Tridarma perguruan tinggi: pendidikan/ pengajaran, pengabdian dan penelitian

Showing posts with label Pemikiran. Show all posts
Showing posts with label Pemikiran. Show all posts

Sunday, September 15, 2019

Sawit Ibarat Pedang Bermata Dua, Mari Bersolusi Demi Indonesia

Buah Kelapa Sawit baru saja dipanen
sumber foto :   cnnindonesia. com
Halo pembaca budiman, apa kabar? Semoga selalu dalam Lindungan Allah SWT. Aamiin. 

Berikut ini saya akan mengulas secara singkat tentang sawit, senaja saya beri judul sawit: Ibarat Pedang Bermata Dua Mari Bersolusi Demi Indonesia, mengapa demikian? yuk disimak ya.

Kelapa sawit adalah tanaman kelompok palem-paleman yang buahnya dapat dikelola menjadi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Indonesia adalah negara yang memiliki kebun kelapa sawit terbesar di dunia, bahkan tercatat hingga mencapai 9 juta hektar. Indonesia memproduksi jutaan ton CPO setiap tahunnya. CPO memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan salah satu penyumbang devisa negara terbesar dari sektor agribisnis. “waw keren ya”. ini menjadikan bukti sawit kuat Indonesia hebat. 
Perkebunan sawit yang membentang luas
sumber foto: SawitPlus.co 
Begitu besarnya keuntungan dan penggunaan lahan perkebunan kelapa sawit tersebut, ternyata memiliki banyak pro dan kontra. Menurut tinjauan saya bahwa bisnis perkebunan kelapa sawit bak pedang bermata dua, dimana kebutuhan dan manfaat dari minyak kelapa sawit begitu banyak, akan tetapi tidak kalah banyaknya pemberitaan dan isu dampak negatif dari pembukaan perkebunan kelapa sawit yang sangat merugikan masyarakat bahkan disinyalir hingga global. 
Sebelum saya bercerita tentang isu dampak negatif perkebunan kelapa sawit, saya membagikan, apa sih manfaat dari minyak kelapa sawit? 
Manfaat Kelapa Sawit 
  • Sebagai minyak goreng (Food oil) baik untuk kesehatan Mengatasi kekurangan vitamin A dan Perlindungan otak 
  • Sebagai bahan baku bioavtur (bahan bakar pesawat), biodiesel, campuran solar, Sebagai oli / pelumas.
  • Sebagai bahan baku dalam industri baja 
  • Bahan  mentega (Oleo-margarine) 
  • Bahan pomade (bahan kosmetik rambut), lotion dan juga cream kulit. 
  • Membantu mengurangi rasa luka bakar dan menetralkan rasa pedas 
  • Bahan baku pembuatan cat, pembersih atau pasta gigi, an dempul.
  • Dapat membantu proses penyamakan kulit.
  • Ampas kelapa sawit sebagai makanan hewan, kompos dan biogas.

Manfaat minyak kelapa sawit ternyata sangat banyak, wajar saja jika permintaan dunia akan minyak ini makin meningkat. 
Sehingga semakin meningkat pula untuk kebutuhan lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Peralihan hutan, tanah pertanian dan tanah masyarakat ke perkebunan kelapa sawit, sehingga muncul isu yang diangkat oleh masyarakat pecinta lingkungan dari isu deforestasi, Kerusakan ekosistem hayati, Kerusakan unsur hara dan air dalam tanah, Munculnya hama migran baru yang sangat ganas, Bencana banjir dan kekeringan, eksploitasi lahan gambut, perampasan tanah petani, kerusakan sungai, pencemaran, alih fungsi lahan, kebakaran hutan dan asap. 

Perkebunan kelapa sawit dituding sebagai penyebab utama kerusakan lingkungan. Ibarat pedang mata dua, satu sisi menghasilkan keuntungan namun satu sisi malah merugikan. Hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut semua pihak harus memikirkan dan menjalankan solusi yang jitu sehingga tidak akan menimbulkan efek negatif lebih parah dan berkepanjangan. Apalagi diperparah jika keuntungan sawit tidak sebanding dengan risiko ditanggung masyarakat pada masa depan oleh sebab itu sawit harus kuat Indonesia hebat. 
Pohon Kelapa sawit siap Panen
sumber foto:wartaekonomi.co.id
Berikut ini beberapa solusi yang sudah diterapkan untuk mengatasi beberapa isu negatif dari perkebunan kelapa sawit demi sawit kuat Indonesia hebat: 
  • Alternatif penanaman kacang-kacangan. Jika lahan ditanami kacang-kacangan, hal ini akan mencegah kehilangan unsur hara tanah, pengikat air tanah dan menciptakan agro ekosistem. 
  • Pengolahan Limbah cair dan gas buang terdiri palm oil mills effluent (POME) dan gas buang metana. memisahkan gas metana dari ampas POME menjadi kompos. proses fermentasi POME menghasilkan gas metana untuk biogas. 
  • Menerapkan Smart Agriculture solusi dari anak bangsa untuk mempercepat adopsi daripada Industry 4.0 bagi industri perkebunan Kelapa Sawit dalam mengatasi kurangnya produktivitas perkebunan akibat tingginya biaya pemeliharaan kebun, keamanan, pembibitan dan pupuk, serta tenaga kerja yang kurang efisien. 
Demikianlah ulasan singkat saya tentang maraknya isu perkebunan kelapa sawit mari bersolusi demi Indonesia, sawit kuat Indonesia hebat semoga kedepan permasalahannya dan keuntungan ibarat pedang bermata dua dapat terselesaikan dengan baik demi anak cucu kita.
demi anak cucu kita sawit kuat Indonesia hebat
sumber foto: Rasuane Noor

Sumber rujukan
https://www.instagram.com/sawitbaik 
https://www.industry.co.id/read/19182/tujuh-kerugian-dampak-adanya-perkebunan-sawit
https://www.industry.co.id/read/54757/smart-agricultur-solusi-industri-sawit-perkebunan
https://www.industry.co.id/read/54467/palm-is-not-my-id-kami-akan-tingkatkan-semangat-perjuangan-menentang-industri-kelapa-sawit
https://www.liputan6.com/citizen6/read/2335106/6-fakta-mengerikan-mengapa-indonesia-sebaiknya-tak-menanam-sawit
https://www.kompasiana.com/yos08/5a6abfd9caf7db322225e413/untung-rugi-sawit-dan-perkebunannya
https://id.wikipedia.org/wiki/Dampak_sosial_dan_lingkungan_dari_minyak_sawit
https://beritagar.id/artikel/berita/perkebunan-kelapa-sawit-di-antara-keuntungan-dan-kerusakan-lingkungan
https://www.tuk.or.id/2015/01/22/dampak-kelapa-sawit/
https://www.alodokter.com/mengenal-manfaat-kelapa-sawit-dan-bahayanya
http://www.bumn.go.id/ptpn1/berita/1-17-Manfaat-Kelapa-Sawit-Untuk-Kesehatan-dan-Kecantikan

Wednesday, September 4, 2019

Mengapa Saya Dosen Ber-Kinerja Terbaik di Audit internal UM Metro? (ulasan instropeksi diri)


Alhamdulillahi robbil’alamin, Rasa syukur saya panjatkan atas semua nikmat yang diberikan Allah SWT yang tak perna kering dan lekang oleh waktu. Hari ini pada pembuka awal tahun baru islam 2 muharram 1441 hijriah, perasaan jantung berdegup kencang di tengah–tengan acara Evaluasi Akademik Semester Genap TA 2018/2019 dan Pembagian SK mengajar Semester ganjil TA 2018/2019 Universitas Muhammadiyah Metro, ketika ketua LPPM UM Metro menyebut nama saya: Rasuane Noor, S.Si, M.Sc. sebagai dosen dengan kinerja terbaik ke-1 bidang penelitian, saat itu juga dalam hati yang paling dalam alhamdulillahi robbil’alamin. Ketika itu juga saya dimintakan untuk berdiri untuk menyapa semua audensi di ruang Aula Gedung HI UM Metro, dengan perasaan gugup saya berdiri sambil menyebar senyum dan mengangkat tangan untuk menyapa semua hadirin sekalian. 


Detak jantung berdegup lebih kencang pada saat saya dinyatakan sebagai dosen kinerja terbaik ke-1 bidang catur dharma. Kala ini perasaan dalam dada semakin berkecambuk senang, bahagia dan puji syukur “hasil tidak mendustai proses”. Seketika itu juga terbayang wajah pujaan hati, istri tercintaku Heni Setianingsih, yang tahun lalu menyampaikan pada saat saya sebagai dosen kinerja terbaik ke-3 di bidang yang sama catur dharma “Abang mendapatkan dosen berkinerja terbaik ke-3, ini adalah awal untuk abang mendapatkan terbaik ke-1, terus semangat dan teruslah berkarya kerja lebih baik lagi” ya itulah salah penyemangat saya untuk terus memperbaiki diri menjadi sosok dosen yang sesungguhnya. Dimana pada saat ini, apa yang diinginkan sang tulang rusukku ini terwujud jadi nyata. Semoga kedepan ini adalah pemicu untuk menjadi pribadi yang lebih baik, handal, terpercaya dan pembawah berkah untuk semua. Aamiin.. 

