setahun.


Keuntungan mengkonsumsi kopi

Sebuah penelitian terhadap 90.000 orang Jepang oleh National Cancer Center di Tokyo menemukan bahwa orang yang minum satu hingga empat cangkir kopi setiap hari memiliki setengah risiko kanker hati dari mereka yang tidak pernah minum kopi. Para peneliti tidak yakin mengapa, tetapi mereka berspekulasi bahwa antioksidan dapat berperan. 


Sebuah studi oleh para peneliti di Harvard School of Public Health yang mengikuti lebih dari 125.000 pria dan wanita selama lebih dari satu dekade menemukan bahwa peminum kopi reguler memiliki risiko yang secara signifikan lebih rendah terkena diabetes tipe 2 (atau onset lambat). Studi di Swedia dan Finlandia juga menyimpulkan bahwa konsumsi kopi menawarkan perlindungan dari diabetes tipe 2. Sekali lagi, para peneliti tidak yakin mengapa.


Setengah lusin penelitian internasional baru-baru ini menunjukkan hubungan positif antara minum minuman berkafein - termasuk kopi - dan tingkat yang lebih rendah dari penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer. 


Penelitian lain mengaitkan konsumsi kopi dengan berkurangnya risiko sirosis hati, kanker usus besar dan asma. Secangkir atau dua kopi dapat meningkatkan daya tahan dalam kegiatan seperti berlari, bersepeda dan berenang, menurut penelitian lain. Kopi memiliki efek ergogenik yang kuat, artinya kopi membantu orang bekerja lebih keras dan lebih lama, jelas Lawrence Spriet, seorang ahli fisiologi olahraga di Universitas Guelph yang telah meneliti efek kafein terhadap kinerja atletik selama lebih dari satu dekade. "Bahkan sejumlah kecil kafein bisa sangat kuat," katanya.


Menurut Harvard Women's Health, konsumsi beberapa cangkir kopi sehari dapat mengurangi risiko diabetestipe 2, pembentukan batu ginjal, kanker usus besar, penyakit Parkinson, kerusakan hati (sirosis), penyakit jantung dan mencegah penurunan daya kognitif otak.


• Diabetes. Dua puluh studi yang dilakukan di seluruh dunia menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 50%. Para peneliti menduga penyebabnya adalah asam klorogenat dalam kopi berperan memperlambat penyerapan gula dalam pencernaan. Asam klorogenik juga merangsang pembentukan GLP-1, bahan kimia yang meningkatkan insulin (hormon yang mengatur penyerapan gula ke dalam sel). Zat lain dalam kopi yaitu trigonelin (pro-vitamin B3) juga dianggap membantu memperlambat penyerapan glukosa. 

• Kanker. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko kanker hati, kanker payudara, dan kanker usus besar. • Sirosis. Kopi melindungi hati dari sirosis, terutama sirosis karena alkoholisme. 

• Penyakit Parkinson. Peminum kopi memiliki setengah risiko penyakit Parkinson lebih rendah daripada mereka yang tidak minum kopi. 

• Penyakit jantung dan stroke. Konsumsi kopi tidak meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Sebaliknya, kopi justru sedikit mengurangi risiko stroke. Sebuah studi terhadap lebih dari 83.000 wanita berusia di atas 24 tahun menunjukkan mereka yang minum dua hingga tiga cangkir kopi sehari memiliki risiko stroke 19% lebih rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsi kopi maksimum. Studi pada sejumlah pria di Finlandia menunjukkan hasil yang sama. 

• Fungsi kognitif. Sebuah studi terhadap 4197 wanita dan 2820 pria di Perancis menunjukkan bahwa minum setidaknya tiga cangkir kopi sehari dapat mencegah penurunan fungsi kognitif otak karena penuaan hingga 33 persen pada wanita. Namun, manfaat serupa tidak ditemukan pada pria. Ini mungkin karena wanita lebih sensitif terhadap kafein.


