Tridarma perguruan tinggi: pendidikan/ pengajaran, pengabdian dan penelitian

Showing posts with label Kegiatan. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts

Thursday, November 24, 2022

Agar Mahasiswa Biologi UGM selalu tetap Sehat, KMP mengadakan YUMATON

Hidup sehat adalah keinginan semua orang karena dengan hidup sehat akan membawa hidup bahagia, terhindar dari berbagai penyakit, membuat tubuh lebih kuat dan tentunya hidup sehat kunci panjang umur.  Nah,  bagaimana cara hidup sehat?  Yaitu 1) Pandai memilih makanan, 2) Mengelola Stres dengan baik, 3) Komsumsi Air putih yang banyak, 4) Istirahat dan tidur yang cukup, 5) Menjaga PHBS (Perilaku hidup bersih dan sehat), dan 6) Rutin olahraga. Ayo apakah kita sudah melakukan 6 kegiatan tersebut? “Yuk budayakan”


Guna mencapai hidup sehat Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Biologi UGM mengajak mahasiswa Biologi untuk rutin berolahraga. Melalui Divisi Pemikat KMP yang saat ini diketuai M. Irfan Makruf ini. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan olahraga sudah rutin dilaksanakan bersama sejak awal dibentuknya KMP. Selanjutnya kegiatan rutin olahraga ini diperkuat oleh penyampaian Ketua KMP yaitu Mbak Khusnul Qonita Maghfiroh.  “salah satu kegiatan olaharaga dari KMP adalah olahraga Bulu tangkis dengan slogan YUMATON (Yuk Main Badminton)” selanjutnya beliu juga menyampaikan  kegiatan ini masih terus berlanjut sampai saat ini yang dilaksanakan seminggu sekali tepatnya pada hari sabtu pukul 12.30-16.30 WIB bertempat di Gedung Serbaguna Purwosari (GSP) Purwosari, Sinduadi, Mlati, kabupaten  Sleman, Yogyakarta. 


Serunya kegiatan ini, teman-teman yang ingin bergabung  tidak harus membawa raket ataupun sutlecock karena sudah disipakan oleh KMP, yang penting cukup punya semangat dan keringat.  Akan tetapi ada Iuran untuk bayar sutlecock dan sewa lapangan sebesar Rp. 5000 per orang setiap kali datang.  Nah, mahasiswa Biologi UGM, alasan apa lagi untuk tidak ikut gabung? Yuk gabung dan kita gapai hidup sehat  dengan berolahraga dan ceria bersama di kegiatan YUMATON. 


Bagi teman-teman yang belum tau tetang KMP, KMP sendiri adalah Organisasi Kemahasiswaan yang ada di Fakultas Biologi UGM yang awal berdiri pada tahun 2012 bertujuan untuk mewadahi dan mengembangkan kemampuan-kemampuan dasar yang dimiliki setiap mahasiswa pascasarjana (S2 dan S3). Sejak awal dibentuk KMP terus mengalami transformasi menjadi organisasi yang eksisten yang bukan hanya mewadahi mahasiswa dalam mendapatkan informasi seputar perkuliahan tetapi juga memberikan wadah kepada mahasiswa untuk dapat memberikan bantuan, edukasi serta berbagi dengan masyarakat umum lewat pengabdian masyarakat dan juga membantu masyarakat luas mendapat informasi yang jelas mengenai prosedur untuk mendaftar sebagai mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi UGM serta informasi-informasi lain terkait dengan program Pascasarjana Fakultas Biologi UGM. 



Wednesday, September 4, 2019

Mengapa Saya Dosen Ber-Kinerja Terbaik di Audit internal UM Metro? (ulasan instropeksi diri)


Alhamdulillahi robbil’alamin, Rasa syukur saya panjatkan atas semua nikmat yang diberikan Allah SWT yang tak perna kering dan lekang oleh waktu. Hari ini pada pembuka awal tahun baru islam 2 muharram 1441 hijriah, perasaan jantung berdegup kencang di tengah–tengan acara Evaluasi Akademik Semester Genap TA 2018/2019 dan Pembagian SK mengajar Semester ganjil TA 2018/2019 Universitas Muhammadiyah Metro, ketika ketua LPPM UM Metro menyebut nama saya: Rasuane Noor, S.Si, M.Sc. sebagai dosen dengan kinerja terbaik ke-1 bidang penelitian, saat itu juga dalam hati yang paling dalam alhamdulillahi robbil’alamin. Ketika itu juga saya dimintakan untuk berdiri untuk menyapa semua audensi di ruang Aula Gedung HI UM Metro, dengan perasaan gugup saya berdiri sambil menyebar senyum dan mengangkat tangan untuk menyapa semua hadirin sekalian. 


Detak jantung berdegup lebih kencang pada saat saya dinyatakan sebagai dosen kinerja terbaik ke-1 bidang catur dharma. Kala ini perasaan dalam dada semakin berkecambuk senang, bahagia dan puji syukur “hasil tidak mendustai proses”. Seketika itu juga terbayang wajah pujaan hati, istri tercintaku Heni Setianingsih, yang tahun lalu menyampaikan pada saat saya sebagai dosen kinerja terbaik ke-3 di bidang yang sama catur dharma “Abang mendapatkan dosen berkinerja terbaik ke-3, ini adalah awal untuk abang mendapatkan terbaik ke-1, terus semangat dan teruslah berkarya kerja lebih baik lagi” ya itulah salah penyemangat saya untuk terus memperbaiki diri menjadi sosok dosen yang sesungguhnya. Dimana pada saat ini, apa yang diinginkan sang tulang rusukku ini terwujud jadi nyata. Semoga kedepan ini adalah pemicu untuk menjadi pribadi yang lebih baik, handal, terpercaya dan pembawah berkah untuk semua. Aamiin.. 