Di balik penghargaan yang saya dapatkan sebagai dosen kinerja terbaik ke-1 hasil audit internal akademik bidang catur darma tahun akademik 2018/2019 di Universitas Muhammadiyah Metro, semua tidak terlepas dari usaha, motivasi dan doa. Sebelum saya bercerita tentang usaha, motivasi dan doa dalam ulasan instropeksi diri setelah mendapatkan penghargaan dosen kinerja terbaik di UM Metro, tidak ada salahnya saya bercerita sedikit apa itu audit internal dan catur dharma perguruan tinggi? 

Audit internal UM Metro adalah penilaian bagaimana kinerja dosen dalam empat bidang yaitu EP (evaluasi pendidikan), EPIN (evaluasi penelitian), EPAN (evaluasi Pengandian) dan AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan) di internal kampus Universitas Muhammadiyah Metro yang dilakukan oleh tim khusus yang ditunjuk oleh LPM (Lembaga Penjaminan Mutu) Universitas Muhammadiyah Metro. Selanjutnya catur dharma adalah dari kata catur artinya empat dan dharma artinya kewajiban/ fungsi. Dalam Undang-undang Perguruan Tinggi No. 22 tahun 1961 untuk pertama kalinya di Indonesia menerapkan tiga fungsi (Tri Dharma) Perguruan Tinggi. Ketiga fungsi (Tri Dharma) tersebut meliputi pendidikan tinggi sebagai tempat untuk mengajarkan pengajaran, pendidikan untuk mengadakan riset, dan pengabdian masyarakat. Selanjutnya di Universitas Muhammadiyah Metro menerapkan catur dharma perguruan tinggi meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian dan AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan). Hal-hal tersebutlah yang dinilai oleh tim audit dalam menentukan dosen kinerja terbaik di UM Metro. 

Perjalanan saya dalam menggapai dosen kinerja terbaik yang tersebut diatas adalah atas dasar usaha, motivasi dan doa. Pertama dalam segi usaha, bukti real yang saya lakukan dalam menghadapi penilai tim audit internal kampus adalah belajar, kebiasaan dan persiapkan. Apa saja yang saya pelajari dalam audit internal? 1) Saya berusaha memahami dan mengerti apa itu audit internal dan tujuannya? 2) Saya pelajari instrumen penilaian audit internal terdiri dari 4 aspek EP (evaluasi pendidikan), EPIN (evaluasi penelitian), EPAN (evaluasi Pengandian dan AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan). 2) dari ke 4 aspek tersebut saya telaah apa isi dari point-point dalam penilaian audit internal tersebut? 3) selanjutnya saya diskusikan dan tanyakan bagaimana untuk mendapatkan dan melengkapi berkas yang diinginkan dari point-point dalam penilaian audit internal tersebut? 

Kemudian setelah saya pelajari tentang dalam audit internal saya lanjutkan dengan hal kebiasaan. Dalam sedikit analogi, kapan seseorang dikatakan sebagai penyelam/diver? Apakah dia harus praktek langsung di dalam air kemudian melakukan penyelaman, atau ada bukti secara singkat? Ya tentu ada, apa itu? bukti kartu nama (ID card) peyelam /Diver yang diakui oleh badan penyelenggara sertifikat selam yang mupuni seperti CMAS dan PADI untuk dunia, dan POSSI untuk Indonesia. Dengan memperlihatkan bukti kartu nama (ID card) tersebut sudah membuktikan bahwa seorang adalah penyelam/diver, tidak semata harus mempraktekkan langsung menyelam di air. Nah begitu juga dalam melengkapi berkas yang diinginkan dari point-point penilaian audit internal. Bukti berkas yang valid, itulah yang akan menjadi patokan bahwa nilai audit kita akan baik atau nilai maksimal. Sehingga kita juga akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Hubungan dengan faktor kebiasaan yang saya utarakan diatas adalah dimana saya selaku seorang dosen pendokumentasi itu sangat penting sekali. Dimana kebiasaan saya dalam mendokumentasikan atau mengarsipkan berkas-berkas seorang dosen, hasil belajar dari senior saya sekaligus penutan dan orang tua di Prodi Pendidikan Biologi Ibu Dr. Hening Widowati, M.Si. Masih terpatri di kepalaku saran beliau pada saat saya awal menjadi dosen di UM Metro pada awal tahun 2012 “pak Raswan setiap surat, SK dan berkas-berkas perkuliahan diarsipkan karena suatu saat ketika dibutuhkan, tinggal diambil saja sehingga tidak kesulitan dalam mengadakannya” sejak saat itu saya terbiasa menyimpan semua surat-surat, SK, dan berkas-berkas lainnya yang saya fotocopy, saya pisahkan dalam file-file khusus/masing-masing selanjutnya saya simpan di lemari prodi dan fotocopy-nya saya simpan di rumah. Selanjutnya sampai saat ini sejak saya mendapatkan sertifikasi dosen (serdos), untuk kebutuhan laporan beban kerja dosen (BKD) serdos tersebut, berkas-berkas yang baru saya dapatkan, segera saya scan, fotocopy dan saya simpan. Alhamdulillah kebiasaan tersebut sangat berimbas positif pada saya melengkapi berkas-berkas serdos dan penilaian audit internal kampus. Pada intinya “membiasakan mendokumentasikan itu sangat penting untuk pembuktian” bukan sudah trend jaman sekarang ”Bagaimana citra itu muncul jika tanpa pembuktian”. 

Kemudian usaha saya dalam persiapan menghadapi penilaian audit internal kampus adalah 1) Saya meminta instrumen penilaian audit internal kampus dari kaprodi atau ke LPPM UM Metro. 2) Saya mengumpulkan dan melengkapi semua berkas yang diinginkan dari point-point dalam penilaian audit internal. 3) Saya menyusun semua berkas yang diinginkan dari point-point dalam penilaian audit internal dengan runut dan tersusun rapi, sehingga auditor tidak kesulitan dalam membuktikan point-point dalam intrumen audit internal tersebut. Makin jelas akan makin baik. 4) Serahkan berkas audit tersebut tepat waktu. 5) saya berusaha tidak menunda waktu dengan prinsip “jika bisa dikerjakan sekarang mengapa harus menunggu nanti, waktu yang berlalu tidak akan kembali. Kemudian lanjutkan “proritaskan yang lebih utama”. 

Motivasi dalam langkah saya untuk menggapai dosen terbaik yang tersebut diatas adalah adanya motivasi dari Ibunda dari anak saya Atraz Rahend Mahdiramadhan, beliau mengisi full kehampaan dan kekosongan hidup saya setelah sekian lama membujang. Beliau memberikan hal yang tak terhingga dari warna rasa nada aroma cita dan jiwa segenap hidup saya. Beliau telah menyempurnakan separuh agama saya seperti yang disunahkan Rasulullah Muhammad SAW. Setiap saya melangkah keluar pintu selalu untuk segera pulang, yang selalu terngiang lagu dengan lirik: 

“Berangkatlah sayang hati hati di jalan, Do'a kusertakan mohon kepada Tuhan
Semoga tiada arah melintang, Macam macam godaannya setan
Restu cintaku untukmu, Oh pujaan

Berangkatlah sayang hati hati di jalan, Aku Tidak minta oleh oleh
Emas permata dan juga uang, Tapi yang kuharap engkau pulang
Tetap membawa kesetiaan 

Dirimu bagaikan layang layang, Kulepas tali benang ku genggam
Semakin melayang kau di awan, Semakin aku takut kehilangan” 

Hehe.. bagaimana liriknya mantap kan? Semoga keluargaku semakin sakinah, mawadah dan warahmah. Aamiin ya robbalamin. 

Selain motivasi dari Istri dan keluarga besar saya, juga tidak luput juga dari motivasi dari orang terdekat saya baik dari teman-teman se-profesi juga dari teman-teman hoby di blog, backpacker dan fotografi. Banyak sekali masukan dan saran untuk saya agar menjadi pribadi yang lebih bermakna di muka bumi ini. Lalu tidak kalah kuatnya motivasi dari diri saya sendiri, saya berusaha untuk menjadi lebih baik, selalu terlekat erat dalam diri “orang lain bisa, mengapa saya tidak bisa, saya harus bisa”. Motivasi inilah selalu menguatkan saya agar selalu terus belajar dan berusaha menjadi orang-orang hebat seperti di berita-berita dunia. Namun kadang kalah penyakit akut yang obat tidak berwujud selalu saja menghantui bahkan kronis menjadikan saya seorang super santai dan mengabaikan kewajiban. Apa itu penyakitnya? Penyakit MALAS, inilah penyakit yang paling susah disembuhkan, bahkan karena penyakit ini, bisa berefek sangat fatal. Penyakit malas yang sering saya alami adalah menunda-nunda pekerjaan. Nah saya sampai detik ini terus berjuang untuk menghilangkan penyakit malas tersebut, semoga kedepan penyakit malas ini hilang total dalam kehidupan saya.. saya juga terus berdoa semoga Allah SWT selalu menjauhkan saya dari berbagi penyakit hati dan terus diberikan rezeki sehingga dapat memberikan terbaik untuk keluarga dan orang disekitarku... aamiin.. 

