Tridarma perguruan tinggi: pendidikan/ pengajaran, pengabdian dan penelitian

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Sunday, September 15, 2019

Sawit Ibarat Pedang Bermata Dua, Mari Bersolusi Demi Indonesia

Buah Kelapa Sawit baru saja dipanen
sumber foto :   cnnindonesia. com
Halo pembaca budiman, apa kabar? Semoga selalu dalam Lindungan Allah SWT. Aamiin. 

Berikut ini saya akan mengulas secara singkat tentang sawit, senaja saya beri judul sawit: Ibarat Pedang Bermata Dua Mari Bersolusi Demi Indonesia, mengapa demikian? yuk disimak ya.

Kelapa sawit adalah tanaman kelompok palem-paleman yang buahnya dapat dikelola menjadi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Indonesia adalah negara yang memiliki kebun kelapa sawit terbesar di dunia, bahkan tercatat hingga mencapai 9 juta hektar. Indonesia memproduksi jutaan ton CPO setiap tahunnya. CPO memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan salah satu penyumbang devisa negara terbesar dari sektor agribisnis. “waw keren ya”. ini menjadikan bukti sawit kuat Indonesia hebat. 
Perkebunan sawit yang membentang luas
sumber foto: SawitPlus.co 
Begitu besarnya keuntungan dan penggunaan lahan perkebunan kelapa sawit tersebut, ternyata memiliki banyak pro dan kontra. Menurut tinjauan saya bahwa bisnis perkebunan kelapa sawit bak pedang bermata dua, dimana kebutuhan dan manfaat dari minyak kelapa sawit begitu banyak, akan tetapi tidak kalah banyaknya pemberitaan dan isu dampak negatif dari pembukaan perkebunan kelapa sawit yang sangat merugikan masyarakat bahkan disinyalir hingga global. 
Sebelum saya bercerita tentang isu dampak negatif perkebunan kelapa sawit, saya membagikan, apa sih manfaat dari minyak kelapa sawit? 
Manfaat Kelapa Sawit 
  • Sebagai minyak goreng (Food oil) baik untuk kesehatan Mengatasi kekurangan vitamin A dan Perlindungan otak 
  • Sebagai bahan baku bioavtur (bahan bakar pesawat), biodiesel, campuran solar, Sebagai oli / pelumas.
  • Sebagai bahan baku dalam industri baja 
  • Bahan  mentega (Oleo-margarine) 
  • Bahan pomade (bahan kosmetik rambut), lotion dan juga cream kulit. 
  • Membantu mengurangi rasa luka bakar dan menetralkan rasa pedas 
  • Bahan baku pembuatan cat, pembersih atau pasta gigi, an dempul.
  • Dapat membantu proses penyamakan kulit.
  • Ampas kelapa sawit sebagai makanan hewan, kompos dan biogas.

Manfaat minyak kelapa sawit ternyata sangat banyak, wajar saja jika permintaan dunia akan minyak ini makin meningkat. 
Sehingga semakin meningkat pula untuk kebutuhan lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Peralihan hutan, tanah pertanian dan tanah masyarakat ke perkebunan kelapa sawit, sehingga muncul isu yang diangkat oleh masyarakat pecinta lingkungan dari isu deforestasi, Kerusakan ekosistem hayati, Kerusakan unsur hara dan air dalam tanah, Munculnya hama migran baru yang sangat ganas, Bencana banjir dan kekeringan, eksploitasi lahan gambut, perampasan tanah petani, kerusakan sungai, pencemaran, alih fungsi lahan, kebakaran hutan dan asap. 

Perkebunan kelapa sawit dituding sebagai penyebab utama kerusakan lingkungan. Ibarat pedang mata dua, satu sisi menghasilkan keuntungan namun satu sisi malah merugikan. Hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut semua pihak harus memikirkan dan menjalankan solusi yang jitu sehingga tidak akan menimbulkan efek negatif lebih parah dan berkepanjangan. Apalagi diperparah jika keuntungan sawit tidak sebanding dengan risiko ditanggung masyarakat pada masa depan oleh sebab itu sawit harus kuat Indonesia hebat. 
Pohon Kelapa sawit siap Panen
sumber foto:wartaekonomi.co.id
Berikut ini beberapa solusi yang sudah diterapkan untuk mengatasi beberapa isu negatif dari perkebunan kelapa sawit demi sawit kuat Indonesia hebat: 
  • Alternatif penanaman kacang-kacangan. Jika lahan ditanami kacang-kacangan, hal ini akan mencegah kehilangan unsur hara tanah, pengikat air tanah dan menciptakan agro ekosistem. 
  • Pengolahan Limbah cair dan gas buang terdiri palm oil mills effluent (POME) dan gas buang metana. memisahkan gas metana dari ampas POME menjadi kompos. proses fermentasi POME menghasilkan gas metana untuk biogas. 
  • Menerapkan Smart Agriculture solusi dari anak bangsa untuk mempercepat adopsi daripada Industry 4.0 bagi industri perkebunan Kelapa Sawit dalam mengatasi kurangnya produktivitas perkebunan akibat tingginya biaya pemeliharaan kebun, keamanan, pembibitan dan pupuk, serta tenaga kerja yang kurang efisien. 
Demikianlah ulasan singkat saya tentang maraknya isu perkebunan kelapa sawit mari bersolusi demi Indonesia, sawit kuat Indonesia hebat semoga kedepan permasalahannya dan keuntungan ibarat pedang bermata dua dapat terselesaikan dengan baik demi anak cucu kita.
demi anak cucu kita sawit kuat Indonesia hebat
sumber foto: Rasuane Noor

Sumber rujukan
https://www.instagram.com/sawitbaik 
https://www.industry.co.id/read/19182/tujuh-kerugian-dampak-adanya-perkebunan-sawit
https://www.industry.co.id/read/54757/smart-agricultur-solusi-industri-sawit-perkebunan
https://www.industry.co.id/read/54467/palm-is-not-my-id-kami-akan-tingkatkan-semangat-perjuangan-menentang-industri-kelapa-sawit
https://www.liputan6.com/citizen6/read/2335106/6-fakta-mengerikan-mengapa-indonesia-sebaiknya-tak-menanam-sawit
https://www.kompasiana.com/yos08/5a6abfd9caf7db322225e413/untung-rugi-sawit-dan-perkebunannya
https://id.wikipedia.org/wiki/Dampak_sosial_dan_lingkungan_dari_minyak_sawit
https://beritagar.id/artikel/berita/perkebunan-kelapa-sawit-di-antara-keuntungan-dan-kerusakan-lingkungan
https://www.tuk.or.id/2015/01/22/dampak-kelapa-sawit/
https://www.alodokter.com/mengenal-manfaat-kelapa-sawit-dan-bahayanya
http://www.bumn.go.id/ptpn1/berita/1-17-Manfaat-Kelapa-Sawit-Untuk-Kesehatan-dan-Kecantikan

Wednesday, September 4, 2019

Mengapa Saya Dosen Ber-Kinerja Terbaik di Audit internal UM Metro? (ulasan instropeksi diri)


Alhamdulillahi robbil’alamin, Rasa syukur saya panjatkan atas semua nikmat yang diberikan Allah SWT yang tak perna kering dan lekang oleh waktu. Hari ini pada pembuka awal tahun baru islam 2 muharram 1441 hijriah, perasaan jantung berdegup kencang di tengah–tengan acara Evaluasi Akademik Semester Genap TA 2018/2019 dan Pembagian SK mengajar Semester ganjil TA 2018/2019 Universitas Muhammadiyah Metro, ketika ketua LPPM UM Metro menyebut nama saya: Rasuane Noor, S.Si, M.Sc. sebagai dosen dengan kinerja terbaik ke-1 bidang penelitian, saat itu juga dalam hati yang paling dalam alhamdulillahi robbil’alamin. Ketika itu juga saya dimintakan untuk berdiri untuk menyapa semua audensi di ruang Aula Gedung HI UM Metro, dengan perasaan gugup saya berdiri sambil menyebar senyum dan mengangkat tangan untuk menyapa semua hadirin sekalian. 


Detak jantung berdegup lebih kencang pada saat saya dinyatakan sebagai dosen kinerja terbaik ke-1 bidang catur dharma. Kala ini perasaan dalam dada semakin berkecambuk senang, bahagia dan puji syukur “hasil tidak mendustai proses”. Seketika itu juga terbayang wajah pujaan hati, istri tercintaku Heni Setianingsih, yang tahun lalu menyampaikan pada saat saya sebagai dosen kinerja terbaik ke-3 di bidang yang sama catur dharma “Abang mendapatkan dosen berkinerja terbaik ke-3, ini adalah awal untuk abang mendapatkan terbaik ke-1, terus semangat dan teruslah berkarya kerja lebih baik lagi” ya itulah salah penyemangat saya untuk terus memperbaiki diri menjadi sosok dosen yang sesungguhnya. Dimana pada saat ini, apa yang diinginkan sang tulang rusukku ini terwujud jadi nyata. Semoga kedepan ini adalah pemicu untuk menjadi pribadi yang lebih baik, handal, terpercaya dan pembawah berkah untuk semua. Aamiin.. 