Di balik penghargaan yang saya dapatkan sebagai dosen kinerja terbaik ke-1 hasil audit internal akademik bidang catur darma tahun akademik 2018/2019 di Universitas Muhammadiyah Metro, semua tidak terlepas dari usaha, motivasi dan doa. Sebelum saya bercerita tentang usaha, motivasi dan doa dalam ulasan instropeksi diri setelah mendapatkan penghargaan dosen kinerja terbaik di UM Metro, tidak ada salahnya saya bercerita sedikit apa itu audit internal dan catur dharma perguruan tinggi? 

Audit internal UM Metro adalah penilaian bagaimana kinerja dosen dalam empat bidang yaitu EP (evaluasi pendidikan), EPIN (evaluasi penelitian), EPAN (evaluasi Pengandian) dan AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan) di internal kampus Universitas Muhammadiyah Metro yang dilakukan oleh tim khusus yang ditunjuk oleh LPM (Lembaga Penjaminan Mutu) Universitas Muhammadiyah Metro. Selanjutnya catur dharma adalah dari kata catur artinya empat dan dharma artinya kewajiban/ fungsi. Dalam Undang-undang Perguruan Tinggi No. 22 tahun 1961 untuk pertama kalinya di Indonesia menerapkan tiga fungsi (Tri Dharma) Perguruan Tinggi. Ketiga fungsi (Tri Dharma) tersebut meliputi pendidikan tinggi sebagai tempat untuk mengajarkan pengajaran, pendidikan untuk mengadakan riset, dan pengabdian masyarakat. Selanjutnya di Universitas Muhammadiyah Metro menerapkan catur dharma perguruan tinggi meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian dan AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan). Hal-hal tersebutlah yang dinilai oleh tim audit dalam menentukan dosen kinerja terbaik di UM Metro. 

Perjalanan saya dalam menggapai dosen kinerja terbaik yang tersebut diatas adalah atas dasar usaha, motivasi dan doa. Pertama dalam segi usaha, bukti real yang saya lakukan dalam menghadapi penilai tim audit internal kampus adalah belajar, kebiasaan dan persiapkan. Apa saja yang saya pelajari dalam audit internal? 1) Saya berusaha memahami dan mengerti apa itu audit internal dan tujuannya? 2) Saya pelajari instrumen penilaian audit internal terdiri dari 4 aspek EP (evaluasi pendidikan), EPIN (evaluasi penelitian), EPAN (evaluasi Pengandian dan AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan). 2) dari ke 4 aspek tersebut saya telaah apa isi dari point-point dalam penilaian audit internal tersebut? 3) selanjutnya saya diskusikan dan tanyakan bagaimana untuk mendapatkan dan melengkapi berkas yang diinginkan dari point-point dalam penilaian audit internal tersebut? 

Kemudian setelah saya pelajari tentang dalam audit internal saya lanjutkan dengan hal kebiasaan. Dalam sedikit analogi, kapan seseorang dikatakan sebagai penyelam/diver? Apakah dia harus praktek langsung di dalam air kemudian melakukan penyelaman, atau ada bukti secara singkat? Ya tentu ada, apa itu? bukti kartu nama (ID card) peyelam /Diver yang diakui oleh badan penyelenggara sertifikat selam yang mupuni seperti CMAS dan PADI untuk dunia, dan POSSI untuk Indonesia. Dengan memperlihatkan bukti kartu nama (ID card) tersebut sudah membuktikan bahwa seorang adalah penyelam/diver, tidak semata harus mempraktekkan langsung menyelam di air. Nah begitu juga dalam melengkapi berkas yang diinginkan dari point-point penilaian audit internal. Bukti berkas yang valid, itulah yang akan menjadi patokan bahwa nilai audit kita akan baik atau nilai maksimal. Sehingga kita juga akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Hubungan dengan faktor kebiasaan yang saya utarakan diatas adalah dimana saya selaku seorang dosen pendokumentasi itu sangat penting sekali. Dimana kebiasaan saya dalam mendokumentasikan atau mengarsipkan berkas-berkas seorang dosen, hasil belajar dari senior saya sekaligus penutan dan orang tua di Prodi Pendidikan Biologi Ibu Dr. Hening Widowati, M.Si. Masih terpatri di kepalaku saran beliau pada saat saya awal menjadi dosen di UM Metro pada awal tahun 2012 “pak Raswan setiap surat, SK dan berkas-berkas perkuliahan diarsipkan karena suatu saat ketika dibutuhkan, tinggal diambil saja sehingga tidak kesulitan dalam mengadakannya” sejak saat itu saya terbiasa menyimpan semua surat-surat, SK, dan berkas-berkas lainnya yang saya fotocopy, saya pisahkan dalam file-file khusus/masing-masing selanjutnya saya simpan di lemari prodi dan fotocopy-nya saya simpan di rumah. Selanjutnya sampai saat ini sejak saya mendapatkan sertifikasi dosen (serdos), untuk kebutuhan laporan beban kerja dosen (BKD) serdos tersebut, berkas-berkas yang baru saya dapatkan, segera saya scan, fotocopy dan saya simpan. Alhamdulillah kebiasaan tersebut sangat berimbas positif pada saya melengkapi berkas-berkas serdos dan penilaian audit internal kampus. Pada intinya “membiasakan mendokumentasikan itu sangat penting untuk pembuktian” bukan sudah trend jaman sekarang ”Bagaimana citra itu muncul jika tanpa pembuktian”. 