Demikian ulasan instropeksi diri saya dalam perjalanan saya dalam menggapai dosen terbaik atas dasar usaha, motivasi dan doa. Selanjutnya saya akan berlanjut cerita bagaimana melengkapi semua berkas yang diinginkan dari point-point dalam penilaian audit internal. Instrumen penilaian audit internal terdiri dari 4 aspek borang evaluasi diri (ED): EP (evaluasi pendidikan), EPIN (evaluasi penelitian), EPAN (evaluasi Pengandian) dan AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan). 

Dalam memenuhi aspek borang evaluasi diri (ED): EP (evaluasi pendidikan) semua point-point berusaha saya penuhi dari instrumen tersebut dari aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, pengendalian pelaksanaan dan penyempurnaan pelaksanaan. Aspek-aspek tersebut secara rinci dapat disimak pada instrumen EP (evaluasi pendidikan) yang harus diisi oleh dosen UM Metro setiap akhir semester. Instrumen EP (evaluasi pendidikan) untuk semester genap TA 2018/2019 saya melaporkan audit internal pada mata kuliah Mikrobiologi. Mata kuliah ini diambil oleh mahasiswa semester enam (6) Prodi pendidikan Biologi, yang mana saya bersama-sama pak Dr. Agus Sutanto, M.Si. mengampu mata kuliah ini. Dari awal sebelum perkuliahan, saya dan pak Agus sudah diskusi untuk membahas unsur mata kuliah meliputi: deskripsi, capaian pembelajaran (CP), kontrak perkuliahan, metode perkuliahan, rencana pembelajaran semester (RPS), silabus perkuliahan serta lainnya dalam mendukung berjalannya per kuliah selama 1 semester ke depan. Kami sebagai tim teaching sering melakukan diskusi berhubungan dengan perkuliahan baik itu secara tatap muka langsung maupun koordinasi melalui via smartphone demi terlaksananya perkuliahan yang bermutu. Selanjutnya pada perkuliahan perdana kami isi dengan masuk bersama. Materi hari pertama perkuliahan membahas kontrak perkuliahan dan pendahuluan, selanjutnya untuk pertemuan perkuliahan seterusnya, kami berbagi waktu dalam mengajar sehingga tidak ada benturan dalam mengajar dan aktivitas lain. Metode perkuliahan yang kami terapkan di kelas adalah diskusi dan presentasi, mahasiswa membuat kelompok tugas kemudian mereka mempresentasikan di depan kelas kemudian berdiskusi dengan yang lain. Metode ini cukup efektif untuk membiasakan mahasiswa fasih dan bagus ketika berbicara di depan kelas. Hal ini sejalan sebagai calon guru. Untuk memancing mahasiswa agar aktif diskusi, dosen setiap pertemuan melakukan pretest/posttest sehingga mau tidak mau mahasiswa harus meyimak materi yang dipresentasikan dan diskusikan pada hari itu. Selain kuliah aktif di kelas dengan total pertemuan 16 kali, dalam mata kuliah ini, mahasiswa berperan aktif dalam perkuliah interaktif melalui diskusi online di website dan group online facebook. Diskusi online dilakukan setiap minggu pada malam kamis lepas isya hingga pukul 11 malam, hal ini sejalan dengan penggunaan perangkat media/sarana dalam mendukung kegiatan perkuliahan media bervariasi dan mutakhir sesuai Revolusi Industri (RI) 4.0. Alhamdulillah selama perkuliahan MK Mikrobiologi dilengkapi buku ajar yang kami buat bersama-sama dan sudah terbit ber-ISBN yaitu buku dengan judul: 1. Mikrobiologi Lingkungan 2. ... Supaya membantu membantu mahasiswa lebih dalam lagi saya juga membagikan materi-materi perkuliahan dan soal-soal di website saya www.rasuanenoor.net

Dalam memenuhi aspek borang evaluasi diri (ED) EP (evaluasi pendidikan) semua point-point berusaha saya penuhi dari instrumen tersebut dari aspek pelaksanaan pada point rata-rata nilai kemampuan dosen (skala 1—5) menurut hasil evaluasi dosen oleh mahasiswa (EDOM) yang nilainya masih di skala 4 sedangkan dari 8 dosen Prodi Pendidikan Biologi S2, 6 dosen memiliki nilai skala 5. Atau kata lain saya memiliki nilai terendah nomor 2. Disini saya mencoba mereview ada apa dengan cara pelaksanaan pengajaran saya di Prodi Pendidikan Biologi? Mengapa mahasiswa saya, menilai evaluasi dosen oleh mahasiswa (EDOM) terendah di Prodi Pendidikan Biologi? 

1. Untuk MK Mikrobiologi, mahasiswa mengisi edom hanya 12 orang dari total mahasiswa 56 orang. 

2. Dari semua aspek point dalam indikator mahasiswa menilai paling banyak pada skala 4.

3. Nilai paling rendah terbanyak adalah pada lama kuliah sesuai dengan jam yang ditetapkan. 

Semoga kedepannya lebih baik lagi dan lebih objektif. 

Pemenuhan syarat untuk borang evaluasi diri (ED) EPIN (evaluasi penelitian), berawal dari perjalanan road map penelitian. saya sejak kuliah S2 di Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedik, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada sudah fokus ke minat Biologi sel Molekuler dan penelitian saya lakukan adalah mempelajari bahan alam. Publikasi pertama saya yaitu tentang pengaruh senyawa alam dari estrak getah pohon pinus yaitu senyawa alpa terpineol terhadap sel kanker leher rahim, judul artikel publikasinya adalah Cytotoxicity of a-terpineol in HeLa cell line and its effects to apoptosis and cell cycle dipublikasi di Journal of the medical sciences Vol. 46, Number 1, tahun 2014 kemudian selanjutnya saya mengembangkan penelitian masih bahan alam tetapi sebagai pewarna alami untuk mewarnai jaringan dan sel, sehingga saat pengamatan sel / jaringan lebih jelas dan aman. Hingga saat ini saya masih terus melanjutkan riset-riset saya tentang bahan alam baik itu sebagai obat maupun pewarna sel. Demi mendukung mata kuliah yang saya ampu, saya juga mengembangkan penelitian di bidang ekowisata, ekologi dan mikrobiologi. 

Pada tahun 2018/2019 saya bersama tim riset sudah melaksanakan penelitian di bidang biologi dengan 2 penelitian yaitu: 

1. Model Intervensi Komunitas Dalam Memodifikasi Perilaku Masyarakat Sadar Lingkungan Sebagai Upaya Mewujudkan Sapta Pesona Di Sekitar Tempat Wisata tahun k-2 hiba Penelitian Strategi nasional (PSN) tahun 2018. Penelitian ini saya bersama pak Dr.Achyani, M.Si. dan Dr. Satrio Budi Wibowo. 

2. Pengembangan Modul Praktikum Botani Melalui Inventarisasi Makroalga Kawasan Pesisir Barat Lampung Hiba Penelitian Dosen Pemula (PDP) Kemristekdikti tahun 2018. Penelitian ini saya bersama Ibu Triana Asih, M.Pd dan Ahmad Khairidho, M.Pd. 

Dari hasil 2 penelitian tersebut kami sudah melaksanakan seminar nasional, seminar internasional, publikasi ke jurnal ilmiah internasional dan jurnal nasional terindek sinta 2, dan jurnal nasional terindak sinta 4 serta membuat 2 buku ajar sudah ber-ISBN. 

Artikel jurnal yang kami publikasi di jurnal internasional dengan judul: 

1. Local Tourists Characteristics in Lampung Indonesia The International Journal of Social Sciences and Humanities Invention, vol. 6, Issue 02, February, 2019. 

2. Biodiversity and Potential Use of Macro Algae in Pesisir Barat Lampung jurnal Biosaintifika 11 (1) (2019) 100-107 

3. Pengembangan Modul Praktikum Botani Tumbuhan Rendah melalui Identifikasi Makro Alga di Kawasan Pesisir Barat Lampung Jurnal Didaktika Biologi. Volume 2 No 1, 2018. E. ISSN. 2579-7352, P. ISSN. 2549-5267 

2 Judul buku yang sudah terbit ber-ISBN: Model Intervensi Komunitas (Menciptakan Masyarakat yang Sadar Lingkungan Wisata) ISBN. 978-602-5825-55-5, buku ini juga sudah terdaftar di Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dan buku berjudul: Modul Praktikum Makro Alga Di Laut, ISBN. 978-602-5825-49-1 

Jumlah sitasi artikel yang saya miliki sudah lebih dari 30 sitasi, sedangkan selama tahun 2018/2019 terdapat 12 sitasi dengan artikel paling banyak disitasi adalah Cytotoxicity of a-terpineol in HeLa cell line and its effects to apoptosis and cell cycle dipublikasi di Journal of the medical sciences Vol. 46, Number 1,tahun 2014. 