Di balik penghargaan yang saya dapatkan sebagai dosen kinerja terbaik ke-1 hasil audit internal akademik bidang catur darma tahun akademik 2018/2019 di Universitas Muhammadiyah Metro, semua tidak terlepas dari usaha, motivasi dan doa. Sebelum saya bercerita tentang usaha, motivasi dan doa dalam ulasan instropeksi diri setelah mendapatkan penghargaan dosen kinerja terbaik di UM Metro, tidak ada salahnya saya bercerita sedikit apa itu audit internal dan catur dharma perguruan tinggi? 

Audit internal UM Metro adalah penilaian bagaimana kinerja dosen dalam empat bidang yaitu EP (evaluasi pendidikan), EPIN (evaluasi penelitian), EPAN (evaluasi Pengandian) dan AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan) di internal kampus Universitas Muhammadiyah Metro yang dilakukan oleh tim khusus yang ditunjuk oleh LPM (Lembaga Penjaminan Mutu) Universitas Muhammadiyah Metro. Selanjutnya catur dharma adalah dari kata catur artinya empat dan dharma artinya kewajiban/ fungsi. Dalam Undang-undang Perguruan Tinggi No. 22 tahun 1961 untuk pertama kalinya di Indonesia menerapkan tiga fungsi (Tri Dharma) Perguruan Tinggi. Ketiga fungsi (Tri Dharma) tersebut meliputi pendidikan tinggi sebagai tempat untuk mengajarkan pengajaran, pendidikan untuk mengadakan riset, dan pengabdian masyarakat. Selanjutnya di Universitas Muhammadiyah Metro menerapkan catur dharma perguruan tinggi meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian dan AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan). Hal-hal tersebutlah yang dinilai oleh tim audit dalam menentukan dosen kinerja terbaik di UM Metro. 

Perjalanan saya dalam menggapai dosen kinerja terbaik yang tersebut diatas adalah atas dasar usaha, motivasi dan doa. Pertama dalam segi usaha, bukti real yang saya lakukan dalam menghadapi penilai tim audit internal kampus adalah belajar, kebiasaan dan persiapkan. Apa saja yang saya pelajari dalam audit internal? 1) Saya berusaha memahami dan mengerti apa itu audit internal dan tujuannya? 2) Saya pelajari instrumen penilaian audit internal terdiri dari 4 aspek EP (evaluasi pendidikan), EPIN (evaluasi penelitian), EPAN (evaluasi Pengandian dan AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan). 2) dari ke 4 aspek tersebut saya telaah apa isi dari point-point dalam penilaian audit internal tersebut? 3) selanjutnya saya diskusikan dan tanyakan bagaimana untuk mendapatkan dan melengkapi berkas yang diinginkan dari point-point dalam penilaian audit internal tersebut? 

Kemudian setelah saya pelajari tentang dalam audit internal saya lanjutkan dengan hal kebiasaan. Dalam sedikit analogi, kapan seseorang dikatakan sebagai penyelam/diver? Apakah dia harus praktek langsung di dalam air kemudian melakukan penyelaman, atau ada bukti secara singkat? Ya tentu ada, apa itu? bukti kartu nama (ID card) peyelam /Diver yang diakui oleh badan penyelenggara sertifikat selam yang mupuni seperti CMAS dan PADI untuk dunia, dan POSSI untuk Indonesia. Dengan memperlihatkan bukti kartu nama (ID card) tersebut sudah membuktikan bahwa seorang adalah penyelam/diver, tidak semata harus mempraktekkan langsung menyelam di air. Nah begitu juga dalam melengkapi berkas yang diinginkan dari point-point penilaian audit internal. Bukti berkas yang valid, itulah yang akan menjadi patokan bahwa nilai audit kita akan baik atau nilai maksimal. Sehingga kita juga akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Hubungan dengan faktor kebiasaan yang saya utarakan diatas adalah dimana saya selaku seorang dosen pendokumentasi itu sangat penting sekali. Dimana kebiasaan saya dalam mendokumentasikan atau mengarsipkan berkas-berkas seorang dosen, hasil belajar dari senior saya sekaligus penutan dan orang tua di Prodi Pendidikan Biologi Ibu Dr. Hening Widowati, M.Si. Masih terpatri di kepalaku saran beliau pada saat saya awal menjadi dosen di UM Metro pada awal tahun 2012 “pak Raswan setiap surat, SK dan berkas-berkas perkuliahan diarsipkan karena suatu saat ketika dibutuhkan, tinggal diambil saja sehingga tidak kesulitan dalam mengadakannya” sejak saat itu saya terbiasa menyimpan semua surat-surat, SK, dan berkas-berkas lainnya yang saya fotocopy, saya pisahkan dalam file-file khusus/masing-masing selanjutnya saya simpan di lemari prodi dan fotocopy-nya saya simpan di rumah. Selanjutnya sampai saat ini sejak saya mendapatkan sertifikasi dosen (serdos), untuk kebutuhan laporan beban kerja dosen (BKD) serdos tersebut, berkas-berkas yang baru saya dapatkan, segera saya scan, fotocopy dan saya simpan. Alhamdulillah kebiasaan tersebut sangat berimbas positif pada saya melengkapi berkas-berkas serdos dan penilaian audit internal kampus. Pada intinya “membiasakan mendokumentasikan itu sangat penting untuk pembuktian” bukan sudah trend jaman sekarang ”Bagaimana citra itu muncul jika tanpa pembuktian”. 

Kemudian usaha saya dalam persiapan menghadapi penilaian audit internal kampus adalah 1) Saya meminta instrumen penilaian audit internal kampus dari kaprodi atau ke LPPM UM Metro. 2) Saya mengumpulkan dan melengkapi semua berkas yang diinginkan dari point-point dalam penilaian audit internal. 3) Saya menyusun semua berkas yang diinginkan dari point-point dalam penilaian audit internal dengan runut dan tersusun rapi, sehingga auditor tidak kesulitan dalam membuktikan point-point dalam intrumen audit internal tersebut. Makin jelas akan makin baik. 4) Serahkan berkas audit tersebut tepat waktu. 5) saya berusaha tidak menunda waktu dengan prinsip “jika bisa dikerjakan sekarang mengapa harus menunggu nanti, waktu yang berlalu tidak akan kembali. Kemudian lanjutkan “proritaskan yang lebih utama”. 

Motivasi dalam langkah saya untuk menggapai dosen terbaik yang tersebut diatas adalah adanya motivasi dari Ibunda dari anak saya Atraz Rahend Mahdiramadhan, beliau mengisi full kehampaan dan kekosongan hidup saya setelah sekian lama membujang. Beliau memberikan hal yang tak terhingga dari warna rasa nada aroma cita dan jiwa segenap hidup saya. Beliau telah menyempurnakan separuh agama saya seperti yang disunahkan Rasulullah Muhammad SAW. Setiap saya melangkah keluar pintu selalu untuk segera pulang, yang selalu terngiang lagu dengan lirik: 

“Berangkatlah sayang hati hati di jalan, Do'a kusertakan mohon kepada Tuhan
Semoga tiada arah melintang, Macam macam godaannya setan
Restu cintaku untukmu, Oh pujaan

Berangkatlah sayang hati hati di jalan, Aku Tidak minta oleh oleh
Emas permata dan juga uang, Tapi yang kuharap engkau pulang
Tetap membawa kesetiaan 

Dirimu bagaikan layang layang, Kulepas tali benang ku genggam
Semakin melayang kau di awan, Semakin aku takut kehilangan” 

Hehe.. bagaimana liriknya mantap kan? Semoga keluargaku semakin sakinah, mawadah dan warahmah. Aamiin ya robbalamin. 

Selain motivasi dari Istri dan keluarga besar saya, juga tidak luput juga dari motivasi dari orang terdekat saya baik dari teman-teman se-profesi juga dari teman-teman hoby di blog, backpacker dan fotografi. Banyak sekali masukan dan saran untuk saya agar menjadi pribadi yang lebih bermakna di muka bumi ini. Lalu tidak kalah kuatnya motivasi dari diri saya sendiri, saya berusaha untuk menjadi lebih baik, selalu terlekat erat dalam diri “orang lain bisa, mengapa saya tidak bisa, saya harus bisa”. Motivasi inilah selalu menguatkan saya agar selalu terus belajar dan berusaha menjadi orang-orang hebat seperti di berita-berita dunia. Namun kadang kalah penyakit akut yang obat tidak berwujud selalu saja menghantui bahkan kronis menjadikan saya seorang super santai dan mengabaikan kewajiban. Apa itu penyakitnya? Penyakit MALAS, inilah penyakit yang paling susah disembuhkan, bahkan karena penyakit ini, bisa berefek sangat fatal. Penyakit malas yang sering saya alami adalah menunda-nunda pekerjaan. Nah saya sampai detik ini terus berjuang untuk menghilangkan penyakit malas tersebut, semoga kedepan penyakit malas ini hilang total dalam kehidupan saya.. saya juga terus berdoa semoga Allah SWT selalu menjauhkan saya dari berbagi penyakit hati dan terus diberikan rezeki sehingga dapat memberikan terbaik untuk keluarga dan orang disekitarku... aamiin.. 