Kemudian usaha saya dalam persiapan menghadapi penilaian audit internal kampus adalah 1) Saya meminta instrumen penilaian audit internal kampus dari kaprodi atau ke LPPM UM Metro. 2) Saya mengumpulkan dan melengkapi semua berkas yang diinginkan dari point-point dalam penilaian audit internal. 3) Saya menyusun semua berkas yang diinginkan dari point-point dalam penilaian audit internal dengan runut dan tersusun rapi, sehingga auditor tidak kesulitan dalam membuktikan point-point dalam intrumen audit internal tersebut. Makin jelas akan makin baik. 4) Serahkan berkas audit tersebut tepat waktu. 5) saya berusaha tidak menunda waktu dengan prinsip “jika bisa dikerjakan sekarang mengapa harus menunggu nanti, waktu yang berlalu tidak akan kembali. Kemudian lanjutkan “proritaskan yang lebih utama”. 

Motivasi dalam langkah saya untuk menggapai dosen terbaik yang tersebut diatas adalah adanya motivasi dari Ibunda dari anak saya Atraz Rahend Mahdiramadhan, beliau mengisi full kehampaan dan kekosongan hidup saya setelah sekian lama membujang. Beliau memberikan hal yang tak terhingga dari warna rasa nada aroma cita dan jiwa segenap hidup saya. Beliau telah menyempurnakan separuh agama saya seperti yang disunahkan Rasulullah Muhammad SAW. Setiap saya melangkah keluar pintu selalu untuk segera pulang, yang selalu terngiang lagu dengan lirik: 

“Berangkatlah sayang hati hati di jalan, Do'a kusertakan mohon kepada Tuhan
Semoga tiada arah melintang, Macam macam godaannya setan
Restu cintaku untukmu, Oh pujaan

Berangkatlah sayang hati hati di jalan, Aku Tidak minta oleh oleh
Emas permata dan juga uang, Tapi yang kuharap engkau pulang
Tetap membawa kesetiaan 

Dirimu bagaikan layang layang, Kulepas tali benang ku genggam
Semakin melayang kau di awan, Semakin aku takut kehilangan” 

Hehe.. bagaimana liriknya mantap kan? Semoga keluargaku semakin sakinah, mawadah dan warahmah. Aamiin ya robbalamin. 

Selain motivasi dari Istri dan keluarga besar saya, juga tidak luput juga dari motivasi dari orang terdekat saya baik dari teman-teman se-profesi juga dari teman-teman hoby di blog, backpacker dan fotografi. Banyak sekali masukan dan saran untuk saya agar menjadi pribadi yang lebih bermakna di muka bumi ini. Lalu tidak kalah kuatnya motivasi dari diri saya sendiri, saya berusaha untuk menjadi lebih baik, selalu terlekat erat dalam diri “orang lain bisa, mengapa saya tidak bisa, saya harus bisa”. Motivasi inilah selalu menguatkan saya agar selalu terus belajar dan berusaha menjadi orang-orang hebat seperti di berita-berita dunia. Namun kadang kalah penyakit akut yang obat tidak berwujud selalu saja menghantui bahkan kronis menjadikan saya seorang super santai dan mengabaikan kewajiban. Apa itu penyakitnya? Penyakit MALAS, inilah penyakit yang paling susah disembuhkan, bahkan karena penyakit ini, bisa berefek sangat fatal. Penyakit malas yang sering saya alami adalah menunda-nunda pekerjaan. Nah saya sampai detik ini terus berjuang untuk menghilangkan penyakit malas tersebut, semoga kedepan penyakit malas ini hilang total dalam kehidupan saya.. saya juga terus berdoa semoga Allah SWT selalu menjauhkan saya dari berbagi penyakit hati dan terus diberikan rezeki sehingga dapat memberikan terbaik untuk keluarga dan orang disekitarku... aamiin.. 

Demikian ulasan instropeksi diri saya dalam perjalanan saya dalam menggapai dosen terbaik atas dasar usaha, motivasi dan doa. Selanjutnya saya akan berlanjut cerita bagaimana melengkapi semua berkas yang diinginkan dari point-point dalam penilaian audit internal. Instrumen penilaian audit internal terdiri dari 4 aspek borang evaluasi diri (ED): EP (evaluasi pendidikan), EPIN (evaluasi penelitian), EPAN (evaluasi Pengandian) dan AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan). 