Dalam memenuhi syarat untuk unsur borang evaluasi diri (ED) EPAN (evaluasi Pengandian) selama tahun ajaran 2018/2019 alhamdulillah kami dipercya untuk mengerjakan 2 hiba PKM (Pengabdian Kepada masyarakat) dan beberapa pengabdian yang bersifat mandiri. Hiba pengabdian pertama yaitu Hiba PPDM (Program Pengembangan Desa Mitra) tahun ke 2 yang didanai oleh Kemristekdikti tahun 2018. Judul pengabdiannya adalah Pemberdayaan dan Meningkatkan Nilai Tambah Komoditas Perkebunan Serta Peningkatan Ekonomi Petani Kopi Organik di Desa Srimenanti Kecamatan Air Hitam Kabupaten Lampung Barat. Tim dalam pengabdian ini bersama-sama: Dr. Achyani, M.Si, Agus Sutanto, M.Si., Dedy Subandowo, dan fenny Thresia, M.Pd. Selanjutnya pengabdian yang kedua adalah Hiba OPR didanai oleh UM Metro tahun 2018 dengan judul: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Pepaya California Di Desa Bangunrejo Tanggamus, tim pengabdian ini bersama-sama bapak Suharno zen, M.Sc. Pengamdian mandiri yang saya laksanakan bersama-sama mahasiswa PPLT dengan beberapa kegiatan dengan judul yaitu : Kueh Tar (Kuy Ke Rumah Pintar), Pelestarian Budaya Lokal Dalam Kehidupan Bermasyarakat Dengan Peringatan Hut Ri Ke-73, Dan Pemanfaatan Hidrogel Dari Popok Bekas Sebagai Wahana Tanaman Hias (Perampok Kelas Bawah Na’as). Kemitraan dalam program pengabdian yang dilaksanakan melibatkan 2 mitra dalam skala Nasional yaitu KWT, Gapoktan dan Aparat desa Srimenanti kecamatan Lampung Barat dan Bappeda Lampung Barat, Beberapa Sekolahan dan Kelurahan di Kota Metro. Dari hasil pengabdian tersebut berupa luaran pelaksanakan kegiatan pengabdian dosen meliputi : seminar International di Bandung, Publikasi di media massa Lampung Post dan Radar Lampung, website dan blog serta menerbitkan buku Cetak ber-ISBN dengan judul : pembuatan  Kompos dari kulit Kopi dengan stater LCN.  

Untuk melengkapi semua berkas AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan) saya sudah memiliki arsif atau bukti-bukti atas kemampuan dalam Kemampuan Membaca dan hafalan Al-Qur-an dari hasil upgrading AIK, Potensi peningkatan pemahaman islam dan amal solih dengan bukti aktif dalam kegiatan pengajian dan kegiatan keislaman lainnya, Melakukan integrasi nilai AIK kedalam Tridarma PT (pendidikan, penelitian dan pengabdian) dengan bukti silabus dan laporan yang sudah melakukan integrasi nilai AIK, Memiliki kartu keanggotaan muhammadiyah 5 sampai kurang dari 8 tahun, Pengalaman dalam mengikuti pengkaderan muhammadiyah Telah mengikuti training pengkaderan atau pernah aktif sebagai pengurus ortom di bawah persyarikatan muhammadiyah Sebagai anggota aktif persyarikatan di wilayah anggota di bidang Lingkungan Hidup. 

Demikian cerita saya dalam melengkapi instrumen penilaian audit internal terdiri dari 4 aspek EP (evaluasi pendidikan), EPIN (evaluasi penelitian), EPAN (evaluasi Pengandian) dan AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan). Berikut ini saya lanjutkan pandangan saya atas penilaian teman-teman baik disampaikan secara langsung kepada saya atau hanya sekedar rumor yang berhembus dengan pertanyaan: 1) kok bisa pak Rasuane menjadi dosen dengan kinerja terbaik pertama di UM Metro?, seharus dosen A, B atau C lebih banyak bagus. 2) ya wajar saja terbaik, itu kan mengisi nilai di instrumen bisa dibesar-besarkan sehingga nilainya paling besar diantara dosen yang lain. 3) Untuk terbaik tersebut itu tergantung auditornya, jika mendapatkan auditornya tidak teliti yang akan mendapatkan nilai audit yang besar juga. Atas tiga pernyataan tersebut saya tidak begitu memusingkannya karena hal tersebut sudah diputuskan oleh penyelenggaranya dan sudah ditanda-tangani oleh rektor. Hal tersebut sudah legal dan resmi, tetapi saya coba untuk memberi tanggapan walaupun ini terkesan membela diri, tetapi pada dasarnya dalam hati paling dalam biarlah itu berlalu karena saya ingat dari motivasi dari, bang Adian Saputra (Dosen dan Pemred Jejamo.com) “janganlah terkukung oleh karyamu yang sudah dihasilkan, ikhlaskan dan bersabar, buatlah karya-karya yang baru lebih banyak, biarlah Allah membalas atas karyamu yang dizolimi” 

Saya tidak menampik adanya dugaan atau kritikan seharusnya dia yang terbaik, mengapa lebih ke saya? Tentu semua kembali ke akar permasalahan mendokumentasikan itu sangat penting untuk pembuktian” ”Bagaimana citra itu muncul jika tanpa pembuktian”. 

Bukankah dalam penilaian audit internal dari bukti berkas? Banyak bukti nyata bahwa beberapa dosen memiliki skala kualitas dan kuantitas penelitian /pengabdian lebih dari saya akan tetapi mengapa beliau tidak terbaik ke-1? Bahkan kepala LPM UM Metro Bapak Dr. Nyoto Suseno, M.Pd. sewaktu menyampaikan hasil evaluasi Akademik Semester Genap TA 2018/2019, menyampaikan seharusnya bapak Dr. Agus Sutanto, M.Pd yang mendapat dosen terbaik karena beliau dari latar belakang penelitian dan pengabdian sudah banyak sekali dan bahkan satu-satunya dosen yang memiliki sertifikat paten di UM Metro, tetapi hal tersebut dijawab juga oleh bapak Nyoto bahwa disini penilaiannya berdasarkan bukti dokumen pada saat penilaian oleh auditor. 

Tanggapan saya atas pernyataan ke 2) ya wajar saja terbaik, itu kan mengisi nilai di instrumen bisa dibesar-besarkan sehingga nilainya paling besar diantara dosen yang lain. Pendapat Saya atas pernyataan tersebut, jika menulis point nilai di instrumen dibesar-besarkan, berarti tidak jujur, ini sangat bertentangan sekali dengan prinsip hidup saya ”saya sangat benci ketidak-jujuran, sekali berbohong kepada saya maka selama saya tidak akan percaya” oleh sebab itu saya menuliskan point nilai di instrumen apa adanya, instrumen tersebut dinilai oleh auditor jika nilainya dibesarkan maka nilai auditor dan nilai ED (evaluasi diri) akan berbeda. Disana akan terlihat mana nilai yang dibesarkan atau tidak. Ya saran saya buat teman-teman yang menyatakan hal tersebut jika anda mampu membesarkan diri anda buktikan bahwa anda bisa, dont be look like hater. 

3) Untuk terbaik tersebut itu tergantung auditornya, jika mendapatkan auditornya tidak teliti, tidak pelit nilai, bisa didekati, dll maka yang diaudit tersebut akan mendapatkan nilai audit besar juga. Saya menanggapi pernyataan ini, ini kembali ke tim audit, bagaimana kinerja auditor sendiri apakah bekerja secara profesional atau hanya sekedar selesai melaksanakan tugas, ini berhak menjawab adalam tim audit dan LPM UM Metro sendiri. 

Waw.. panjang ya cerita saya kali ini, ini senaja saya tulis untuk bahan evaluasi dan perbaikan diri saya ke depan menjadi lebih baik lagi. Semoga ini juga hadiah untuk diri saya sendiri dalam merayakan kebahagian dan rasa syukurku atas penghargaan dan kepercayaan Universitas Muhammadiyah Metro. UM Metro solusi sukses masa depan.. mohon maaf jika cerita saya diatas kurang berkena, semoga saya dapat mengambil hikmahnya ..ALLAHUAKBAR..

Thursday, June 20, 2019

Membangun Komunitas Mengabdi untuk Negeri Bersama Ricky Elson


Siapa yang tidak kenal Ricky Elson? 
Nah berikut ini saya ingin berbagi pengalaman yang saya dapatkan setelah saya mengkuti kuliah tamu yang di isi oleh sang maestro Indonesia di bidang teknik mesin dalam kegiatan Kuliah umum dosen tamu pendidikan biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Metro, Dengan tema : "membangun komunitas mengabdi untuk Negeri." 