Demikian ulasan instropeksi diri saya dalam perjalanan saya dalam menggapai dosen terbaik atas dasar usaha, motivasi dan doa. Selanjutnya saya akan berlanjut cerita bagaimana melengkapi semua berkas yang diinginkan dari point-point dalam penilaian audit internal. Instrumen penilaian audit internal terdiri dari 4 aspek borang evaluasi diri (ED): EP (evaluasi pendidikan), EPIN (evaluasi penelitian), EPAN (evaluasi Pengandian) dan AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan). 

Dalam memenuhi aspek borang evaluasi diri (ED): EP (evaluasi pendidikan) semua point-point berusaha saya penuhi dari instrumen tersebut dari aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, pengendalian pelaksanaan dan penyempurnaan pelaksanaan. Aspek-aspek tersebut secara rinci dapat disimak pada instrumen EP (evaluasi pendidikan) yang harus diisi oleh dosen UM Metro setiap akhir semester. Instrumen EP (evaluasi pendidikan) untuk semester genap TA 2018/2019 saya melaporkan audit internal pada mata kuliah Mikrobiologi. Mata kuliah ini diambil oleh mahasiswa semester enam (6) Prodi pendidikan Biologi, yang mana saya bersama-sama pak Dr. Agus Sutanto, M.Si. mengampu mata kuliah ini. Dari awal sebelum perkuliahan, saya dan pak Agus sudah diskusi untuk membahas unsur mata kuliah meliputi: deskripsi, capaian pembelajaran (CP), kontrak perkuliahan, metode perkuliahan, rencana pembelajaran semester (RPS), silabus perkuliahan serta lainnya dalam mendukung berjalannya per kuliah selama 1 semester ke depan. Kami sebagai tim teaching sering melakukan diskusi berhubungan dengan perkuliahan baik itu secara tatap muka langsung maupun koordinasi melalui via smartphone demi terlaksananya perkuliahan yang bermutu. Selanjutnya pada perkuliahan perdana kami isi dengan masuk bersama. Materi hari pertama perkuliahan membahas kontrak perkuliahan dan pendahuluan, selanjutnya untuk pertemuan perkuliahan seterusnya, kami berbagi waktu dalam mengajar sehingga tidak ada benturan dalam mengajar dan aktivitas lain. Metode perkuliahan yang kami terapkan di kelas adalah diskusi dan presentasi, mahasiswa membuat kelompok tugas kemudian mereka mempresentasikan di depan kelas kemudian berdiskusi dengan yang lain. Metode ini cukup efektif untuk membiasakan mahasiswa fasih dan bagus ketika berbicara di depan kelas. Hal ini sejalan sebagai calon guru. Untuk memancing mahasiswa agar aktif diskusi, dosen setiap pertemuan melakukan pretest/posttest sehingga mau tidak mau mahasiswa harus meyimak materi yang dipresentasikan dan diskusikan pada hari itu. Selain kuliah aktif di kelas dengan total pertemuan 16 kali, dalam mata kuliah ini, mahasiswa berperan aktif dalam perkuliah interaktif melalui diskusi online di website dan group online facebook. Diskusi online dilakukan setiap minggu pada malam kamis lepas isya hingga pukul 11 malam, hal ini sejalan dengan penggunaan perangkat media/sarana dalam mendukung kegiatan perkuliahan media bervariasi dan mutakhir sesuai Revolusi Industri (RI) 4.0. Alhamdulillah selama perkuliahan MK Mikrobiologi dilengkapi buku ajar yang kami buat bersama-sama dan sudah terbit ber-ISBN yaitu buku dengan judul: 1. Mikrobiologi Lingkungan 2. ... Supaya membantu membantu mahasiswa lebih dalam lagi saya juga membagikan materi-materi perkuliahan dan soal-soal di website saya www.rasuanenoor.net

Dalam memenuhi aspek borang evaluasi diri (ED) EP (evaluasi pendidikan) semua point-point berusaha saya penuhi dari instrumen tersebut dari aspek pelaksanaan pada point rata-rata nilai kemampuan dosen (skala 1—5) menurut hasil evaluasi dosen oleh mahasiswa (EDOM) yang nilainya masih di skala 4 sedangkan dari 8 dosen Prodi Pendidikan Biologi S2, 6 dosen memiliki nilai skala 5. Atau kata lain saya memiliki nilai terendah nomor 2. Disini saya mencoba mereview ada apa dengan cara pelaksanaan pengajaran saya di Prodi Pendidikan Biologi? Mengapa mahasiswa saya, menilai evaluasi dosen oleh mahasiswa (EDOM) terendah di Prodi Pendidikan Biologi? 

1. Untuk MK Mikrobiologi, mahasiswa mengisi edom hanya 12 orang dari total mahasiswa 56 orang. 

2. Dari semua aspek point dalam indikator mahasiswa menilai paling banyak pada skala 4.

3. Nilai paling rendah terbanyak adalah pada lama kuliah sesuai dengan jam yang ditetapkan. 

Semoga kedepannya lebih baik lagi dan lebih objektif. 

Pemenuhan syarat untuk borang evaluasi diri (ED) EPIN (evaluasi penelitian), berawal dari perjalanan road map penelitian. saya sejak kuliah S2 di Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedik, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada sudah fokus ke minat Biologi sel Molekuler dan penelitian saya lakukan adalah mempelajari bahan alam. Publikasi pertama saya yaitu tentang pengaruh senyawa alam dari estrak getah pohon pinus yaitu senyawa alpa terpineol terhadap sel kanker leher rahim, judul artikel publikasinya adalah Cytotoxicity of a-terpineol in HeLa cell line and its effects to apoptosis and cell cycle dipublikasi di Journal of the medical sciences Vol. 46, Number 1, tahun 2014 kemudian selanjutnya saya mengembangkan penelitian masih bahan alam tetapi sebagai pewarna alami untuk mewarnai jaringan dan sel, sehingga saat pengamatan sel / jaringan lebih jelas dan aman. Hingga saat ini saya masih terus melanjutkan riset-riset saya tentang bahan alam baik itu sebagai obat maupun pewarna sel. Demi mendukung mata kuliah yang saya ampu, saya juga mengembangkan penelitian di bidang ekowisata, ekologi dan mikrobiologi. 

Pada tahun 2018/2019 saya bersama tim riset sudah melaksanakan penelitian di bidang biologi dengan 2 penelitian yaitu: 

1. Model Intervensi Komunitas Dalam Memodifikasi Perilaku Masyarakat Sadar Lingkungan Sebagai Upaya Mewujudkan Sapta Pesona Di Sekitar Tempat Wisata tahun k-2 hiba Penelitian Strategi nasional (PSN) tahun 2018. Penelitian ini saya bersama pak Dr.Achyani, M.Si. dan Dr. Satrio Budi Wibowo. 

2. Pengembangan Modul Praktikum Botani Melalui Inventarisasi Makroalga Kawasan Pesisir Barat Lampung Hiba Penelitian Dosen Pemula (PDP) Kemristekdikti tahun 2018. Penelitian ini saya bersama Ibu Triana Asih, M.Pd dan Ahmad Khairidho, M.Pd. 

Dari hasil 2 penelitian tersebut kami sudah melaksanakan seminar nasional, seminar internasional, publikasi ke jurnal ilmiah internasional dan jurnal nasional terindek sinta 2, dan jurnal nasional terindak sinta 4 serta membuat 2 buku ajar sudah ber-ISBN. 

Artikel jurnal yang kami publikasi di jurnal internasional dengan judul: 

1. Local Tourists Characteristics in Lampung Indonesia The International Journal of Social Sciences and Humanities Invention, vol. 6, Issue 02, February, 2019. 

2. Biodiversity and Potential Use of Macro Algae in Pesisir Barat Lampung jurnal Biosaintifika 11 (1) (2019) 100-107 

3. Pengembangan Modul Praktikum Botani Tumbuhan Rendah melalui Identifikasi Makro Alga di Kawasan Pesisir Barat Lampung Jurnal Didaktika Biologi. Volume 2 No 1, 2018. E. ISSN. 2579-7352, P. ISSN. 2549-5267 

2 Judul buku yang sudah terbit ber-ISBN: Model Intervensi Komunitas (Menciptakan Masyarakat yang Sadar Lingkungan Wisata) ISBN. 978-602-5825-55-5, buku ini juga sudah terdaftar di Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dan buku berjudul: Modul Praktikum Makro Alga Di Laut, ISBN. 978-602-5825-49-1 

Jumlah sitasi artikel yang saya miliki sudah lebih dari 30 sitasi, sedangkan selama tahun 2018/2019 terdapat 12 sitasi dengan artikel paling banyak disitasi adalah Cytotoxicity of a-terpineol in HeLa cell line and its effects to apoptosis and cell cycle dipublikasi di Journal of the medical sciences Vol. 46, Number 1,tahun 2014. 