Dalam memenuhi aspek borang evaluasi diri (ED): EP (evaluasi pendidikan) semua point-point berusaha saya penuhi dari instrumen tersebut dari aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, pengendalian pelaksanaan dan penyempurnaan pelaksanaan. Aspek-aspek tersebut secara rinci dapat disimak pada instrumen EP (evaluasi pendidikan) yang harus diisi oleh dosen UM Metro setiap akhir semester. Instrumen EP (evaluasi pendidikan) untuk semester genap TA 2018/2019 saya melaporkan audit internal pada mata kuliah Mikrobiologi. Mata kuliah ini diambil oleh mahasiswa semester enam (6) Prodi pendidikan Biologi, yang mana saya bersama-sama pak Dr. Agus Sutanto, M.Si. mengampu mata kuliah ini. Dari awal sebelum perkuliahan, saya dan pak Agus sudah diskusi untuk membahas unsur mata kuliah meliputi: deskripsi, capaian pembelajaran (CP), kontrak perkuliahan, metode perkuliahan, rencana pembelajaran semester (RPS), silabus perkuliahan serta lainnya dalam mendukung berjalannya per kuliah selama 1 semester ke depan. Kami sebagai tim teaching sering melakukan diskusi berhubungan dengan perkuliahan baik itu secara tatap muka langsung maupun koordinasi melalui via smartphone demi terlaksananya perkuliahan yang bermutu. Selanjutnya pada perkuliahan perdana kami isi dengan masuk bersama. Materi hari pertama perkuliahan membahas kontrak perkuliahan dan pendahuluan, selanjutnya untuk pertemuan perkuliahan seterusnya, kami berbagi waktu dalam mengajar sehingga tidak ada benturan dalam mengajar dan aktivitas lain. Metode perkuliahan yang kami terapkan di kelas adalah diskusi dan presentasi, mahasiswa membuat kelompok tugas kemudian mereka mempresentasikan di depan kelas kemudian berdiskusi dengan yang lain. Metode ini cukup efektif untuk membiasakan mahasiswa fasih dan bagus ketika berbicara di depan kelas. Hal ini sejalan sebagai calon guru. Untuk memancing mahasiswa agar aktif diskusi, dosen setiap pertemuan melakukan pretest/posttest sehingga mau tidak mau mahasiswa harus meyimak materi yang dipresentasikan dan diskusikan pada hari itu. Selain kuliah aktif di kelas dengan total pertemuan 16 kali, dalam mata kuliah ini, mahasiswa berperan aktif dalam perkuliah interaktif melalui diskusi online di website dan group online facebook. Diskusi online dilakukan setiap minggu pada malam kamis lepas isya hingga pukul 11 malam, hal ini sejalan dengan penggunaan perangkat media/sarana dalam mendukung kegiatan perkuliahan media bervariasi dan mutakhir sesuai Revolusi Industri (RI) 4.0. Alhamdulillah selama perkuliahan MK Mikrobiologi dilengkapi buku ajar yang kami buat bersama-sama dan sudah terbit ber-ISBN yaitu buku dengan judul: 1. Mikrobiologi Lingkungan 2. ... Supaya membantu membantu mahasiswa lebih dalam lagi saya juga membagikan materi-materi perkuliahan dan soal-soal di website saya www.rasuanenoor.net

Dalam memenuhi aspek borang evaluasi diri (ED) EP (evaluasi pendidikan) semua point-point berusaha saya penuhi dari instrumen tersebut dari aspek pelaksanaan pada point rata-rata nilai kemampuan dosen (skala 1—5) menurut hasil evaluasi dosen oleh mahasiswa (EDOM) yang nilainya masih di skala 4 sedangkan dari 8 dosen Prodi Pendidikan Biologi S2, 6 dosen memiliki nilai skala 5. Atau kata lain saya memiliki nilai terendah nomor 2. Disini saya mencoba mereview ada apa dengan cara pelaksanaan pengajaran saya di Prodi Pendidikan Biologi? Mengapa mahasiswa saya, menilai evaluasi dosen oleh mahasiswa (EDOM) terendah di Prodi Pendidikan Biologi? 

1. Untuk MK Mikrobiologi, mahasiswa mengisi edom hanya 12 orang dari total mahasiswa 56 orang. 

2. Dari semua aspek point dalam indikator mahasiswa menilai paling banyak pada skala 4.

3. Nilai paling rendah terbanyak adalah pada lama kuliah sesuai dengan jam yang ditetapkan. 

Semoga kedepannya lebih baik lagi dan lebih objektif. 

Pemenuhan syarat untuk borang evaluasi diri (ED) EPIN (evaluasi penelitian), berawal dari perjalanan road map penelitian. saya sejak kuliah S2 di Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedik, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada sudah fokus ke minat Biologi sel Molekuler dan penelitian saya lakukan adalah mempelajari bahan alam. Publikasi pertama saya yaitu tentang pengaruh senyawa alam dari estrak getah pohon pinus yaitu senyawa alpa terpineol terhadap sel kanker leher rahim, judul artikel publikasinya adalah Cytotoxicity of a-terpineol in HeLa cell line and its effects to apoptosis and cell cycle dipublikasi di Journal of the medical sciences Vol. 46, Number 1, tahun 2014 kemudian selanjutnya saya mengembangkan penelitian masih bahan alam tetapi sebagai pewarna alami untuk mewarnai jaringan dan sel, sehingga saat pengamatan sel / jaringan lebih jelas dan aman. Hingga saat ini saya masih terus melanjutkan riset-riset saya tentang bahan alam baik itu sebagai obat maupun pewarna sel. Demi mendukung mata kuliah yang saya ampu, saya juga mengembangkan penelitian di bidang ekowisata, ekologi dan mikrobiologi. 

Pada tahun 2018/2019 saya bersama tim riset sudah melaksanakan penelitian di bidang biologi dengan 2 penelitian yaitu: 

1. Model Intervensi Komunitas Dalam Memodifikasi Perilaku Masyarakat Sadar Lingkungan Sebagai Upaya Mewujudkan Sapta Pesona Di Sekitar Tempat Wisata tahun k-2 hiba Penelitian Strategi nasional (PSN) tahun 2018. Penelitian ini saya bersama pak Dr.Achyani, M.Si. dan Dr. Satrio Budi Wibowo. 

2. Pengembangan Modul Praktikum Botani Melalui Inventarisasi Makroalga Kawasan Pesisir Barat Lampung Hiba Penelitian Dosen Pemula (PDP) Kemristekdikti tahun 2018. Penelitian ini saya bersama Ibu Triana Asih, M.Pd dan Ahmad Khairidho, M.Pd. 

Dari hasil 2 penelitian tersebut kami sudah melaksanakan seminar nasional, seminar internasional, publikasi ke jurnal ilmiah internasional dan jurnal nasional terindek sinta 2, dan jurnal nasional terindak sinta 4 serta membuat 2 buku ajar sudah ber-ISBN. 