Uda Ricky sapaan akrab Ricky Elson, anak negeri yang begitu kuat memotivasi anak muda untuk terus berinovasi dalam Membangun dan mengabdi untuk Negeri tercinta, NKRI. Ricky Elson yang merupakan seorang ilmuan di bidang teknologi penggerak motor listrik dan merupakan seorang teknokrat Indonesia yang namanya melejit ketika di Negeri Indonesia bicara tentang mobil listrik. Ya beliaulah yang pemilik paten mobil listrik Selo tersebut. 

Uda Ricky seorang putra Negeri tercinta yang lahir di Padang, provinsi Sumatra Barat, pada 11 Juni 1980 adalah seorang pekerja keras yang yang bekerja dan lulusan dari universitas di Jepang. Kurang lebih selama 14 tahun Membangun komunitas dab mengabdi di negeri sakura Jepang,. Uda Ricky telah menemukan belasan teknologi motor penggerak listrik dan teknologi-teknologi tersebut telah dipatenkan oleh pemerintah Jepang. udah kembali ke Indonesia dan memulai terus menggalakan Membangun komunitas mengabdi untuk negeri kelahirannya. Hingga saat ini uda Ricky Elson menggagas sebuah pusat riset yang ia namakan Lentera Angin Nusantara, bertempat di Dusun Lembur Tengah, Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. 

Apa saja yang sudah dilakukan oleh sang teknokrat yang dijuluki PUTRA PETIR? Uda Ricky Elson sudah membuat barang barang yang tentunya ini bukti nyata beliau dalam Membangun komunitas mengabdi untuk Negeri adalah: 1.) Mobil listrik, mobil yang diciptakan uda Ricky Elson, mobil yang digerakkan dengan motor listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan energi lainnya. Mobil listrik memiliki beberapa kelebihan yang potensial jika dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran dalam biasa. Selain itu, mobil jenis ini juga mengurangi emisi gas rumah kaca karena tidak membutuhkan bahan bakar fosil sebagai penggerak utamanya. 2.) Pembangkit listrik tenaga angin, teknologi yang uda Ricky Elson ciptakan adalah suatu pembangkit listrik yang menggunakan angin sebagai sumber energi untuk menghasilkan energi listrik.Pembangkit ini dapat mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Sistem pembangkitan listrik menggunakan angin sebagai sumber energi merupakan sistem alternatif yang sangat berkembang pesat, mengingat angin merupakan salah satu energi yang tidak terbatas di alam. 

Selama berkarir dan mengabdi di Jepang banyak sudah prestasi yang diraih beliau, Prestasi Uda Ricky diantaranya adalah 1.) pencipta dan pengembang mobil listrik nasional. 2.) Ricky Elson selama di Jepang juga telah menemukan 14 teori tentang motor listrik yang sudah dipatenkan oleh pemerintah Jepang. 3.) Beliau juga adalah kepala Divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro cho388, japan. 4.) Di Ciheras, Tasikmalaya Ricky membuat pembangkit listrik tenaga angin 

Demikian cerita singkat perjalanan udah Ricky Elson hingga sampailah beliau di Universitas Muhammadiyah Metro dalam rangka Kuliah umum dosen tamu pendidikan biologi FKIP, Dengan tema : membangun komunitas mengabdi untuk Negeri. Kegiatan yang diadakan selama sehari pada tanggal 20 Juni 2019 yang dihadiri oleh 150 peserta dari mahasiswa dan dosen pendidikan biologi serta peserta di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro. 
 Ricky Elson : Membangun Komunitas Mengabdi untuk Negeri

Berikut ini saya kembali bercerita apa yang saya dapatkan dari uda Ricky Elson selama mengikuti kegiatan dosen tamu tersebut. Jujur pada saat beliau menyampaikan materi dalam acara tersebut beberapa kali saya meneteskan air mata karena terharu dan terkesima atas motivasi / semangat juang beliau dalam memicu kami untuk membangun komunitas mengabdi untuk Negeri. 

Diawali dengan cerita tentang manajemen sewaktu masa kecil. Semangat ingin memiliki sepeda hingga mencari ban bekas untuk berekspektasi sepeda-sepedahan dengan ban bekas digiring dengan bilah. Disana sudah memunculkan kreativitas anak kecil. Selanjutnya Dalam memanfaatkan bekas sendal jepit untuk ban mobil mobilan. Selanjutnya dalam bermain kelereng. Dari manajemen bermain kelereng bagaimana agar menang. Dari kalah hingga belajar terus agar menang dengan bermain kepada yang sudah pandai, selanjutnya bagaimana agar kelereng tidak disita oleh orang tua dan lainnya, yang semuanya sudah mengasah untuk berkreativitas. 
“Indonesia miskin apresiasi” 
“Anak-anak Indonesia ingin berkreasi tetapi tidak ada pendampingan” 
Ya benar ini saya juga merasakan saat saya masih kecil, banyak sekali larangan dan tidak boleh oleh orang tua sehingga masa kecil yang terkesan terkekang. 

Masa kecil main pesawat-pesawatan dari kertas, membuat kinciran angin dari kertas, begitu banyak kreativitas masa kecil. Disitu inovasi dan kreasi itu sudah ada dan fitrah.. 

Selanjutnya pengalaman uda Ricky Elson, ia di usia 27 tahun mampu membangun pesawat listrit, dan di 37 tahun pembangkit listrik tenaga angin. Apa kunci beliau hingga bisa menciptakan hal tersebut semua berawal dengan semangat: 
“Apa yang terpikir dalam benak lalu bagaimana mewujutkan impian tersebut”.  
“Dalam mengejar apa saja saya mengejar no 1.” 
Jangan berpikir kecil atau jauh dari kota besar, dulu beliau kuliah di kampus yang kecil politeknik universitas of jepang. Kampus tersebut bukan kampus terbesar dan terkemuka di Jepang, tetapi dengan semangat dan inovasi beliau mampu berbicara bahkan tingkat dunia. Begitu juga dengan mahasiswa yang kuliah di UM Metro yang berada di kota kecil, jangan berkecil hati, dengan inovasimu pasti bisa bersaing dengan universitas terkemuka di negeri ini. 

Selanjutnya beliau bercerita yang dulunya beliau masih plat yang mempunyai gengsi yang tidak berkeinginan untuk bekerja di Nidec corp. Karena dulu beliau masih memiliki prinsip “tidak menyukai perbedaan” dan berkat beliau belajar dan mendapatkan ilmu dari sang Prof. Kenjo Takashi yang memotivasi beliau dengan pernyataan 
“Prinsif kerja motor, Flemings right hand rule” 
“Menguasi tangan kanan engkau akan menguasi penerang dunia” 
Dilaksanakan dengan tujuan ATM (amati tiru dan modifikasi) 
Selanjutnya beliau bercerita pengalaman beliau dari teknik mesin mejadi engenering mesin listrik hingga menjadi engenering terbaik di perusahaan Nidec corp. Beliau bercerita kurun 14 tahun di negeri orang, dengan semua sistem dan serba maju. Hingga berkeinginan untuk pulang ke negeri tercinta Indonesia. 
“Hutang pada negeri, saya ingin membangun negeri” Melihat kenyataan negeri, yang jauh tertinggal dari negara maju. 
Pada 25 desember 2010, mulai keliling indonesia. Yang beliau lihat dan amati masih banyak saudara- saudaraku tinggal di pinggir sungai, tidak ada listrik, jalan jelek, sampah dimana-mana, dan lainnya yang begitu membuat rasa terhenyu. 

Hingga pengalaman beliau tiba di pulau Komodo, pulau yang begitu indah yang disanjung dunia sebagai keajaiban alam dunia, komodo dan alamnya dilindungi tetapi orangnya tidak. Bagaimana mana keadaaan masyarakat di pulau Komodonya? Tidak ada air bersih, tidak ada sanitasi dan masih banyak kekurangan. Begitu juga pengalaman beliau ketika di Atamhua, lanjut desa kalihi pulau sumba dan tempat-tempat lainnya. 

Puluhan juta anak muda Indonesia, banyak penganguguran dan lainnya, Padahal banyak yang harus dilakukan. Banyak anak-anak yang butuh didikan, daerah pinggiran, pedalaman dan tempat-tempat yang jauh dari akses, apa yang kita ajarkan misalnya saja cara membuat kertas menjadi pesawatan, ini sangat senang sekali anak-anak tersebut yang belajar. 

Bait lagu yang menjadi motivasi uda Ricky Elson “Bagimu negeri, jiwa raga kami” 
Hampir 100 tahun lalu kita sudah berjanji kemerdekaan, apakah kita sudah merdeka? 