Dalam memenuhi syarat untuk unsur borang evaluasi diri (ED) EPAN (evaluasi Pengandian) selama tahun ajaran 2018/2019 alhamdulillah kami dipercya untuk mengerjakan 2 hiba PKM (Pengabdian Kepada masyarakat) dan beberapa pengabdian yang bersifat mandiri. Hiba pengabdian pertama yaitu Hiba PPDM (Program Pengembangan Desa Mitra) tahun ke 2 yang didanai oleh Kemristekdikti tahun 2018. Judul pengabdiannya adalah Pemberdayaan dan Meningkatkan Nilai Tambah Komoditas Perkebunan Serta Peningkatan Ekonomi Petani Kopi Organik di Desa Srimenanti Kecamatan Air Hitam Kabupaten Lampung Barat. Tim dalam pengabdian ini bersama-sama: Dr. Achyani, M.Si, Agus Sutanto, M.Si., Dedy Subandowo, dan fenny Thresia, M.Pd. Selanjutnya pengabdian yang kedua adalah Hiba OPR didanai oleh UM Metro tahun 2018 dengan judul: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Pepaya California Di Desa Bangunrejo Tanggamus, tim pengabdian ini bersama-sama bapak Suharno zen, M.Sc. Pengamdian mandiri yang saya laksanakan bersama-sama mahasiswa PPLT dengan beberapa kegiatan dengan judul yaitu : Kueh Tar (Kuy Ke Rumah Pintar), Pelestarian Budaya Lokal Dalam Kehidupan Bermasyarakat Dengan Peringatan Hut Ri Ke-73, Dan Pemanfaatan Hidrogel Dari Popok Bekas Sebagai Wahana Tanaman Hias (Perampok Kelas Bawah Na’as). Kemitraan dalam program pengabdian yang dilaksanakan melibatkan 2 mitra dalam skala Nasional yaitu KWT, Gapoktan dan Aparat desa Srimenanti kecamatan Lampung Barat dan Bappeda Lampung Barat, Beberapa Sekolahan dan Kelurahan di Kota Metro. Dari hasil pengabdian tersebut berupa luaran pelaksanakan kegiatan pengabdian dosen meliputi : seminar International di Bandung, Publikasi di media massa Lampung Post dan Radar Lampung, website dan blog serta menerbitkan buku Cetak ber-ISBN dengan judul : pembuatan  Kompos dari kulit Kopi dengan stater LCN.  

Untuk melengkapi semua berkas AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan) saya sudah memiliki arsif atau bukti-bukti atas kemampuan dalam Kemampuan Membaca dan hafalan Al-Qur-an dari hasil upgrading AIK, Potensi peningkatan pemahaman islam dan amal solih dengan bukti aktif dalam kegiatan pengajian dan kegiatan keislaman lainnya, Melakukan integrasi nilai AIK kedalam Tridarma PT (pendidikan, penelitian dan pengabdian) dengan bukti silabus dan laporan yang sudah melakukan integrasi nilai AIK, Memiliki kartu keanggotaan muhammadiyah 5 sampai kurang dari 8 tahun, Pengalaman dalam mengikuti pengkaderan muhammadiyah Telah mengikuti training pengkaderan atau pernah aktif sebagai pengurus ortom di bawah persyarikatan muhammadiyah Sebagai anggota aktif persyarikatan di wilayah anggota di bidang Lingkungan Hidup. 

Demikian cerita saya dalam melengkapi instrumen penilaian audit internal terdiri dari 4 aspek EP (evaluasi pendidikan), EPIN (evaluasi penelitian), EPAN (evaluasi Pengandian) dan AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan). Berikut ini saya lanjutkan pandangan saya atas penilaian teman-teman baik disampaikan secara langsung kepada saya atau hanya sekedar rumor yang berhembus dengan pertanyaan: 1) kok bisa pak Rasuane menjadi dosen dengan kinerja terbaik pertama di UM Metro?, seharus dosen A, B atau C lebih banyak bagus. 2) ya wajar saja terbaik, itu kan mengisi nilai di instrumen bisa dibesar-besarkan sehingga nilainya paling besar diantara dosen yang lain. 3) Untuk terbaik tersebut itu tergantung auditornya, jika mendapatkan auditornya tidak teliti yang akan mendapatkan nilai audit yang besar juga. Atas tiga pernyataan tersebut saya tidak begitu memusingkannya karena hal tersebut sudah diputuskan oleh penyelenggaranya dan sudah ditanda-tangani oleh rektor. Hal tersebut sudah legal dan resmi, tetapi saya coba untuk memberi tanggapan walaupun ini terkesan membela diri, tetapi pada dasarnya dalam hati paling dalam biarlah itu berlalu karena saya ingat dari motivasi dari, bang Adian Saputra (Dosen dan Pemred Jejamo.com) “janganlah terkukung oleh karyamu yang sudah dihasilkan, ikhlaskan dan bersabar, buatlah karya-karya yang baru lebih banyak, biarlah Allah membalas atas karyamu yang dizolimi” 

Saya tidak menampik adanya dugaan atau kritikan seharusnya dia yang terbaik, mengapa lebih ke saya? Tentu semua kembali ke akar permasalahan mendokumentasikan itu sangat penting untuk pembuktian” ”Bagaimana citra itu muncul jika tanpa pembuktian”. 

Bukankah dalam penilaian audit internal dari bukti berkas? Banyak bukti nyata bahwa beberapa dosen memiliki skala kualitas dan kuantitas penelitian /pengabdian lebih dari saya akan tetapi mengapa beliau tidak terbaik ke-1? Bahkan kepala LPM UM Metro Bapak Dr. Nyoto Suseno, M.Pd. sewaktu menyampaikan hasil evaluasi Akademik Semester Genap TA 2018/2019, menyampaikan seharusnya bapak Dr. Agus Sutanto, M.Pd yang mendapat dosen terbaik karena beliau dari latar belakang penelitian dan pengabdian sudah banyak sekali dan bahkan satu-satunya dosen yang memiliki sertifikat paten di UM Metro, tetapi hal tersebut dijawab juga oleh bapak Nyoto bahwa disini penilaiannya berdasarkan bukti dokumen pada saat penilaian oleh auditor. 

Tanggapan saya atas pernyataan ke 2) ya wajar saja terbaik, itu kan mengisi nilai di instrumen bisa dibesar-besarkan sehingga nilainya paling besar diantara dosen yang lain. Pendapat Saya atas pernyataan tersebut, jika menulis point nilai di instrumen dibesar-besarkan, berarti tidak jujur, ini sangat bertentangan sekali dengan prinsip hidup saya ”saya sangat benci ketidak-jujuran, sekali berbohong kepada saya maka selama saya tidak akan percaya” oleh sebab itu saya menuliskan point nilai di instrumen apa adanya, instrumen tersebut dinilai oleh auditor jika nilainya dibesarkan maka nilai auditor dan nilai ED (evaluasi diri) akan berbeda. Disana akan terlihat mana nilai yang dibesarkan atau tidak. Ya saran saya buat teman-teman yang menyatakan hal tersebut jika anda mampu membesarkan diri anda buktikan bahwa anda bisa, dont be look like hater. 

3) Untuk terbaik tersebut itu tergantung auditornya, jika mendapatkan auditornya tidak teliti, tidak pelit nilai, bisa didekati, dll maka yang diaudit tersebut akan mendapatkan nilai audit besar juga. Saya menanggapi pernyataan ini, ini kembali ke tim audit, bagaimana kinerja auditor sendiri apakah bekerja secara profesional atau hanya sekedar selesai melaksanakan tugas, ini berhak menjawab adalam tim audit dan LPM UM Metro sendiri. 

Waw.. panjang ya cerita saya kali ini, ini senaja saya tulis untuk bahan evaluasi dan perbaikan diri saya ke depan menjadi lebih baik lagi. Semoga ini juga hadiah untuk diri saya sendiri dalam merayakan kebahagian dan rasa syukurku atas penghargaan dan kepercayaan Universitas Muhammadiyah Metro. UM Metro solusi sukses masa depan.. mohon maaf jika cerita saya diatas kurang berkena, semoga saya dapat mengambil hikmahnya ..ALLAHUAKBAR..

Monday, July 1, 2019

Soal –soal Mikrobiologi Pada Topik: Mikroorganisme Air dan Tanah

Soal –soal latihan Mikrobiologi Topik: Mikroorganisme Air dan Tanah 

1. Mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi kehidupan manusia yang menghasilkan antibiotik yaitu bakteri 
a. Actinomycetes.                b. Paracocus                  c. Thiobacillus     d. Bacillus 

2. Mikroorganisme tanah juga dapat memberi kesuburan pada tanah, dengan cara antara lain, 
a. Menguraikan sisa mahluk hidup yang mati sehingga terbentuk humus. 
b. Membebaskan mineral-mineral tertentu dari partikel-partikel tanah sehingga dapat digunakan oleh tumbuhan untuk pertumbuhannya. 
c. Mikroorganisma dapat membebaskan sejumlah nutrient dalam bentuk mineral yang terikat dalam bentuk senyawa organic pada tanaman dan hewan yang mati. 
d. Microorganisme tanah bersifat patogenik terhadap tumbuhan dan menyebabkan penyakit pada perakaran sehingga menjadi layu dan busuk.