Artikel jurnal yang kami publikasi di jurnal internasional dengan judul: 

1. Local Tourists Characteristics in Lampung Indonesia The International Journal of Social Sciences and Humanities Invention, vol. 6, Issue 02, February, 2019. 

2. Biodiversity and Potential Use of Macro Algae in Pesisir Barat Lampung jurnal Biosaintifika 11 (1) (2019) 100-107 

3. Pengembangan Modul Praktikum Botani Tumbuhan Rendah melalui Identifikasi Makro Alga di Kawasan Pesisir Barat Lampung Jurnal Didaktika Biologi. Volume 2 No 1, 2018. E. ISSN. 2579-7352, P. ISSN. 2549-5267 

2 Judul buku yang sudah terbit ber-ISBN: Model Intervensi Komunitas (Menciptakan Masyarakat yang Sadar Lingkungan Wisata) ISBN. 978-602-5825-55-5, buku ini juga sudah terdaftar di Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dan buku berjudul: Modul Praktikum Makro Alga Di Laut, ISBN. 978-602-5825-49-1 

Jumlah sitasi artikel yang saya miliki sudah lebih dari 30 sitasi, sedangkan selama tahun 2018/2019 terdapat 12 sitasi dengan artikel paling banyak disitasi adalah Cytotoxicity of a-terpineol in HeLa cell line and its effects to apoptosis and cell cycle dipublikasi di Journal of the medical sciences Vol. 46, Number 1,tahun 2014. 

Dalam memenuhi syarat untuk unsur borang evaluasi diri (ED) EPAN (evaluasi Pengandian) selama tahun ajaran 2018/2019 alhamdulillah kami dipercya untuk mengerjakan 2 hiba PKM (Pengabdian Kepada masyarakat) dan beberapa pengabdian yang bersifat mandiri. Hiba pengabdian pertama yaitu Hiba PPDM (Program Pengembangan Desa Mitra) tahun ke 2 yang didanai oleh Kemristekdikti tahun 2018. Judul pengabdiannya adalah Pemberdayaan dan Meningkatkan Nilai Tambah Komoditas Perkebunan Serta Peningkatan Ekonomi Petani Kopi Organik di Desa Srimenanti Kecamatan Air Hitam Kabupaten Lampung Barat. Tim dalam pengabdian ini bersama-sama: Dr. Achyani, M.Si, Agus Sutanto, M.Si., Dedy Subandowo, dan fenny Thresia, M.Pd. Selanjutnya pengabdian yang kedua adalah Hiba OPR didanai oleh UM Metro tahun 2018 dengan judul: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Pepaya California Di Desa Bangunrejo Tanggamus, tim pengabdian ini bersama-sama bapak Suharno zen, M.Sc. Pengamdian mandiri yang saya laksanakan bersama-sama mahasiswa PPLT dengan beberapa kegiatan dengan judul yaitu : Kueh Tar (Kuy Ke Rumah Pintar), Pelestarian Budaya Lokal Dalam Kehidupan Bermasyarakat Dengan Peringatan Hut Ri Ke-73, Dan Pemanfaatan Hidrogel Dari Popok Bekas Sebagai Wahana Tanaman Hias (Perampok Kelas Bawah Na’as). Kemitraan dalam program pengabdian yang dilaksanakan melibatkan 2 mitra dalam skala Nasional yaitu KWT, Gapoktan dan Aparat desa Srimenanti kecamatan Lampung Barat dan Bappeda Lampung Barat, Beberapa Sekolahan dan Kelurahan di Kota Metro. Dari hasil pengabdian tersebut berupa luaran pelaksanakan kegiatan pengabdian dosen meliputi : seminar International di Bandung, Publikasi di media massa Lampung Post dan Radar Lampung, website dan blog serta menerbitkan buku Cetak ber-ISBN dengan judul : pembuatan  Kompos dari kulit Kopi dengan stater LCN.  

Untuk melengkapi semua berkas AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan) saya sudah memiliki arsif atau bukti-bukti atas kemampuan dalam Kemampuan Membaca dan hafalan Al-Qur-an dari hasil upgrading AIK, Potensi peningkatan pemahaman islam dan amal solih dengan bukti aktif dalam kegiatan pengajian dan kegiatan keislaman lainnya, Melakukan integrasi nilai AIK kedalam Tridarma PT (pendidikan, penelitian dan pengabdian) dengan bukti silabus dan laporan yang sudah melakukan integrasi nilai AIK, Memiliki kartu keanggotaan muhammadiyah 5 sampai kurang dari 8 tahun, Pengalaman dalam mengikuti pengkaderan muhammadiyah Telah mengikuti training pengkaderan atau pernah aktif sebagai pengurus ortom di bawah persyarikatan muhammadiyah Sebagai anggota aktif persyarikatan di wilayah anggota di bidang Lingkungan Hidup. 