Efek Negatif Kopi Namun, kopi juga memiliki efek negatif. Kafein sebagai kandungan utama kopi adalah stimulan yang membuat ketagihan. Kafeine mempengaruhi sistem kardiovaskular seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah. Dampak negatif yang muncul saat Anda konsumsi berlebihan. Bagi kebanyakan orang, minum dua hingga tiga cangkir kopi tidak memberikan dampak negatif. Minum kopi dengan frekuensi lebih dari itu dapat menyebabkan jantung berdebar, susah tidur, sakit kepala dan gangguan lainnya. Karena itu, bagi mereka yang mengonsumsi kopi yang tidak mengantuk, misalnya karena kurang tidur, disarankan agar konsumsinya menyebar sepanjang hari. Penelitian tentang hubungan konsumsi kopi dengan keguguran tidak memberikan kesimpulan yang seragam. Namun, demi keselamatan ibu hamil disarankan untuk tidak minum lebih dari satu cangkir kopi sehari.


Sejarah Kopi di Indonesia

Kopi pertama kali ditanam di Indonesia sejak abad 1696 dari jenis Arabika. Kopi pertama kali ditanam di pulau Jawa. Sejak itu, kopi arabika tumbuh dan mulai ditanam di daerah lain seperti Sumatra, Bali dan Sulawesi. Perkembangan tanaman kopi arabika mulai surut dengan diseaseterserangnya karat daun (Hemileia vastatrix) sejak 1876; yang bertahan hidup hanya di dataran tinggi (1000 m dpl) di mana penyakitnya tidak begitu kuat.


Sebagai alternatif, kopi jenis robusta diimpor pada tahun 1875. Rupanya jenis ini mampu bertahan terhadap penyakit karat daun. Oleh karena itu, kopi robusta mulai menggantikan spesies thearabica, terutama di daerah dengan ketinggian di bawah 1.000 m dpl dan mulai menyebar di seluruh wilayah baik di Jawa, Sumatra, dan di Indonesia timur. Sejak Pemerintah Indonesia menarik keluar dari Hindia Belanda, perkebunan terus tumbuh dan berkembang, sementara perkebunan swasta hanya bertahan di Jawa Tengah, Jawa Timur dan beberapa bagian Sumatera, dan perkebunan negara (PTPN) hanya tinggal di Jawa Timur dan Jawa Tengah .

untuk pemesana kopi organik lampung barat dapat menghubungi akun berikut 

Email: sinaunung@gmail.com

Facebook : Sinau_nung Coffee

 twitter : Sinaunung coffee,

instagram : Sinau_nung.Coffee  

youtube  : sinaunung coffee.


Berikut ini vidoe proses pembuatan kopi bubuk organik yang  ada di Air Hitam dan Way Tenong Lampung Barat :

Thursday, July 11, 2019

Serah Terima mahasiswa PLP 2 Terpadu 2019 FKIP UM Metro di Desa Purwosari Metro Utara

Acara serah terima mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Terpadu 2019 FKIP UM Metro yang dilaksanakan di balai desa kelurahan Purwosari kecamatan Metro Utara pada tanggal 11 Juli 2019 yang langsung dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Agil Lepiyanto, M.Pd., Rasuane Noor, M.Sc., dan Kuswono, M.Pd. selain itu juga dihadiri kepala kelurahan Purwosari bapak Sugiyana dan ketua karang taruna ksatria kelurahan Purwosari.

Susunan acara yang dimulai dengan Pembukaan bersama dengan lapal basmallah selanjutnya 
Pembacaan ayat suci Alqur'an oleh salah satu mahasiswa peserta PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) 2 Terpadu 2019 : Arif Munawir. Setelah itu selanjutnya menyanyikan bersama Lagu Indonesia Raya.

Kemudian acara diisi sambutan - sambutan yang mulai sambutan dari ketua karang taruna kelurahan Purwosari kecamatan Metro Utara.
Yang disampai saudara Zaki Yahya. 
Ketua taruna Azwar Anas tidak dapat hadir yang diwakilkan oleh Zaki. Beliau menyampaikan: "Ucapan terima kasih atas kepercayaan UM Metro untuk memilih kelurahan Purwosari sebagai tempai kegiatan PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) 2 Terpadu 2019 FKIP UM Metro yang diadakan di Masyarakat." 