3. Berikut mikroorganisme yang hidup di dalam tanah, kecuali : 
a. Bakteri Pseudomonas aeruginosa             b. bakteri Zoogloca ramigera 
c. Bakteri Paracoccus denitrificans                    d. bakteri Actinomycetes 

4. Peranan yang paling penting dari mikroorganisme tanah adalah : 
a. Keikut sertaan mikroorganisme tersebut dalam daur biogeokimia, yaitu siklus unsur-unsur kimia yang terjadinya berkesinambungan sehingga dapat dimanfaatkan berulang kali (terus menerus). 
b. Mikroorganisme tanah bersifat patogenik terhadap tumbuhan dan menyebabkan penyakit pada perakaran sehingga menjadi layu dan busuk. 
c. Tanah yang subur mengandung sejumlah binatang-binatang molai dari bentuk mikroskopis, nematoda, serangga, sampai hewan mamalia seperti tikus. 
d. Karena permukaan tanah terdapat mikroorganisme dalam jumlah dan variasi yang banyak. Hal tersebut karena permukaan tanah mengandung banyak sumber makanan dari tumbuhan dan hewan. 

5. Mengapa mikroorganisme tanah ikut berperan dalam siklus nitrogen? 
a. Karena mikroorganisme tanah mengubah sisa-sisa jasad tumbuhan dan hewan menjadi karbondioksida dan bahan organic tanah yang disebut humus. 
b. Karena mikroorganisme berperan penting dalam proses daur ulang sulfur, fosfor, besi, dan banyak mikro nutrient lainnya. 
c. Karena mikroorganisme yang terdapat dalam senyawa organic berasal dari senyawa karbondioksida yang disintesis melalui proses fotosintesis. 
d. Karena nitrogen salah satu unsur yang diperlukan oleh semua jasad hidup untuk sintesis protein, asam nukleat dan senyawa-senyawa lain yang mengandung nitrogen. 

6. Contoh dari bakteri denitrifikasi antara lain ialah: 
a. Rizhobium            c. Paracoccus denitrificans 
b. Cynobacterium     d. Zooglocaramigera 

7. Mikroorganisme berperan penting dalam proses daur ulang sulfur, fosfor, besi, dan banyak mikro nutrient lainnya, Pengubahan sulfur dari sulphur oksidasi menjadi bentuk lain dialam, biasanya disebabkan oleh : 
a. Kegiatan mikroorganisme yaitu melalui proses reduksi sulfat danoksidasi sulfur. 
b. Bakteri tanah terlibat dalam proses denitrifikasi yang mengembalikan oksigen ke atmosfer dengan mengubah NO3 menjadi N2 atau gas N2O. 
c. Senyawa organic yang terjadi dalam tubuh hewan dan tumbuhan yang telahmati, dapat direduksi oleh bakteri anaerob menjadi CH4. 
d. Komponen dari gas alam dapat dihasilkan oleh Methano bacterium, Methanococcus, dan bebrapa spesies dari Clostridium 

8. Bakteri coliform adalah koloni bakteri yang di dalamnya terdapat bakteri-bakteri, di antaranya yaitu (.................) yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia. 
a. Actinomycetes. 
b. Thiobacillus 
c. Bacillus 
d. Escheriachia colli, 

9. Mikroorganisme yang terdapat dilaut sangat berbeda dengan mikroorganisme yang terdapat di air tawar atau didalam tanah dikarenakan : 
a. Mikroorganisme mengalami adaptasi dengan konsentrasi garam dilaut. 
b. Mikroorganisme tidak bisa beradaptasi dengan konsentrasi garam air laut. 
c. Mikroorganisme kebanyakan tidak bisa hidup di air laut. 
d. Mikroorganisme yang berasal dari tanah tidak bisa beradaptassi dengan konsentrasi garam dilaut. 

10. Bakteri patogen yang menyebabkan penyakit demam typhoid adalah bakteri : 
a. Salmonella typhi 
b. Vibrio cholerae 
c. Escheriachia colli, 
d. Thiobacillus 

11. Termasuk kedalam apakah bakteri pereduksi sulfat ? sehingga ia akan lebih baik apa bila pipa ditanam dibagain tanah yang banyak mengandung oksigen. 
a. Aerob obligat 
b. Aerasi 
c. Anaerob obligat 
d. Enterobacter aerogenes 

12. Penamaan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikoorganisme dalam sejumlah air yaitu : 
a. BOD 
b. DOB 
c. OBD 
d. EBD 

13. Bakteri gram negativ yang berada didalam air limbah yaitu : 
a. bakteri koliform. 
b. Enterobacter aerogenes 
c. Klebsiella pneumonia 
d. Zoogloca ramigera 

14. Faktor-faktor yang menyebabkan matinya bakteri dalam air adalah ? 
a. Tidak ada zat makanan            c. pH-nya rendah 
b. pHnya tinggi karena terlalu banyak unsur logam       d. Oksigen terlarut terlalu banyak 

15. Mikroba Nitrosomonnas dan Nitrobacter yang ada di tanah sangat berperan dalam daur? 
a. Sulfur          b. Karbon         c. Fosfor        d. Nitrogen 

16. Peran utama mikroba pada tanah adalah? 
a. Dalam daur biogeokimia           c. Penghasil zat-zat kimia yang bersifat racun 
b. Agen indikator kualitas air         d. Sumber makanan ternak 

17. Berikut ini adalah unsur yang terbentuk dalam siklus sulfur adalah KECUALI ? 
a. SO4         b. H2S          c. SO3          d. H2SO2 

18. Berikut ini adalah spesies mikroba yang bersifat patogen pada air KECUALI? 
a. Salmonella typhi           b. Shigella sp.        c. Pseudomonas sp.      d. Escherchia coli 

19. Bakteri apa yang berperan dalam proses daur nitrogen adalah ? 
a. Salmonella typhi           b. Rhizobium       c. Pseudomonas sp.      d. Vibrio cholerae 

20. Dalam siklus karbon, senyawa yang dilepas ke udara dari hasil respirasi adalah dalam bentuk? 
a. Karbondioksida /CO2         b. Oksigen        c. Amonium      d. CaCO3       e. CO3 


KUNCI: 
1. A 
2. D 
3. B 
4. A 
5. D 
6. A 
7. A 
8. D 
9. A 
10. A 
11. C 
12. A 
13. D 
14. A 
15. D 
16. A 
17. D 
18. C 
19. C 
20. A 











Sunday, May 26, 2019

Soal - Soal Latihan Pengantar Mikrobiologi : Sub Materi Fungi / Jamur

1. Cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang fungi / Jamur adalah?
  a. Bakteriologi       b. Virologi      c. Parasitologi     d. Mikologi       e. protozologi

2. Fungi menurut kasifikasi di kelompokan dalam yaitu beberapa divisi kecuali?
    a. Zygomycota      b. Ascomycota      c. Basidiomycota       d. Deuteromycota       e. Bryopita

3. Apa perbedaan khamir (Yeast) dan kapang (Mold) ?
a. Khamir merupakan sel tunggal dan cara berkembangbiaknya dengan tunas
b. Khamir merupakan uniseluler yang berkembangbiak dengan spora seksual
c. Kapang (Mold) merupakan sel tunggal dan cara berkembangbiaknya dengan tunas
d. Kapang (Mold) merupakan bentuk multiseluler dengan pembelahan secara pertunasan tanpa membentuk spora
e. Khamir merupakan multiseluler dengan pembelahan secara pertunasan

4. Berikut ini ciri-ciri jamur kecuali?
    a. Berklorofil         b. Termasuk eukaryotik         c. Menghasilkan spora         d. Uniseluler

5. Dinding pada hifa jamur tersusun atas?
    a. Lipid dan selulosa                     c. Hemiselulosa dan kitin
    b. Rignin dan glukosa                   d. peptidoglikan

6. Ciri ciri dari kingdom fungi adalah?
   a. Mempunyai plastida dan pigmen fotosintesis                c. Hidupnya heterotrof
b. Bersel satu atau uniseluler                                              d. Tidak memiliki membran inti

7. Kumpulan dari hifa disebut?
    a. septa           b. Meselium          c. Rhizoma               d. sporangium

8. Jamur dapat bereproduksi secara aseksual yaitu dengan pembentukan spora?
a. Sporangiospora          b. Konidiospora             c. Oospora                   d. zygospora

9. Jamur dapat bereproduksi secara seksual yaitu dengan pembentukan spora?
a. Sporangiospora           b. Ascospora              c. Klamidospora               d. Blastospora

10. Dalam klasifikasi jamur berdasarkan komite tata nama ilmiah international untuk menyatakan familia diakhiri dengan?
a. Mycota             b. Mycotina             c. Mycetes           d. Aceae

11. Jamur oncom (Monilia sitophila) termasuk ke kelas?
a. Deutermycetes         b. Ascomycetes             c. Zygomycetes              d. Basidiomycetes

12. Jamur kulit misalnya panu (Tinea versicolor) termasuk ke kelas?
   a. Deutermycetes           b. Ascomycetes           c. Zygomycetes            d. Basidiomycetes

13. Jamur yang terkenal menghasilkan alfatoksin yang bersifat beracun adalah spesies?
      a. Aspergillus wentii             b. Aspergillus flavus          c. Aspergillus oryzae     d. Penicillium

14. Fungi yang sering digunakan untuk pembuatan kecap adalah?
      a. Aspergillus flavus              b.Aspergillus wentii        c. Aspergillus oryzae    d. Rhizopus oryzae

15. Rhizopus oryzae sering digunakan untuk pembuatan produk makanan yaitu?
      a. Tape             b. Tempe               c. Yogurt               d. Keju