Demikian cerita saya dalam melengkapi instrumen penilaian audit internal terdiri dari 4 aspek EP (evaluasi pendidikan), EPIN (evaluasi penelitian), EPAN (evaluasi Pengandian) dan AIK (Al-islam dan Kemuhammadiyahan). Berikut ini saya lanjutkan pandangan saya atas penilaian teman-teman baik disampaikan secara langsung kepada saya atau hanya sekedar rumor yang berhembus dengan pertanyaan: 1) kok bisa pak Rasuane menjadi dosen dengan kinerja terbaik pertama di UM Metro?, seharus dosen A, B atau C lebih banyak bagus. 2) ya wajar saja terbaik, itu kan mengisi nilai di instrumen bisa dibesar-besarkan sehingga nilainya paling besar diantara dosen yang lain. 3) Untuk terbaik tersebut itu tergantung auditornya, jika mendapatkan auditornya tidak teliti yang akan mendapatkan nilai audit yang besar juga. Atas tiga pernyataan tersebut saya tidak begitu memusingkannya karena hal tersebut sudah diputuskan oleh penyelenggaranya dan sudah ditanda-tangani oleh rektor. Hal tersebut sudah legal dan resmi, tetapi saya coba untuk memberi tanggapan walaupun ini terkesan membela diri, tetapi pada dasarnya dalam hati paling dalam biarlah itu berlalu karena saya ingat dari motivasi dari, bang Adian Saputra (Dosen dan Pemred Jejamo.com) “janganlah terkukung oleh karyamu yang sudah dihasilkan, ikhlaskan dan bersabar, buatlah karya-karya yang baru lebih banyak, biarlah Allah membalas atas karyamu yang dizolimi” 

Saya tidak menampik adanya dugaan atau kritikan seharusnya dia yang terbaik, mengapa lebih ke saya? Tentu semua kembali ke akar permasalahan mendokumentasikan itu sangat penting untuk pembuktian” ”Bagaimana citra itu muncul jika tanpa pembuktian”. 

Bukankah dalam penilaian audit internal dari bukti berkas? Banyak bukti nyata bahwa beberapa dosen memiliki skala kualitas dan kuantitas penelitian /pengabdian lebih dari saya akan tetapi mengapa beliau tidak terbaik ke-1? Bahkan kepala LPM UM Metro Bapak Dr. Nyoto Suseno, M.Pd. sewaktu menyampaikan hasil evaluasi Akademik Semester Genap TA 2018/2019, menyampaikan seharusnya bapak Dr. Agus Sutanto, M.Pd yang mendapat dosen terbaik karena beliau dari latar belakang penelitian dan pengabdian sudah banyak sekali dan bahkan satu-satunya dosen yang memiliki sertifikat paten di UM Metro, tetapi hal tersebut dijawab juga oleh bapak Nyoto bahwa disini penilaiannya berdasarkan bukti dokumen pada saat penilaian oleh auditor. 

Tanggapan saya atas pernyataan ke 2) ya wajar saja terbaik, itu kan mengisi nilai di instrumen bisa dibesar-besarkan sehingga nilainya paling besar diantara dosen yang lain. Pendapat Saya atas pernyataan tersebut, jika menulis point nilai di instrumen dibesar-besarkan, berarti tidak jujur, ini sangat bertentangan sekali dengan prinsip hidup saya ”saya sangat benci ketidak-jujuran, sekali berbohong kepada saya maka selama saya tidak akan percaya” oleh sebab itu saya menuliskan point nilai di instrumen apa adanya, instrumen tersebut dinilai oleh auditor jika nilainya dibesarkan maka nilai auditor dan nilai ED (evaluasi diri) akan berbeda. Disana akan terlihat mana nilai yang dibesarkan atau tidak. Ya saran saya buat teman-teman yang menyatakan hal tersebut jika anda mampu membesarkan diri anda buktikan bahwa anda bisa, dont be look like hater. 

3) Untuk terbaik tersebut itu tergantung auditornya, jika mendapatkan auditornya tidak teliti, tidak pelit nilai, bisa didekati, dll maka yang diaudit tersebut akan mendapatkan nilai audit besar juga. Saya menanggapi pernyataan ini, ini kembali ke tim audit, bagaimana kinerja auditor sendiri apakah bekerja secara profesional atau hanya sekedar selesai melaksanakan tugas, ini berhak menjawab adalam tim audit dan LPM UM Metro sendiri. 

Waw.. panjang ya cerita saya kali ini, ini senaja saya tulis untuk bahan evaluasi dan perbaikan diri saya ke depan menjadi lebih baik lagi. Semoga ini juga hadiah untuk diri saya sendiri dalam merayakan kebahagian dan rasa syukurku atas penghargaan dan kepercayaan Universitas Muhammadiyah Metro. UM Metro solusi sukses masa depan.. mohon maaf jika cerita saya diatas kurang berkena, semoga saya dapat mengambil hikmahnya ..ALLAHUAKBAR..

Thursday, July 11, 2019

Serah Terima mahasiswa PLP 2 Terpadu 2019 FKIP UM Metro di Desa Purwosari Metro Utara

Acara serah terima mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Terpadu 2019 FKIP UM Metro yang dilaksanakan di balai desa kelurahan Purwosari kecamatan Metro Utara pada tanggal 11 Juli 2019 yang langsung dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Agil Lepiyanto, M.Pd., Rasuane Noor, M.Sc., dan Kuswono, M.Pd. selain itu juga dihadiri kepala kelurahan Purwosari bapak Sugiyana dan ketua karang taruna ksatria kelurahan Purwosari.

Susunan acara yang dimulai dengan Pembukaan bersama dengan lapal basmallah selanjutnya 
Pembacaan ayat suci Alqur'an oleh salah satu mahasiswa peserta PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) 2 Terpadu 2019 : Arif Munawir. Setelah itu selanjutnya menyanyikan bersama Lagu Indonesia Raya.

Kemudian acara diisi sambutan - sambutan yang mulai sambutan dari ketua karang taruna kelurahan Purwosari kecamatan Metro Utara.
Yang disampai saudara Zaki Yahya. 
Ketua taruna Azwar Anas tidak dapat hadir yang diwakilkan oleh Zaki. Beliau menyampaikan: "Ucapan terima kasih atas kepercayaan UM Metro untuk memilih kelurahan Purwosari sebagai tempai kegiatan PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) 2 Terpadu 2019 FKIP UM Metro yang diadakan di Masyarakat." 