Negeri saya lebih suka negeri unbox” 
Apa itu? negeri saya lebih suka dan bangga memakai hasil karya negara lain, misalnya bangga memakai HP mahal dari negara lain, bangga pakai mobil mewah buatan negara lain, tapi miskin sekali akan bangga hasil karya atau inovasi sendiri, berbeda dengan negara maju mereka bangga sudah menciptakan teknologi baru, bangga dengan karya termahir dan lainnya.. sangat miris sekali dengan negeriku.. hiks.. 
Apa yang harus kita lakukan? “Inovasi merupakan merubah peradalan” “Berpacu membenahi ketertinggalan” “Berpacu menuju kemajuan” “Tentukan peranan anda dimana?” “Membangun komunitas” “Leadership dan spirit of inovation” 

Banyak sekali semangat dan motivasi yang disampaikan oleh orang-orang sukses di dunia salah satu Nagamori Shigenobu pendiri Nidec Corp: 
“Segera kerjakan, pastikan kerjakan (dengan sebaikbaiknya), kerjakan hingga tuntas” 
Spirit Honda Souichiro pendiri honda. 
“Orang yang berhasil, Dia berpikir diakalah yang akan merubahnya.” 
“Jangan perna menyerah dan jangan perna putus asa sampai detik terakhir.” 

Misalnya mahasiswa selalu mengeluh akan belajar biologi, Pernakah anda berpikir susahnya menulis buku biologi itu? 

Banyak motivasi yang dapat diambil apa yang disampaikan oleh uda Ricky Elson 

“Learning itu sepanjang hayat sepanjang hidup.” “Manusia itu harus dalam keadaan susah. Sehingga akan terus berusaha” “Manusia itu apapun yang terbesik dibenaknya asal dia mau memperjuangkannya maka akan bisa.” 
“Dalam mengerjakan hal-hal yang baru akan ditemukan tantangan.” 
“Ketika kita jatuh dan terhalang, apa yang kita lakukan, kikis waktu makanmu dan kikis waktu makanmu, kerjakan berkali kali.” 
“Seandaiknya kita bersungguh-sungguh maka akan tercapai mimpiku.” 

Leadership / pemimpin 
“Pemimpin itu makan terakhir” 
“Pemimpin sebuah tanggung jawab untuk lebih banyak lagi.” 

“Pemimpin adalah 
“Kemitmen terhadap kemanusia” 
“Membawa kebaikan dan keberkahan” 
“Pemimpin kemampuan membangun visi” 
“Menyusun strategi” 
“Menyelesaikan masalah.” 
Banyak buku-buku strategi pemikiran 

Transformasi : 
Urgensi lahirnya sebuah gerakan untuk membangun kepercayaan 

Hari ini izinkan kami menangis atas kegagalan kami, tapi kami besok akan memulai lagi untuk menjadi lebih baik. 

Pertanyaan-pertanyaan pada acara kuliah umum dosen tamu pendidikan biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Metro, Dengan tema : membangun komunitas mengabdi untuk Negeri. 

Pertanyaan 1. Hafiz, Pertanyaannya: Pengalaman hidup di desa yang masih banyak masyarakat yang sedikit kuliah: aktivitas bertani, pemuda yang banyak aktivitas kurang positif mislanya mabok-mamokan dan kumpul nongrkong dll. Keinginan untuk merubah pola pikir dan membangun kampung tersebut? 

Jawaban dari uda Ricky Elson: Hal tersebut baru sudut pandang dari Hafiz, satu point yang perlu ditambahkan ISSUE ( identifikasi, spesifikasikan/ klasifikasi, seleksi memilih metoda yg tepat: mengulang masa lalu dan menarik masa, utilisasi : rencanakan dan kerjakan sebaik baiknya, evaluasi.) saran dari sudut pandang saya : Mulai merubah dirimu, berbaurlah dengan desamu. Kita jangan berpikir desa butuh kamu. Tapi berpikir kamu butuh desa. Untuk memperbaiki mereka bukan kita, tapi yang merubah mereka adalah mereka sendiri. Bermimpi merubah orang lain atau desa maka kita akan kecewa. Rubahlah dirimu. 

Pertanyaan 2. Agus Setiawan, Pertanyakan: rencana bapak yang kedepan untuk Indonesia? 
Jawaban dari uda Ricky Elson : akan saya jawab jika Agus menjawab pertanyaan saya. Bagaimana dengan agus? Rencana apa? 
Jawaban Agus : Menjadi orang yang berpengaruh di sana. Bermanfaat bagi masyarakat. saya juga bingung setelah mau ngapain? 
Jawaban dari uda Ricky Elson: Keyword apa yg ada di saya, selagi itu bermanfaat untuk sekeliling jalan itu yang salah pilih. 

Pertanyaan 3. Riski Pratama: Kemampuan di mesin. Tidak semua orang memiliki kemampuan mental. Bagaimana menumbuhkan kemampuan mental? 

Jawabanya: bagaimana dirimu dimata semua. Misalanya sebagai striker dalam sepak bola: bagaimana dimata teman tim dan bagaimana di lawan dana bagaimana cara menyentuh bola dll.. 

Pertanyaan 4. Lailatul Nikmah : Kiat belajar dan bekerjasama dengan orang Jepang yang katanya disiplinnya tinggi? 
Jawaban dari uda Ricky Elson : Jika bekerjasama dengan orang disiplin tinggi apakah dengan malas-malas dapat bekerjasama? Terbiasakan dengan disiplin maka akan terbiasa dengan orang disiplin. 

Pertanyaan 5. Sarni : Alasan setelah makmur di Jepang pulang ke Indonesia membangun komunitas. 
Jawaban dari uda Ricky Elson: tidak mau mecari zona nyaman, ingin keluar dari zona ketidaknyamanan. Saya tidak nyaman mendengar indonesia dilemah-lemahkan, saya tidak nyaman melihat masyarakat Indonesia tidak bermimpi.

foto selfie bersama Ricky Elson Membangun Komunitas Mengabdi untuk Negeri 
Eksis dulu diacara dosen tamu Ricky Elson


Sunday, January 27, 2019

Type Gaya Mahasiswa / siswa Saat Ujian


Bagi Mahasiswa atau Siswa, ujian adalah suatu polemik yang menjadi tantangan tersendiri, karena ujian atau test kan menjadi penentu nilai tau prestasi siswa atau mahasiswa tersebut di kelompoknya. nah berikut ini adalah berbagai macam type mahasiswa/siswa saat mengerjakan Ujian / test. Inilah pengamatan saya pada saat mengawasi mahasiswa ujian akhir dengan kategori ujian tertulis dengan close book.

  1. Type Fokus: konsentrasi ke soal dan jawaban tidak peduli keadaan kiri-kiri kanan
  2. Type Pencari : Sibuk membolak balik soal sambil melirik ke  kiri kekanan, sesekali meraba-raba HP, dan   sekali kali melihat pengawas. 
  3. Type Melow : Menunduk memperhatikan soal sambil menulis-menulis sedikit sesekali melihat pengawas.
  4. Type Penggigit:  Menggigit pena sambil mata melihat agak keatas seakan menerawang terus baca soal dan menulis jawaban, dilakukan berulang-ulang.
  5. Type Pelamun : Berpangku dagu dengan mata menantap tajam kebawah lalu menulis jawaban, seakan-akan lagi melamun. 
  6. Type penggoyang : Menjawab soal, sesekali merubah posisi duduk, memperbaik yang di tubuhnya misalnya kancing, jilbab, atau mengambil sesuatu di tas. 
  7. Type penggetar : Menjawab soal dengan focus dengan kaki atau paha bergetar atau digoyang-goyangkan. 
  8. Type penidur : menjawab soal, menunduk, memejamkan mata cukup lama, kemudian kaget, baca soal lagi, kembali menunduk tertidur pulas..
Nah, anda masuk ke kelompok yang mana?? ayoo jujur... 

Begitu bervariasinya tingkah laku atau gerak gerik para mahasiswa yang sedang ujian namun dari sekian banyak mahasiswa yang mengikuti  ujian sangat sedikit sekali yang mengerjakan soal dengan kejujuran.
Mengapa demikian dari hasil pengamatan saya/ mini riset, dimana terdapat 30 mahasiswa yang mengikuti ujian. Ketentuan ujian adalah mengerjakan soal dengan mandiri, tidak kerjasama, tidak menyotek, tidak membuka buku/HP/bentuk catatan lainnya,  dan dikerjakan selama waktu ditentukan. 
Saya mengawasi sebatas hanya memberi instruksi mekanisme ujian, tanpa menegor mahasiswa yang melakukan kecurangan. 
Hasil pengamatannya yaitu: 
Yang jujur : 3 orang,  ketiganya mengikuti instruksi pengawas.
Yang tidak jujur : 27 orang 
Dimana dari 27 terbagi
21 orang : bertanya atau menyontek jawaban temannya
3 orang : membuka HP. 
3 orang : membuka buku / catatan.

Kejadian ini sudah sering sekali saya alami. Tetapi pada kesempatan ini senaja saya membuat mini riset untuk data pembuktian bagaimana keadaan real calon-calon penurus bangsa ini. 

Saya sangat miris kondisi seperti ini, ini adalah tantangan sendiri untuk para orang tua atau pendidik bangsa kita harus segara mungkin memperbaiki paradigma mental para anak muda yang nota bene adalah penerua bangsa.

Pendidikan karakter harus dipupuk sedini mungkin dari sejak balita sudah harus dipatrikan bagaimana karakter anak salah satunya adalah sikap jujur.