16. Berikut merupakan pernyataan yang benar mengenai fungi…
a. Jamur termasuk makhluk hidup yang eukaryotik dan kemorganototrof
b. Jamur termasuk makhluk hidup yang prokaryotik dan kemorganototrof
c. Jamur termasuk makhluk hidup yang eukaryotik dan kemorganototrof serta mempunyai klorofil
d. Jamur termasuk makhluk hidup yang eukaryotik dan kemorganototrof serta tidak mempunyai klorofil
e. A dan D benar

17. Tubuh jamur terdiri dari kumpulan benang – banang halus berwarna putih yang disebut…
  a. Sporangium               b. Hifa              c.Thallus             d. Septa         e. Spora

18. Hifa yang tidak memiliki dinding sekat atau septum disebut …
a. Septa
b. Coenocytic
c. Septa berinti satu
d. Septa dengan sel berinti banyak
e. Semua benar

19. Berikut ini yang termasuk spora aseksual adalah…
a. Askospora
b. Basidiospora
c. Sporangiospora
d. Zygospora
e. Oospora

20. Dibawah ini merupakan spora aseksual, kecuali…
a. Sporangiospora
b. Konidiospora
c. Oidia
d. Basidiospora
e. Klamidospora

21. Spora terbentuk di dalam struktur betina khusus, termasuk kedalam tipe spora seksual ...
a. Basidiospora
b. Blastospora
c. Askospora
d. Zigospora
e. Oospora

22. Ciri-ciri jamur Zygomycota
1. Biasa hidup sebagai saprofit
2. miselium bercabang banyak dan hifa bersekat sehingga terlihat seperti pipa atau buluh
3. dinding sel terdiri atas kitin, memiliki zoospora sehingga sporanya merupakan sel-sel yang berdinding, spora inilah yang tersebar ke mana-mana
4. mengandung inti haploid
5. memiliki keturunan diploid lebih sigkat

Dari ciri-ciri tersebut manakah yang benar ...
a. 1, 2, 3
b. 1, 3, 4
c. 1, 4, 5
d. 2, 3, 4
e. 2, 4, 5

23. Berikut adalah faktor – faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur, kecuali…
a. Faktor keasaman
b. Faktor air
c. Faktor suhu
d. Faktor oksigen
e. Faktor jenis

24. Jamur yang menyebabkan penyakit blight pada tanaman kentang dan tomat ialah…
a. Aspergillus wenti
b. Ustilago scitamanae
c. Saccharomyces cerevisiae
d. phytophthora infestans
e. Rhizopus oryzae

25. Fungi memiliki berbagai macam penampilan tergantung pada spesiesnya, pengertian tersebut pendapat dari ...
a. (Pelczar, 1986)
b. (Campbell, 2003)
c. (Madigan, 2012)
d. (Kavanagh, 2011)
e. (Udaya, 2011)

26. Ciri-ciri dari fungi adalah sebagai berikut, kecuali ...
a. Reproduksi secara vegetatif dan generatif
b. Bersifat eukariotik, berklorofil
c. Tubuh tersusun dari benang-benang (hifa)
d. Makanan diserap dalam bentuk glikogen
e. Dinding sel tersusun senyawa kitin

27. Memperoleh makanannya dari sisa-sisa organisme yang sudah mati, termasuk pengertian dari ...
a. Jamur saprofit
b. Jamur parasit
c. Jamur mutual
d. Basidiomycota
e. Zygomycota

28. Banyak tipe macam spora aseksual, kecuali ...
a. Konidiospora
b. Klamidospora
c. Blastospora
d. Artrospora
e. Askospora

29. Spora bersel satu yang berdinding tebal ini sangat resisten terhadap keadaan yang buruk, termaksud kedalam tipe spora aseksual...
a. Artrospora
b. Blastospora
c. Sporangiospora
d. Konidiospora
e. Klamidospora

30. Tipe-tipe macam spora seksual, kecuali ...
a. Askospora
b. Artrospora
c. Zigospora
d. Oospora
e. Basidiospora

31. Pada Ascomycota repruduksi aseksual nya adalah ...
a. Kuncup melekat pada induk selnya membentuk rantai sel
b. Hifa berbeda jenis saling berdekatan
c. Hifa betina akan membentuk askogonium dan hifa jantan akan membentuk anteridium
d. Pada ascomycota yang memiliki badan buah
e. Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid

32. Yang bukan termasuk kedalam contoh kelas Deuteromycota adalah ...
a. Microsporium audoini
b. Epidermophyton floccosum
c. Scelothium rolfsii
d. Tinea versicholor
e. Sacchormyces cerviciae

33. Jamur yang mengutungkan pada Ascomycota digunakan untuk melunakkan adonan roti yaitu
a. Neurospora crassa
b. Aspergillus wentii
c. Aspergillus oryzae
d. Aspergillus niger
e. Aspergillus sojae

34. Jamur yang merugikan pada Deuteromycota penyebab infeksi saluran pernapasan pada manusia yaitu ...
a. Aspergillus fumigatus
b. Aspergillus flavus
c. Fusarium oxysporum
d. Tinea versicolor
e. Epidermophyton floocossum

35. Peranan jamur Basidiomycota adalah sebagai parasit, kecuali ...
a. Ustilago maydis (parasit pada jagung)
b. Puchinia arachidis (pada kacang tanah)
c. Amanita muscaria (menimbulkan halusinasi)
d. Amanita pholaides (beracun jika dimakan)
e. Penecillium camemberti (meningkatkan kualitas keju)

36. Jamur merugikan Basidiomycota penyebab menghasilkan toksin muskarin yang dapat membunuh lalat yaitu ...
a. Amanita muscaria
b. Amanita phalloides
c. Puccinia graminis
d. Culvularia
e. Microsporum

37. Hifa dapat dibedakan atas tiga bentuk yaitu…
a. Coenocytic, septa, dan septa dengan sel berinti banyak
b. Coenocytic, septa dengan sel berinti banyak, dan nonsepta
c. Coenocytic, septa berinti satu dan septa dengan sel yang tidak memiliki inti
d. Coenocytic, septa , dan septa dengan sel yang tidak memiliki inti
e. Semua jawaban salah

38. Reproduksi aseksual pada jamur disebut juga reproduksi somatik, reproduksi ini dapat terjadi dengan cara – cara berikut, kecuali…
a. Pembelahan sel – sel somatic
b. Pembentukan spora
c. Pembentukan miselium
d. Membentuk kuncup (budding)
e. Fragmentasi, atau pelepasan sel – sel hifa

39. Pada kelas Zygomycotina yang berperan dalam fermentasi susu kedelai yaitu ...
a. Mucor hiemalis
b. Mucor mucedo
c. Pilobolus
d. Beauveria bassiana
e. Metarrhisium anisopliae

40. Ciri-ciri jamur yang termasuk kelas Deuteromycota adalah ...
a. Dinding selnya tersusun atas zat kitin
b. Dibedakan tipe hifa primer (berinti satu) dan sekunder (berinti dua)
c. Hifa tidak bersekat
d. Memiliki keturunan diploid lebih singkat
e. Reproduksi aseksual dengan membentuk konidiospora

41. Jamur belum diketahui cara perkembangbiakan seksualnya yaitu pengertian dari ...
a. Deuteromycota
b. Basidiomycota
c. Ascomycota
d. Zygomycota
e. Lichen

KUnci Jawaban Soal - Soal Latihan Pengantar Mikrobiologi : Sub Materi Fungi / Jamur 


1. D 

2. D 

3. A 

4. A 

5. C 

6. C 

7. B 

8. A 

9. B 

10. D 

11. B 

12. A 

13. B 

14. B 

15. B 

16. E 

17. B 

18. B 

19. C 

20. D 

21. E 

22. C 

23. E 

24. D 

25. A 

26. B 

27. A 

28. E 

29. E 

30. B 

31. A 

32. E 

33. C 

34. A 

35. E 

36. A 

37. A 

38. C 

39. A 

40. C 

41. A


Monday, May 6, 2019

Teknik Maserasi dalam Pembuatan Preparat Jaringan Kayu

Pengertian Maserasi 
Maserasi berasal dari bahasa latin yaitu Macerace yang berarti mengairi dan melunakkan. Maserasi biasa banyak digunakan dalam proses pengekstrakan suatu senyawa dan dalam proses pemisahan suatu zat. 

Maserasi merupakan proses perendaman sampel (simplisia) menggunakan pelarut organik pada temperatur ruangan guna untuk mengestrak suatu zat. Secara teknologi termasuk ekstraksi dengan prinsip metode pencapaian konsentrasi pada keseimbangan. Maserasi merupakan proses dimana simplisia yang sudah halus memungkinkan untuk direndam dalam menstrum sampai meresap dan melunakkan susunan sel, sehingga zat-zat mudah larut akan melarut. Maserasi merupakan cara penyarian yang sederhana. Maserasi dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyarian. Cairan penyarian akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif. Zat aktif akan larut dan karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif di dalam sel dengan yang di luar sel, maka larutan yang terpekat akan didesak keluar (Luqman, 2012). 