Sambutan ke dua dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Agil Lepiyanto, M.Pd. : "mahasiswa sudah dibekali di kampus melalui pembekalan PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) 2 Terpadu 2019 FKIP UM Metro pada tanggal 5 Juli 2019, sehingga mahasiswa siap terjun untuk ke masyarakat dan siap diberdayakan di Purwosari
Terutama dalam kegiatan yang sudah dirintis oleh karang taruna dan masyarakat Purwosari yaitu pasar Papringan"

"Kegiatan PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) 2 Terpadu 2019 FKIP UM Metro di kelurahan Purwosari dari hari ini hingga tanggal 5 Agustus 2019, kepada mahasiswa harus sudah siap terjun lapangan dan jangan menjadi mahasiswa kampungan, dalam artian setiap kegiatan dikit-dikit pulang kampung, sehingga di kegiatannya banyak absen." 

"Kami selaku DPL memohon maaf jika sikap atau tindak tanduk mahasiswa yang kurang berkenan dan kedepannya mohon untuk ditegor atau dibina bagaimana menjadi lebih baik lagi" 

Selanjutnya sambutan dari kepala kelurahan bapak Sugiyana : 
Beliau menyampaikan "rintisahan pasar papringan di kelurahan Purwosari yang digaungkan karang taruna ksatria Purwosari, yang mana pada saat bulan ramadan lalu menjadi tempat pasar takjil di kelurahan Purwosari. Daerah yang di tumbuhi pohon bambu / bahasa jawanya pring tumbuh di sepanjang jalan sekitar 1,5 km dan ada jalan lain 2 km yang kiri kanan diapit pohon bambu/papringan"

"Adik adik karang taruna menggagas pasar papringan untuk dibuat sebuah pasar yang bahan dasarnya dari bambu / papringan misalnya kursi dan kerajinan yang lain"

Pak lurah juga sangat Berterima kasih sekali atas kehadiran mahasiswa dalam kerjasama untuk merencana mewujutkan pasar papringan di kelurahan Purwosari.
Selain itu juga pak Lurah menyampaikan bahwa di kelurahan Purwosari terdapat paguyupan yang kegiatannya setiap malam ronda. Sudah mendapatkan penghargaan dari Kepolisian Kota Metro untuk paguyuban tersebut. Terdapat perguyupan rt /tw setiap 2 bulan sekali mengadakan pertemuan. 

"Di kelurahan Purwoasri terdapat 4 pondok pesantren yaitu Almuhsin, darul quran, ma'arif dan .. mahasiswa dapat berkolaborasi dengan para santri yang ada di kelurahan Purwosari " lanjut dari sambutan pak Lurah Sugiyana.

Kemudian pak lurah menyampaikan "Di depan kelurahan terdapat pasar pagi, sehingga ada potensi untuk para pedagang ikut bergabung, setiap tahun sekali pada bulan puasa terdapat pasar takjil yang tidak kalah rame dengan yang diadakan di Lapangan Samber". "Masih banyak kegiatan-kegiatan di masyarakat Purwosari misalnya di masjid-masjid sehingga mahasiswa dapat bekerjasama dalam mengembangan ilmu di masyarakat". 

Kemudian setelah sambutan diadakan acara serah terima mahasiswa PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) 2 Terpadu 2019 FKIP UM Metro sebanyak 60 orang oleh DPL dan kepala kelurahan Purwosari kecamatan Metro Utara.

Selanjutnya foto bersama dan kunjungan ke lokasi tempat rintisan pasar papringan Purwosari Metro Utara.







Thursday, June 20, 2019

Membangun Komunitas Mengabdi untuk Negeri Bersama Ricky Elson


Siapa yang tidak kenal Ricky Elson? 
Nah berikut ini saya ingin berbagi pengalaman yang saya dapatkan setelah saya mengkuti kuliah tamu yang di isi oleh sang maestro Indonesia di bidang teknik mesin dalam kegiatan Kuliah umum dosen tamu pendidikan biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Metro, Dengan tema : "membangun komunitas mengabdi untuk Negeri." 

Uda Ricky sapaan akrab Ricky Elson, anak negeri yang begitu kuat memotivasi anak muda untuk terus berinovasi dalam Membangun dan mengabdi untuk Negeri tercinta, NKRI. Ricky Elson yang merupakan seorang ilmuan di bidang teknologi penggerak motor listrik dan merupakan seorang teknokrat Indonesia yang namanya melejit ketika di Negeri Indonesia bicara tentang mobil listrik. Ya beliaulah yang pemilik paten mobil listrik Selo tersebut. 

Uda Ricky seorang putra Negeri tercinta yang lahir di Padang, provinsi Sumatra Barat, pada 11 Juni 1980 adalah seorang pekerja keras yang yang bekerja dan lulusan dari universitas di Jepang. Kurang lebih selama 14 tahun Membangun komunitas dab mengabdi di negeri sakura Jepang,. Uda Ricky telah menemukan belasan teknologi motor penggerak listrik dan teknologi-teknologi tersebut telah dipatenkan oleh pemerintah Jepang. udah kembali ke Indonesia dan memulai terus menggalakan Membangun komunitas mengabdi untuk negeri kelahirannya. Hingga saat ini uda Ricky Elson menggagas sebuah pusat riset yang ia namakan Lentera Angin Nusantara, bertempat di Dusun Lembur Tengah, Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. 