Bukankah banyak ungkapan apabila dari sekolah atau mahasiswanya suka menyontek nantinya jika jadi pemimpin bangsa bakal menjadi pemimpin yang korupsi atau menjadi koruptor.

Duh mirisnya  dengan kondisi begini. 
Disini juga pengalaman pribadi saya mengapa saya jika sebagai pengawas selalu tidak disenangi oleh mahasiswa? Alasannya mereka selalu menyampaikan "bapak  jika mengawas terlalu ketat, mahasiswa melanggar langsung disuruh keluar dan lainnya"

Saturday, January 12, 2019

10 faktor mempengaruhi Kesuksesan hidup


Kutipan ini saya ambil dari akun whatapps yang dishare melalui group. Ternyata sangat penting sekali untuk diketahui oleh khalayak ramai agar menjadi pegangan hidup anak muda. Semoga bermanfaat. 
Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking 
Narasumber : Prof Agus Budiyono

NEM, IPK dan rangking adalah hal yang tidak asing lagi, ketiga point tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang dengan mendapat yang terbaik. 

Info yang sangat mencengangkan 3 hal tersebut ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap KESUKSESAN sesorang. nah kok bisa..?? 

"Saya mengarungi pendidikan selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2 & S3) Kemudian saya mengajar selama 15 tahun di universitas di 3 negara maju (AS, Korsel, Australia) dan juga di tanah air". 

"Saya menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas terhadap kesuksesan.

Ternyata sinyalemen saya ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap *tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US. Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan rangking) hanyalah faktor sukses urutan ke 30". 

"Sementara faktor IQ pada urutan ke-21, Dan bersekolah di universitas/sekolah favorit di urutan ke-23". 

"Jadi saya ingin mengatakan secara sederhana: Anak anda nilai raportnya rendah, tidak masalah". 
NEM anak anda tidak begitu besar? Paling banter akibatnya tidak bisa masuk sekolah favorit. 

"Yang menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh thdp kesuksesan, Lalu apa faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu ?"

Menurut riset Thomas J Stanley berikut ini adalah 10 faktor teratas yang akan mempengaruhi Kesuksesan: yaitu: 

1. Kejujuran (Being honest with all people)

2. Disiplin keras (Being well-disciplined) 

3. Mudah bergaul (Getting along with people) 

4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse) 

5. Kerja keras (Working harder than most people) 

6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business) 

7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities) 

8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality) 

9. Hidup teratur (Being very well-organized) 

10. Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my ideas/products) 

"Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK. Dalam kurikulum semua ini kita kategorikan "softskill." Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan ekstra-kurikuler. pasti Ending semuanya adalah di tangan Allah SWT...

Salam pendidikan"

Tuesday, November 21, 2017

4 Pilar Kebangsaan Seharusnya Sudah Tertanam Sejak Zigot


Bangga dan senang tercurah saya rasakan saat bersama-sama keluarga besar tapis blogger mengikuti acara "Netezens Lampung Ngobrol Bareng MPR RI" acara yang berlangsung di Hotel Swiss-belhotel Lampung pada hari minggu 19 November 2017. Di kegiatan yang berlangsung 3 jam lebih tersebut, saya mendapatkan semangat kebangsaan yang kembali bergelora terutama dalam pemahaman 4 pilar kebangsaan, setelah sekian lama tidak perna mendapatkan wejengan dari sang pemimpin negeri ini secara langsung. 

Acara ngobrol santai ini yang dipandu oleh Anggota Tapis Blogger kawakan : Yandigsa, Materi  diisi oleh 3 pejabat terkemuka di MPR Republik Indonesia yaitu 
1. DR. (H.C) ZULKIFLI HASAN,.E., M.M.  (Ketua Umum MPR RI )
2. MA'RUF CAHYONO, S.H., M.H. (Sekretaris Jenderal MPR RI)
3. SITI FAUZIAH, S.E., M.M. ( Kepala Biro HUMAS)
Dari penyampaian ketiga toko penting Republik Indonesia ini, menyatakan bahwa pentingnya menyampaikan segala informasi yang benar kepada khalayak ramai atau masyarakat (publik), dengan itu dengan adanya para netezen atau warganet, di era sekarang semua informasi tersebut dapat tersalurkan ke segenap warga yang bisa menjangkau keseluruh pelosok negeri. serta tidak menyampaikan kabar atau berita bohong  atau hoax, menjadi warganet yang bersih demi kemajuan Indonesia. 

Dulu penduduk hanya bergantung informasi dari pemerintah ataupun televisi saja, dari mulut ke mulut, namun sekarang dengan berkembangan dunia digital, semua informasi dunia dapat diases seluruh pelosok negeri bahkan seluruh dunia (dengan catatan jik aakses internetnya mendukung, karena masih banyak wilayah RI yang belum terjangkau dunia internet). 

Selanjutnya penyampaian dari ketiga sumber tersebut sangat memuncul rasa Nasionlisem di diri pribadi saya yaitu: Ada sesuatu yang penting yang harus diinternalkan di masyarakat, karena masyarakat kita berlapis-lapis dan beragam. Tentunya dengan banyaknya keberagaman tersebut tidak sedikit yang akan memunculkan konflik, banyak cara dilakukan dunia untuk meredam tersebut. Jika caranya tidak produktif akan memunculkan konflik lebih besar. Maka dari itu : pentingnya 4 pilar.  Empat pilar MPR RI itu adalah pancasila, UUD 45, NKRI, dan  bhenika tunggal ika. 

Empat pilar itu jangan sampai hilang, kita sebagai pewaris harus menjaganya, merawatnya dan eksistensinya. Empat pilar Jangan sampai nilai-nilai itu hilang di generasi penerus kita. Jangan sampai generasi muda kita mencari ke negara lain. Karena negara Kita sedang diintif. Kita harus  jaga 5 hal yang menjadi Ideologi negara  dalam penjabaran sebagai berikut:
  • Bangsa yang religius dan tidak boleh hilang, indikatornya dan  implementasinya
  • Bangsa yang memanusiakan manusia sendiri / Karakter humanisme
  • Suarakan persatuan, nasionalisme Dengan banyak cara. Misal mencintai produk sendiri dll
  • Tidak boleh mengambil keputusan yang akan memunculkan konflik. Selesaikan dengan musyawarah mufakat
  • Keadilan sosial
Dari itu selanjutnya. Taat terhadap peraturan atau undang undang dasar, Suarakan bhenika tunggal ika, berbeda itu bukan sesuatu eksklusif yang dipertentangkan tetapi berbeda itu untuk bersatu untuk kokohnya NKRI. Menjalankan empat pilar itu caranya banyak yang penting kita tetap bersatu, Nilai nilainya itu harus kita pegang sebagai pemandu, Kita harus meningkatkan ketahanan kita, ketahanan ediologi kita. Itu untuk menuntuk kita dapat bersaing di global. Daya saing dan daya tahan. Bangun pemudi pemuda, menjadi tanggunganmu terhadap nusa dan bangsa.  Nilai2 kebangsaan RI penting yang harus dijaga.

Berikut ini puisi yang sempat disampaikan oleh Sekretaris Jenderal MPR RI : MA'RUF CAHYONO, S.H., M.H. membuat saya sangat terharu.
Apakah kita masih indonesia?

MANIFESTO
INI BARU INDONESIA

Masih Indonesiakah kita 
Setelah sekian banyak jatuh bangun 
Setelah Sekian banyak tertimpa dan tertempa
Setelah sekian banyak terbentur dan terbentuk

Masih kita meletakan harapan di atas kekecewaan 
Persatuan diatas perselisihan 
Musyawarah diatas amarah 
Kejujuran diatas kepentingan

Ataukah ke-Indonesia-an kita telah pudar
Dan hanya tinggal sligan dan gambar

Tidak !
Karena mulai kini nilai-nilai itu kita lahirkan kembali
Kita bunyikan dan kita bumikan 
Menjadi jiwa dan raga setiap manusia Indonesia

Dari Sabang sampai Marauke 
Kita akan melihat lebih banyak lagi 
Senyum ramah dan tegur sapa
Gotong royong dan tolong menolong 
Kesantunan bukan anjuran tapi kebiasaan 
Kepedulian menjadi dorongan

Dari terbit hingga terbenamnya matahari 
Kita melihat orang orang berpeluh tanpa mengeluh 
Berkeringat karena semangat 
Kerja keras menjadi ibadah 
Ketaatan menjadi kesadaran 
Kejujuran menjadi harga diri dan kehormatan

Wajah mereka adalah wajah Indonesia yang sebenarnya 
Tangan mereka adalah tangan Indonesia yang sejati
Keluhuran budi mereka adalah keluhuran Indonesia yang sesungguhnya

Hari ini kita gemakan, Ini baru Indonesia
Dari MPR untuk NKRI.

Selanjutnya Penyampaian Bapak Ketua MPR RI: Zulkifli hasan, masalah Indonesia yang sekarang harus kita tuntaskan bersama seluruh rakyat  adalah 
1. Kemiskinan 
2. Kesenjangan 
3. Korupsi 
4. Distrust

Generasi jaman sekarang harus membudayakan cinta daerah sendiri untuk Indonesia, memahani sejarah bangsa kita, serta harus memiliki ilmu pengetahuan. sehingga dengan ilmu kita akan tau atau dapat memprediksikan yang akan terjadi kedepan. serta punya ilmu juga harus cekatan. 