Sambutan ke dua dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Agil Lepiyanto, M.Pd. : "mahasiswa sudah dibekali di kampus melalui pembekalan PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) 2 Terpadu 2019 FKIP UM Metro pada tanggal 5 Juli 2019, sehingga mahasiswa siap terjun untuk ke masyarakat dan siap diberdayakan di Purwosari
Terutama dalam kegiatan yang sudah dirintis oleh karang taruna dan masyarakat Purwosari yaitu pasar Papringan"

"Kegiatan PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) 2 Terpadu 2019 FKIP UM Metro di kelurahan Purwosari dari hari ini hingga tanggal 5 Agustus 2019, kepada mahasiswa harus sudah siap terjun lapangan dan jangan menjadi mahasiswa kampungan, dalam artian setiap kegiatan dikit-dikit pulang kampung, sehingga di kegiatannya banyak absen." 

"Kami selaku DPL memohon maaf jika sikap atau tindak tanduk mahasiswa yang kurang berkenan dan kedepannya mohon untuk ditegor atau dibina bagaimana menjadi lebih baik lagi" 

Selanjutnya sambutan dari kepala kelurahan bapak Sugiyana : 
Beliau menyampaikan "rintisahan pasar papringan di kelurahan Purwosari yang digaungkan karang taruna ksatria Purwosari, yang mana pada saat bulan ramadan lalu menjadi tempat pasar takjil di kelurahan Purwosari. Daerah yang di tumbuhi pohon bambu / bahasa jawanya pring tumbuh di sepanjang jalan sekitar 1,5 km dan ada jalan lain 2 km yang kiri kanan diapit pohon bambu/papringan"

"Adik adik karang taruna menggagas pasar papringan untuk dibuat sebuah pasar yang bahan dasarnya dari bambu / papringan misalnya kursi dan kerajinan yang lain"

Pak lurah juga sangat Berterima kasih sekali atas kehadiran mahasiswa dalam kerjasama untuk merencana mewujutkan pasar papringan di kelurahan Purwosari.
Selain itu juga pak Lurah menyampaikan bahwa di kelurahan Purwosari terdapat paguyupan yang kegiatannya setiap malam ronda. Sudah mendapatkan penghargaan dari Kepolisian Kota Metro untuk paguyuban tersebut. Terdapat perguyupan rt /tw setiap 2 bulan sekali mengadakan pertemuan. 

"Di kelurahan Purwoasri terdapat 4 pondok pesantren yaitu Almuhsin, darul quran, ma'arif dan .. mahasiswa dapat berkolaborasi dengan para santri yang ada di kelurahan Purwosari " lanjut dari sambutan pak Lurah Sugiyana.

Kemudian pak lurah menyampaikan "Di depan kelurahan terdapat pasar pagi, sehingga ada potensi untuk para pedagang ikut bergabung, setiap tahun sekali pada bulan puasa terdapat pasar takjil yang tidak kalah rame dengan yang diadakan di Lapangan Samber". "Masih banyak kegiatan-kegiatan di masyarakat Purwosari misalnya di masjid-masjid sehingga mahasiswa dapat bekerjasama dalam mengembangan ilmu di masyarakat". 

Kemudian setelah sambutan diadakan acara serah terima mahasiswa PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) 2 Terpadu 2019 FKIP UM Metro sebanyak 60 orang oleh DPL dan kepala kelurahan Purwosari kecamatan Metro Utara.

Selanjutnya foto bersama dan kunjungan ke lokasi tempat rintisan pasar papringan Purwosari Metro Utara.







Sunday, June 30, 2019

Pembagian SK dan penyegaran DPL / Supervisor PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) II Terpadu FKIP dan FAI Universitas Muhammadiyah Metro

Pembagian SK dan penyegaran DPL / Supervisor PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) II Terpadu FKIP dan FAI Universitas Muhammadiyah Metro 

Acara Pembagian SK dan penyegaran DPL / Supervisor PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) II Terpadu FKIP dan FAI dilaksanakan pada hari senin tanggal 1 juli 2019 di ruang 1.6 gedung E kampus Universitas Muhammadiyah Metro. 