Proses maserasi ini sangat menguntungkan dalam isolasi senyawa bahan alam karena dengan perendaman sampel tumbuhan akan terjadi pemecahan dinding dan membran sel akibat perbedaan tekanan antara di dalam dan di luar sel, sehingga metabolit sekunder yang ada dalam sitoplasma akan terlarut dalam pelarut organik dan ekstraksi senyawa akan sempurna karena dapat diatur lama perendaman yang dilakukan. Pemilihan pelarut untuk proses maserasi akan memberikan efektivitas yang tinggi dengan memperhatikan kelarutan senyawa bahan alam dalam pelarut tersebut. Secara umum pelarut metanol merupakan pelarut yang banyak digunakan dalam proses isolasi senyawa organik bahan alam karena dapat melarutkan seluruh golongan metabolit sekunder. 

Maserasi merupakan cara penyarian yang sederhana. Maserasi dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyarian. Cairan penyarian akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif. Zat aktif akan larut dan karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif di dalam sel dengan yang di luar sel, maka larutan yang terpekat akan didesak keluar. Peristiwa tersebut berulang sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan di luar sel dan di dalam sel. Maserasi digunakan untuk penyarian simplisia yang mengandung zat aktif mudah larut dalam cairan penyarian, tidak mengandung zat mudah mengembang dalam cairan penyari, tidak mengandung benzoin, stirak dan lain-lain. Keuntungan cara penyarian dengan Maserasi adalah cara pengerjaan dan peralatan yang digunakan sederhana dan mudah diusahakan. Kerugian cara Maserasi adalah pengerjaannya lama dan penyariannya kurang sempurna (Wahyu, 2010). 

Selama maserasi atau proses perendaman dilakukan pengocokan berulang-ulang. Upaya ini menjamin keseimbangan konsentrasi bahan ekstraksi yang lebih cepat di dalam cairan. Sedangkan keadaan diam selama maserasi menyebabkan turunnya perpindahan bahan aktif. Secara teoritis pada suatu maserasi tidak memungkinkan terjadinya ekstraksi absolut. Semakin besar perbandingan simplisia terhadap cairan pengekstraksi, akan semakin banyak hasil yang diperoleh (Voight, 1994). 

Maserasi merupakan salah satu metode ekstraksi yang dilakukan melalui perendaman serbuk bahan dalam larutan pengekstrak. Metode ini digunakan untuk mengekstrak zat aktif yang mudah larut dalam cairan pengekstrak, tidak mengembang dalam pengekstrak, serta tidak mengandung benzoin (Hargono dkk., 1986). 

Menurut Hargono dkk. (1986), ada beberapa variasi metode maserasi, antara lain digesti, maserasi melalui pengadukan kontinyu, remaserasi, maserasi melingkar, dan maserasi melingkar bertingkat. Digesti merupakan maserasi menggunakan pemanasan lemah (40-50°C). Maserasi pengadukan kontinyu merupakan maserasi yang dilakukan pengadukan secara terus-menerus, misalnya menggunakan shaker, sehingga dapat mengurangi waktu hingga menjadi 6-24 jam. Remaserasi merupakan maserasi yang dilakukan beberapa kali. Maserasi melingkar merupakan maserasi yang cairan pengekstrak selalu bergerak dan menyebar. Maserasi melingkar bertingkat merupakan maserasi yang bertujuan untuk mendapatkan pengekstrakan yang sempurna. Lama maserasi memengaruhi kualitas ekstrak yang akan diteliti. Lama maserasi pada umumnya adalah 4-10 hari (Setyaningsih, 2006). 

Menurut Voight (1995), maserasi akan lebih efektif jika dilakukan proses pengadukan secara berkala karena keadaan diam selama maserasi menyebabkan turunnya perpindahan bahan aktif. Melalui usaha ini diperoleh suatu keseimbangan konsentrasi bahan ekstraktif yang lebih cepat masuk ke dalam cairan pengekstrak. Kelemahan metode maserasi adalah pengerjaannya lama dan penyarian kurang sempurna. Secara tekhnologi termasuk ekstraksi dengan prinsip metode pencapaian konsentrasi pada keseimbangan. Maserasi kinetik berarti dilakukan pengulangan penambahan pelarut setelah dilakukan penyarigan maserat pertama dan seterusnya (Depkes RI, 2000; Depkes RI, 1995). 

Preparat maserasi digunakan untuk pengamatan dimensi dan kualitas serat. Serpihan contoh kayu sebesar batang korek pi, mula-mula dipanaskan hingga setengah melunak dan diberi perlakuan dengan berbagai larutan. Contohnya Alkohol, KOH, Xylol maupun aquades (Azmil, 2002). 

Preparat maserasi selalu digunakan pada batang-batang tumbuhan karena batang tumbuhan lebih variatif dalam bentuk sel. Selain itu, pada batang tumbuhan mudah diamati serta memiliki bentuk yang khas dalam gambaran jaringannya. Beberapa contoh ekstraksi dengan menggunakan teknik maserasi adalah mengekstrak artermisin yang terdapat pada tumbuhan Artemisia annua L. Ekstraksi secara maserasi dengan pelarut n-heksana, dengan alat soxhlet menggunakan pelarut n-heksana, dan maserasi-perkolasi dengan pelarut metanol. Ekstrak n-heksana difraksinasi dengan metanol 60%, fraksi metanol difraksinasi dengan n-heksana-etil asetat (9:1). Ekstrak metanol ditambahkan air suling, dan disentrifuga. Supernatan yang diperoleh difraksinasi dengan n-heksana. Pemekatan fraksi n-heksana atau n-heksana-etil asetat menghasilkan kristal yang direkristalisasi dengan metanol. Artemisinin 0,22 % b/b dari ekstrak n-heksana secara maserasi pengadukan, 0,29% b/b dari ekstrak n-heksana menggunakan soxhlet, dan 0,4% b/b dari ekstrak metanol secara maserasi (Wahyu, 2010). 

Maserasi dilakukan dengan metode Schultze, yaitu ke dalam tabung reaksi yang berisi potongan kayu dimasukkan asam nitrat (HNO3) konsentrasi 65% hingga kayu terendam dan potasium klorat (KClO3). Tabung beserta isinya dipanaskan hingga terjadi gelembung- gelembung udara berwarna putih kekuningan, sebagai tanda proses maserasi sedang berlangsung dan serat mulai terpisah. Kemudian tabung segera didinginkan dan serat dicuci dengan aquades lalu serat dimasukkan ke dalam tabung yang berisi alkohol 50%. Selanjutnya serat diambil dan diletakkan di kaca objek dan diberi kaca penutup lalu diukur dimensi seratnya (Syahrir, 2013). 

Maserasi Keunggulan metode maserasi ini adalah maserasi merupakan cara ekstraksi yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, peralatannya mudah ditemukan dan pengerjaannya sederhana. Cara ini sesuai, baik untuk skala kecil maupun skala industri (Agoes, 2007). Dasar dari maserasi adalah melarutnya bahan kandungan simplisia dari sel yang rusak, yang terbentuk pada saat penghalusan, ekstraksi (difusi) bahan kandungan dari sel yang masih utuh. Setelah selesai waktu maserasi artinya keseimbangan antara bahan yang diekstraksi pada bagian dalam sel dengan masuk ke dalam cairan, telah tercapai maka proses difusi segera berakhir. 

Maserasi dalam Mikroteknik 
Maserasi merupakan salah satu teknik pembuatan preparat yang digunakan untuk melihat kenampakan sel secara utuh. Prinsip kerja dari teknik pembuatan ini adalah dengan cara memutuskan lamella tengah dari sel tumbuhan. Pemutusan lamella tengah bertujuan memisahkan bagian sel dengan sel lainnya sehingga sel bisa dilihat secara satuan utuh. Teknik ini sangat bermanfaat. Banyak penelitian melakukan teknik ini untuk mengekstraksi suatu zat atau bagian tertentu dari sel tumbuhan (Fathiyawati, 2008, : Wahyu, 2010 : Syukur 2011) 

Bagaimana Cara Maserasi Mikroteknik 
Alat dan Bahan dalam Maserasi
Alat : Tabung Reaksi, Tabung Vial, Lampu Spiritus, Jarum Preparat, Pisau Cutter, Gelas Benda, Gelas Penutup, Pinset, Penjepit Tabung, Oven, Mikroskop. 

Bahan : Kayu pohon, KOH 20%, Air, 20% Asam Kromat, 20% Asam Nitrat, Safranin 1%, Seri Alkohol / HF + Aquades, Xilol, Entelan (kutek bening). 

Cara Kerja Maserasi
  1. Memotong kayu yang telah disediakan dengan ukuran sebesar korek api dan panjangnya setengah dari korek api, 
  2. Merendam potongan kayu tersebut dalam tabung reaksi yang berisi KOH 20% dan jepit dengan pemegang dari kayu lalu didihkan diatas lampu spritus selama 5 menit 
  3. Mencuci bahan dengan air selama 15 menit, kemudian rendam dalam vial yang berisi campuran 20% asam kromat dan 20% asam nitra (1:1) selama 3 jam dalam oven 58oC 
  4. Setelah kayu menjadi lunak kemudian cuci dengan air mengalir selama 1 jam. 
  5. Mewarnai bahan dengan safranin 1% dalam air selama 1 jam. 
  6. Dehidrasi bahan dengan seri alkohol (HF + aquades) 30, 50, 70. 96. 100 % masing masing 10 menit. 
  7. Memberikan bahan dengan memasukannya kedalam xilol 
  8. Teteskan entelan ( kutek bening) keatas gelas preparat, kemudian letakan bahan dalam entelan sambil diuraikan dan diatur dengan menggunakan jarum dan diperiksa di bawah mikroskop. 
  9. Apabila sudah dianggap cukup baik, kemudian tutup dengan gelas penutup 
  10. Amati dibawah mikroskop 
Pembahasan Maserasi dalam Pembuatan Preparat Jaringan Kayu 
Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri dari xylem yang menggunakan jaringan pengangkut air dan floem sebagai jaringan pengangkut bahan organic (bahan-bahan makanan). 