Mengapa Aku Merasa Ada Ketimpangan dengan Kebangsaan?
Indonesia, tanah airku, tempatku dilahirkan dan dibesarkan. Ibu pertiwi Indonesiaku Nusantaraku, negara besar yang terbentang dari Sabang hingga Marauke, negara maritim yang kaya dengan pulau pulau dan lautan.  Indonesia, nusa bangsaku yang merdeka pada 72 tahun yang lalu, berkat perjuangan para pahlawan yang berkorban jiwa raga, tumpah darah yang tidah bisa ternilai harganya, perjuangan para pahlawan kemerdekaan dan pembangunan hingga sekarang negaraku tercinta mampu berdiri tegak.  

Namun. 72 tahun sudah merdeka, tetapi dibenak dan pemikiranku yang paling dalam, mengapa aku merasa Indonesia belum merdeka, belum bebas sepenuhnya, masih banyak kejanggalan dan   ketimpangan, di mata kepala dan batinku, masih ada ketidakadilan, kesenjangan, bahkan maraknya korupsi di negeriku ini. bukan kah cita-cita luhur para pahlawan untuk mensejaterakan warga negara adalah sangat mulia, namun yang jelas sekarang memerdeka warga negaraku belum tercapai.

Lalu dimana kejanggalan dan ketimpangan itu? Masih tampak jelas dijalanan,  diperumahan, digedung-gedung, dipabrik-pabrik dan di kehidupan sehari-hari bahkan di luar negeripun. Warga negara  Indonesiaku masih sibuk menjadi pengais untuk menyambung hidup.  Bagaimana untuk berpikir menghasilkan kreatifitas yang baru jika hari-hari sibuk untuk memenuhi kebutuhan perut? ini salah salah siapa?

Kemiskinan masih tinggi, orang kaya makin kaya, persaingan makin berat, individualis makin meraja, lahan makin sempit, gedung makin mejulak langit, pekerja makin banyak, pengangguran makin tinggi, tinggal di rumah tapi lahan orang lain, mungkin banyak sudah ungkapnya atas fenomena kehidupan di tanah airku ini.  Tetapi yang paling menyedihkan mengapa aku merasa makin kesini, makin merasa di masyarakatku menjadi buruh di negeri sendiri. Dimana lahan kita untuk bercocok tanam?

Ada apa dengan ini? 
Apa ada yang salah dengan pemikiranku, pemikaran kita, pemikiran masyarakat, atau pemikiran pemimpin? 
Apa ada yang salah dengan penglihatanku, pendengaranku, semua makin berbeda dengan kehidupan yang diinginkan para pejuangan kemerdekaan. ada apa dengan kehidupan kita, cara kebiasaan kita atau cara pengelolaan kita?

Selanjutnya ini ada satu cerita indah namun menyesakkan.  Apa itu? hehe,, jangan serius-serius baget dunk.. santai yukk.. ini cerita tentang tentang pengalamanku dan fenomena anak muda sekarang.

Dulu sejak kecil, saya selalu ditanamkan oleh orang tua dan keluarga serta guru-guruku untuk selalu berkata sopan, tidak berbicara kotor, berpakaian yang baik,  bertata krama, salam sapa, dan lainnya bahkan dalam cara makanpun sudah diajarkan dengan ala adat yang begitu khas. terus yang penting lagi selalu untuk tepat waktu dan kedisiplinan yang tinggi, selain itu akupun sudah diajarkan cara berkreasi dalam tali temali, cara menangkap ikan dan cara memanen kopi hingga cara mengelolah menjadi bubuk kopi. Kesemuanya semakin tertempa ketika aku bergabung kepanduan pramukaan sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. "Bukan pamer ya... hanya sekedar cerita"

Di keluarga dan kepanduan saya ditempa menjadi seorang anak muda yang harus kuat di laut, darat dan udara, hehehe kayak tentara aja . . Disana saya terbiasa karena kebutuhan kelompok  untuk kehidupan dengan gotong royong, ramah, bekerjasama, tolong menolong, santun, peduli serta  Bersemangat untuk kerja keras, taat dan  jujur.  "Bukan sombong lohh, tapi memang ikut pramuka itu banyak manfaatnya"

Kebiasaan-kebiasaan itu masih terbawa hingga sekarang, akan tetapi sebagai tenaga pengajar aku melihat banyak sekali perbedaan anak muda jamanku dulu dengan jaman sekarang, yang sekarang lagi ngetrend ANAK JAMAN NOW (dengan catatan tidak semua begitu). Tapi sebagian besar banyak, dimata kepalaku kok banyak muda yang manjah, suka mengeluh, mudah putus asa, dan tidak mau berusaha keras, tidak mau tau, tidak peka dengan masyarakat, seakan semua harus disuapi lebih parah lagi hilangnya norma-norma di kehidupan mereka. (semoga saja ini hanya sampel yang salah, hehe).

Kembali saya ingat masa kecilku, masa kecil saya habiskan di desa didaerah pegunungan bukit barisan selatan, saya tidak asing lagi dengan sebutan anak gunung, karen anak gunung mampu hidup kuat dan survive di alam, " bagga nihhh"  terus, dulu sejak kecil saya mandi dulu ke sungai, dimana perjalanan rumah ke sungai sekitar 2 km, itu kami lakukan setiap pagi dan sore hari, kami terbiasa dengan hal tersebut selanjutnya saya pergi ke sekolah harus jalan kaki sekitar 2 km dari rumah, kami juga teebiasa, kami tidak ada listrik dan internet tapi daya dan minat bacaku sangat tinggi. Banyak cerita jaman kami yang serba terbatas tapi kami lalui dengan semangat. 

Di sekolah kami selalu diajarkan dan ditanamkan tentang pancasila, UUD 45, Kenegaraan dan bahkan kami semua menteri kami hapal. Kami sulit mendapatkan berita, kami hanya tergantung pada stasiun televisi TVRI, itupun dulu masih hitam putih. Tapi semangat cinta negeri begitu menggebu.

Lalu bagaimana dengan anak muda sekarang? Mungkin lebih update tentang cerita senetron dan gosip artis daripada kinerja atau misi para pemerintah? coba tanya ke ibu - ibu rumah tangga apakah mereka hapal Pancasila? mereka tau tentang pilar kebangsaan? ya bisa dijawab dan praktekan di orang-orang sekitar kita, sehingga tau jawabannya? 
Mengapa demikian? Duhh komplit ya?

Mengulas hal tersebut sehingga saya berasumsi perlunya menananam 4 pilar kebangsaan sejak zigot.

Nah apa itu zigot? 
Zigot adalah hasil dari pembuahan antara sel sperma dan sel telur yang akan tumbuh dan berkembangan menjadi embrio selanjutnya menjadi janin di dalam rahim ibunya. 
Oleh karena itu zigot sudah mengandung gabungan dari gen ibu dan bapaknya. Gen adalah kode genetik yang membawa informasi dari orang tua yang diturunkan ke keturunannya.  
Maka semua informasi sifat kedua orang tua akan bersatu didalam zigot, sifat-sifat baik orangtuanya akan diturunkan ke zigot tersebut.

Lalu 4 pilar kebangsaan itu apa saja ?
Ini dia yang dimasud 4 pilar
Empat Pilar Kebangsaan 
  1. - Pancasila sebagai dasar dan Ideologi Negara 
  2. - UUD NRI tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara 
  3. - NKRI sebagai bentuk Negara 
  4. - Bhenika Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara
Implementasi sila-sila Pancasila
KETUHANAN YANG MAHA ESA 
- Berhenti saling menyakiti, mulailah saling menghargai 
- Berenti saling merendahkan, mulailah menghormati perbedaan
- Berhenti takabur, mulailah bersyukur

KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB 
- Stop marah marah, mulailah bersikap ramah 
- Berhenti memaki, mulailah memakai hati
- Berhenti curiga, mulailah menyapa

PERSATUAN INDONESIA
- Berhenti berseteru, mulailah bersatu
- Berhenti memaksakan, Mulailah berkorban 
- Berhenti mencari perbedaan, mulailah bergandeng tangan

KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
- Berhenti silang pendapat, mulailah mencari mufakat 
- Berhenti besar kepala, mulailah berlapang dada
- Berhenti bersilat lidah, mulailah bermusyawarah

KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA 
- Berhenti malas, mulailah bekerja keras
- Stop diskriminasi, mulailah toleransi
- Berhenti menang sendiri, mulailah berbagi.

oleh sebab itu pentingnya didikan dari orang tua sejak dini tentang kebangsaan dan cinta tanah air sedini mungkin sehingga akan memunculkan rasa memiliki sepenuhnya dan akan bisa mengendalikan bangsa NKRI akan dibawa kemana. 

Mari kita pahami dan wujudkan 5 pilar kebangsaan Indonesia.