Pada acara Pembagian SK dan penyegaran DPL / Supervisor PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) II Terpadu dipandu oleh pembawa acara Ade Gunawan, M.Pd. acara di mulai dengan pembukaan selanjutnya pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ikrar Nusabakti. Selanjutnya acara di buka dan resmikan oleh dekan FKIP. Bapak Drs. PARTONO M.Pd. 
Selanjutkan penyampaian penyegaran oleh bapak Agil Lepiyanto, M.Pd. dan Nego Linuhung, M.Pd.

PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) II terpadu ini adalah yang pertama kali dilaksanakan setelah perubahan kurikulum di FKIP UM metro, sebelumnya PPLT (Program Praktek Lapangan Terpadu). Pengenalan Lapangan Persekolahan II (PLP) merupakan tahapan kedua dalam pengenalan persekolahan Program Sarjana Pendidikan yang dilaksanakan semester 7. 

Pengenalan Lapangan Persekolahan II (PLP) dilaksanakan di masyarakat dengan dua kegiatan utama yaitu kegiatan berorentasi di sekolah dan di masyarakat. Kegiatan di masyarakat untuk membantu permasalahan-permasalahan serta untuk mengembangkan potensi yang ada di masyarakat. 

Tujuan Pengenalan Lapangan Persekolahan II (PLP) terpadu: setelah mengikuti kegiatan PLP II terpadu para mahasiswa diharapkan memantapkan kompetensi akademik kependidikanvdan bidang studi yang disertai dengan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui kegiatan: 
1. Di sekolah
A. Menelaan kurikulum dan perangkat pembelajaran yang digunakan guru.
B. Menelaah strategi pembelajaran yang digunakan guru.
C. Menelaah sistem evaluasi yang digunakan giru. 
D. Membantu guru dalam mengembangkan RPP, media pembelajaran, bahan ajar, dan perangkat evaluasi. 
E. Menelaah pemanfaatan teknologi informasi dan kimunikasi dalam pembelajaran.
F. Latihan mengajar dwngan bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing, dwngan tujuan merasakan langsung proses pembelajaran, serta pemantapan jati diri calon pendidik.
G. Melaksanakan tugas-tugas pendampingan peserta didik dan kegiatan ekatrakurikuler

2. Di Masyarakat.
Melaksanakan kegiatan untuk mengatasi permasalahan dan mengembangkan potensi yang ada di Lingkungan masyarakat.

Kegiatan di sekolah
Pendampingan Ekstrakulikuler 
1. Observasi
2. Penyusunan rencana tindak lanjut hasil observasi.
3. Pelaksanaan program pendampingan 
4. Laporan program

Pendampingan Kurikuler 
1. Workshop perangkat Pembelajaran 
2. Pengembangan perangkat pembelajaran 
3. Latihan mengajar 
4. RPP, bahan ajar: LKPD, modul, handout, media pembelajaran, perangkat evaluasi.

PLP 2 berbeda dengan PPL terpadu yaitu sebelumnya PPLT yang biasanya mahasiswa praktek mengajar di kelas. Tetapi PLP2 mahasiswa lebih ke kegiatan yang disebutkan diatas.

Untuk Informasi Time Scedule / jadwal Program PLP II Terpadu silahkan download DISINI 
materi pembekalan Program PLP II Terpadu silahkan download DISINI
 untuk informasi lebih lengkap dapat dapat dikunjungi akun UPT PPL  FKIP UM Metro KLIK SINI 

Wednesday, February 27, 2019

Praktek Pembuatan Pupuk Organik berbahan Kulit Kopi dengan starter Bakteri Dari Limbah Cair Nanas


Kegiatan selama dua hari di Dusun Datar Mayan desa Srimenanti Kacamatan Air Hitam Kabupaten Lampung Barat. Tepatnya pada hari rabu - kamis /23-24 mei 2017. Kegiatan yang bertempat di rumah ketua Kelompok tani (Gapoktan), bapak Sugiono.