Menurut Wibisono (1993), pada dasarnya xilem merupakan jaringan kompleks karena terdiri dari beberapa tipe sel yang berbeda, baik yang hidup maupun tidak hidup. Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea sebagai saluran transpor dan penyokong. Xilem juga dapat mempunyai serabut sklerenkim sebagai jaringan penguat, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berfungsi dalam berbagai kegiatan metabolisme.

Xilem merupakan hasil aktivitas meristem apikal lewat pembentukan prokambium. Xilem yang terbentuk dari prokambium dinamakan xilem primer. Bila tumbuhan ini setelah pertumbuhan primernya lengkap, kemudian membentuk jaringan sekunder sebagai hasil aktivitas kambium, maka xilem yang terbentuk itu dinamakan xilem sekunder. Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur : Trakea, trakeid, serabut xylem, serta parenkim xylem. 

Floem juga merupakan jaringan kompleks, terdiri dari beberapa unsur dengan tipe yang berbeda, yaitu buluh tapisan, sel pengiring, parenkim, serabut dan sklereid. Kadang-kadang ada sel atau jaringan sekretori yang bergabung di dalamnya, misalnya kelenjar getah. Fungsi floem sebagai jaringan translokasi bahan organik (asimilat) yang terutama berisi karbohidrat. Dalam jumlah kecil ditemukan juga asam amino dan hormon.

Seperti halnya pada xilem, floem yang berasal dari perkembangan prokambium disebut floem primer dan yang merupakan hasil perkembangan kambium disebut floem sekunder. Harus diperhatikan di sini bahwa floem dan xilem yang strukutur dan fungsinya berbeda itu pada pertumbuhan sekundernya berasal dari sel yang sama. Meskipun pada mulanya berkas-berkas floem letaknya terpisah, tetapi pada perkembangan selanjutnya akan membentuk kesatuan sistem karena saling beranastomisis (membentuk anyaman). 

Jaringan Floem terdapat pada bagian kulit kayu. Jaringan Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut : Pembuluh, Sel pengiring, parenkim floem, serta serabut floem (Idris, 2011). 

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap preparat maserasi terlihat bahwa masing-masing sel penyusun kayu memiliki bentuk berbeda-beda. Komponennya yang teramati tidak dapat dibedakan menjadi sel trakea, trakeid dan serat. Trakea merupakan sel panjang dengan lubang perforasi di kedua ujungnya. Trakeid memiliki sel dengan bentuk memanjang tanpa perforasi tetapi memiliki beberapa bagian dinding sel yang tidak menebal (noktah) berfungsi untuk pengangkutan air. Sedangkan komponen serat dalam xilem merupakan sel panjang dengan dinding berlignin dan tebal dinding biasanya lebih tebal daripada trakeid. Ada dua macam serat, yakni serat trakeid dan serat libriform (Agrios 1988). 

Berdasarkan hasil pembuatan preparat terlihat juga struktur yang teramati tampak kurang jelas dan sebagian besar rusak. Struktur yang tampak tidak lengkap. Hasil yang kurang maksimal tersebut dimungkinkan karena beberapa hal kemungkinan kesalahan dalam melakukan prosedur, diantaranya seperti: pengirisan yang kurang sempurna yang menyebabkan pita yang terbentuk rusak, keterampilan dari praktikan juga menjadi faktor keberhasilan pembuatan preparat maserasi tumbuhan ini. Waktu lamanya pemberian larutan safranin juga sangat mempengaruhi penampakan jaringan pada pada preparat. Pemilihan batang yang akan digunakan menjadi penentu apakah jaringan penyusun batang tumbuhan dapat terlihat dengan jelas. Batang yang kelompok kami gunakan adalah batang yang tidak terlalu tua maupun terlalu muda atau merupakan batang yang masih mengalami pertumbuhan primer. Batang yang muda dan tua tentunya akan memberikan gambaran yang berbeda dalam jaringan penyusunnya (Achmad et al 2012) 

Preparat Maserasi merupakan salah satu teknik pembuatan preparat yang digunakan untuk melihat kenampakan sel secara utuh. Prinsip kerja dari teknik pembuatan ini adalah dengan cara memutuskan lamella tengah dari sel tumbuhan. Pemutusan lamella tengah bertujuan memisahkan bagian sel dengan sel lainnya sehingga sel bisa dilihat secara satuan utuh. Teknik ini sangat bermanfaat. Banyak penelitian melakukan teknik ini untuk mengekstraksi suatu zat atau bagian tertentu dari sel tumbuhan (Supriadi,2008). 

Pada preparat yang diamati bagian penyusun jaringan xylem yakni trakea, serabut trakeid dan trakeida. Salah satu faktor yang mempengaruhi jaringan penyusun tumbuhan terlihat dengan jelas adalah perebusan batang dan pemberian pewarna safranin. 

Menurut Idris (2011) Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri dari xylem yang menggunakan jaringan pengangkut air dan floem sebagai jaringan pengangkut bahan organic (bahan-bahan makanan). Xylem dan Floem bersama-sama sering disebut sebagai berkas pengangkut (berkas vascular). Tumbuhan yang mempunyai jaringan pengangkut disebut tumbuhan vaskular, termasuk di dalamnya Pteridophyta dan Spermatophyta. Dari kedua bagian berkas pengangkut itu, xilem mempunyai struktur yang lebih tegar sehingga dapat utuh sewaktu berubah menjadi fosil dan dapat dipakai sebagai bahan identifikasi bagi tumbuhan jenis vaskular. 

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap preparat maserasi terlihat bahwa masing-masing sel penyusun kayu memiliki bentuk berbeda-beda. Komponennya yang teramati dapat dibedakan menjadi sel trakea, trakeid dan serat. Karakteristik komponen kayu menurut Hidayat (1995) dijabarkan sebagai berikut. Trakea merupakan sel panjang dengan lubang perforasi di kedua ujungnya. Trakeid memiliki sel dengan bentuk memanjang tanpa perforasi tetapi memiliki beberapa bagian dinding sel yang tidak menebal (noktah) berfungsi untuk pengangkutan air. Sedangkan komponen serat dalam xylem merupakan sel panjang dengan dinding berlignin dan tebal dinding biasanya lebih tebal daripada trakeid. Ada dua macam serat, yakni serat trakeid dan serat libriform. 

Dalam prosedur kerja pembuatan preparat, langkah awal setelah batang dipotong adalah perendaman kayu dengan KOH 10 % selama 3 menit. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan udara yang terdapat di dalam sel atau jaringan, agar pada tahap selanjutnya kayu dapat tenggelam. 

Campuran asam kromat 10% dan asam nitrat 10% digunakan untuk melunakkan kayu. Perendaman kayu dalam asam kromat dan asam nitrat pada selama 3 menit dimaksudkan untuk mempercepat hidrolisa dan pelarutan lamela tengah agar sel-sel penyusun kayu dapat terurai dan dipisah-dipisahkan. Sel-sel penyusun kayu tersebut diwarnai dengan safranin 1% dalam air agar lebih mudah diamati. 

Pemilihan batang yang akan digunakan menjadi penentu apakah jaringan penyusun batang tumbuhan dapat terlihat dengan jelas. Batang yang kelompok kami gunakan adalah batang yang tidak terlalu tua maupun terlalu muda atau merupakan batang yang masih mengalami pertumbuhan primer. Batang yang muda dan tua tentunya akan memberikan gambaran yang berbeda dalam jaringan penyusunnya. 

Keterampilan dari praktikan juga menjadi faktor keberhasilan pembuatan preparat maserasi tumbuhan ini. Apabila praktikan tidak memperhatikan cara kerja secara baik maka preparat maserasi yang dihasilkan tidak akan sempurna. Waktu lamanya pemberian larutan safranin juga sangat mempengaruhi penampakan jaringan pada pada preparat. Waktu yang relative bagus antara 30-40 menit. 

Preparat Maserasi merupakan salah satu teknik pembuatan preparat yang digunakan untuk melihat kenampakan sel secara utuh. 

Jaringan yang terlihat adalah jaringan pengangkut xylem yang terdiri dari sel trakea, serabut trakeid, dan trakeida. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi baik buruknya hasil preparat maserasi pada tumbuhan yaitu keras lunaknya batang sirih yang direbus dan juga pada proses pewarnaan yang membutuhkan ketrampilan dan kesabaran. 

Larutan yang digunakan untuk melunakkan batang adalah larutan asam nitrat dan asam cromat. 

Pewarna yang digunakan dalam preparat maserasi adalah pewarna safranin. 

Larutan penjernih yang digunakan adalah larutan xylol 



Sumber: 
Dirangkum dari berbagai blog yang bercerita tentang maserasi