Kegiatan hari pertama yaitu koordinasi dan persiapan kepada kelompok tani untuk hari pembuatan pupuk organik berbahan dasar limbah kulit kopi. Pada hari kedua praktek pembuatan pupuk organik.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 20 petani kopi di dusun Datar Mayan yang tergabung dalam kelompok tani (Gapoktan) Karya Maju Dusun Datar Mayan desa Srimenanti Kacamatan Air Hitam. 

Pada saat praktek pembuatan pupuk organik limbah kopi dengan stater Limba cair Nanas (LCN) para peserta begitu semangat dalam mempersiapkan dan membuat pupuknya. Bahkan Pak Agus dan team Pengabdian terjun langsung membaur dengan warga petani. 

Kegiatan yang dibuka dan dipandu oleh bapak Dr. Agus Sutanto, M.Si, bersama tim kerja Dr. Achyani, M.Si., Selaku ketua pengabdi, dan anggota yang lain : Rasuane Noor, M.Sc., Fanny Theresia, M.Pd., Eva Faliyanti, M.Pd, serta dibantu mahasiswa pasca sarjana UM Metro, : Bagas Rasyid Sidiq dan Purwadi. Dimulai dengan pembukaan dan penyampaian cara-cara pembuatan pupuk organik dan tentang LCN sendiri. selanjutnya diisi dengan praktek pembuatan pupuk.

Kegiatan berlangsung sampai siang, menggunakan sekitar 1000 kg kulit kopi, dicampur sekitar 200 kg kotoran kambing dan 200kg daun daunan. Ketiga bahan tersebut dicampur merata selanjutnya ditambahkan cairan Stater Limbah Cair Nanas yang telah diencerkan menjadi 1:10 dengan air, selanjutnya menghasilkan sekitar 60 karung pupuk organik ukuran 50kg yang selanjutnya difermentasi selama kurang lebih 3-6 minggu.

Kegiatan praktek ini ditutup dengan makan siang bersama. Setelah kegiatan itu selanjutnya pememplotan lahan yang bakan menjadi tempat aplikasi pupuk organik yang telah dibuat tersebut.


Friday, January 29, 2016

Sosialisasi Program Penanaman Tanaman Anti Nyamuk (Bioinsektisida) Kepada Masyarakat Kota Metro Di Daerah Yang Terkena Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

Usaha menekan populasi nyamuk vektor DBD (Demam Berdarah Dengue) menggunakan pestisida kimia seringkali menimbulkan kebalnya nyamuk (resisten) dan dampak residu terhadap lingkungan. Hal ini mendorong adanya alternatif penanaman tanaman antinyamuk yang tidak mencemari lingkungan, mudah terurai, selektif dan aman bagi manusia. Ada beberapa spesies tanaman yang dapat dijadikan tanaman antinyamuk. terdapat beberapa jenis tumbuhan yang tidak disukai oleh nyamuk diantaranya : zodia, geranium, sarai, tahi kotok, lavender, tembelekan, kayu putih, jeruk dan lain-lainnya. Cara penempatan tanaman antinyamuk bisa diletakkan di sudut ruangan dalam rumah, Untuk penempatan di luar rumah diletakkan dekat pintu, jendela atau lubang udara, sehingga aroma tanaman terbawa angin masuk ke dalam rumah. 

Hasil penelitian sebelumnya yaitu inventarisasi tanaman yang berpotensi menjadi bioinsektisida nyamuk di kota Metro, selanjutnya dikembangan untuk disosialisasi di masyarakat yang bekerja sama dengan Bapedda kota Metro. kegiatan yang telah selesai dilaksanakan di wilayah Kota Metro dengan mengambil sebagai contoh satu kelurahan di Metro Selatan pada bulan desember 2014 lalu.

Adapun berikut ini adalah penelitian-penelitan yang telah dilakukan menggunakan tanaman antinyamuk ssilahkan dikunjungi linknya ; 


POTENSI EKSTRAK BUNGA TAHI KOTOK (Tagetes erecta) SEBAGAI REPELLENT TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti YANG AMAN DAN RAMAH LINGKUNGAN