Apa saja yang sudah dilakukan oleh sang teknokrat yang dijuluki PUTRA PETIR? Uda Ricky Elson sudah membuat barang barang yang tentunya ini bukti nyata beliau dalam Membangun komunitas mengabdi untuk Negeri adalah: 1.) Mobil listrik, mobil yang diciptakan uda Ricky Elson, mobil yang digerakkan dengan motor listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan energi lainnya. Mobil listrik memiliki beberapa kelebihan yang potensial jika dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran dalam biasa. Selain itu, mobil jenis ini juga mengurangi emisi gas rumah kaca karena tidak membutuhkan bahan bakar fosil sebagai penggerak utamanya. 2.) Pembangkit listrik tenaga angin, teknologi yang uda Ricky Elson ciptakan adalah suatu pembangkit listrik yang menggunakan angin sebagai sumber energi untuk menghasilkan energi listrik.Pembangkit ini dapat mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Sistem pembangkitan listrik menggunakan angin sebagai sumber energi merupakan sistem alternatif yang sangat berkembang pesat, mengingat angin merupakan salah satu energi yang tidak terbatas di alam. 

Selama berkarir dan mengabdi di Jepang banyak sudah prestasi yang diraih beliau, Prestasi Uda Ricky diantaranya adalah 1.) pencipta dan pengembang mobil listrik nasional. 2.) Ricky Elson selama di Jepang juga telah menemukan 14 teori tentang motor listrik yang sudah dipatenkan oleh pemerintah Jepang. 3.) Beliau juga adalah kepala Divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro cho388, japan. 4.) Di Ciheras, Tasikmalaya Ricky membuat pembangkit listrik tenaga angin 

Demikian cerita singkat perjalanan udah Ricky Elson hingga sampailah beliau di Universitas Muhammadiyah Metro dalam rangka Kuliah umum dosen tamu pendidikan biologi FKIP, Dengan tema : membangun komunitas mengabdi untuk Negeri. Kegiatan yang diadakan selama sehari pada tanggal 20 Juni 2019 yang dihadiri oleh 150 peserta dari mahasiswa dan dosen pendidikan biologi serta peserta di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro. 
 Ricky Elson : Membangun Komunitas Mengabdi untuk Negeri

Berikut ini saya kembali bercerita apa yang saya dapatkan dari uda Ricky Elson selama mengikuti kegiatan dosen tamu tersebut. Jujur pada saat beliau menyampaikan materi dalam acara tersebut beberapa kali saya meneteskan air mata karena terharu dan terkesima atas motivasi / semangat juang beliau dalam memicu kami untuk membangun komunitas mengabdi untuk Negeri. 

Diawali dengan cerita tentang manajemen sewaktu masa kecil. Semangat ingin memiliki sepeda hingga mencari ban bekas untuk berekspektasi sepeda-sepedahan dengan ban bekas digiring dengan bilah. Disana sudah memunculkan kreativitas anak kecil. Selanjutnya Dalam memanfaatkan bekas sendal jepit untuk ban mobil mobilan. Selanjutnya dalam bermain kelereng. Dari manajemen bermain kelereng bagaimana agar menang. Dari kalah hingga belajar terus agar menang dengan bermain kepada yang sudah pandai, selanjutnya bagaimana agar kelereng tidak disita oleh orang tua dan lainnya, yang semuanya sudah mengasah untuk berkreativitas. 
“Indonesia miskin apresiasi” 
“Anak-anak Indonesia ingin berkreasi tetapi tidak ada pendampingan” 
Ya benar ini saya juga merasakan saat saya masih kecil, banyak sekali larangan dan tidak boleh oleh orang tua sehingga masa kecil yang terkesan terkekang. 

Masa kecil main pesawat-pesawatan dari kertas, membuat kinciran angin dari kertas, begitu banyak kreativitas masa kecil. Disitu inovasi dan kreasi itu sudah ada dan fitrah.. 

Selanjutnya pengalaman uda Ricky Elson, ia di usia 27 tahun mampu membangun pesawat listrit, dan di 37 tahun pembangkit listrik tenaga angin. Apa kunci beliau hingga bisa menciptakan hal tersebut semua berawal dengan semangat: 
“Apa yang terpikir dalam benak lalu bagaimana mewujutkan impian tersebut”.  
“Dalam mengejar apa saja saya mengejar no 1.” 
Jangan berpikir kecil atau jauh dari kota besar, dulu beliau kuliah di kampus yang kecil politeknik universitas of jepang. Kampus tersebut bukan kampus terbesar dan terkemuka di Jepang, tetapi dengan semangat dan inovasi beliau mampu berbicara bahkan tingkat dunia. Begitu juga dengan mahasiswa yang kuliah di UM Metro yang berada di kota kecil, jangan berkecil hati, dengan inovasimu pasti bisa bersaing dengan universitas terkemuka di negeri ini. 

Selanjutnya beliau bercerita yang dulunya beliau masih plat yang mempunyai gengsi yang tidak berkeinginan untuk bekerja di Nidec corp. Karena dulu beliau masih memiliki prinsip “tidak menyukai perbedaan” dan berkat beliau belajar dan mendapatkan ilmu dari sang Prof. Kenjo Takashi yang memotivasi beliau dengan pernyataan 
“Prinsif kerja motor, Flemings right hand rule” 
“Menguasi tangan kanan engkau akan menguasi penerang dunia” 
Dilaksanakan dengan tujuan ATM (amati tiru dan modifikasi) 
Selanjutnya beliau bercerita pengalaman beliau dari teknik mesin mejadi engenering mesin listrik hingga menjadi engenering terbaik di perusahaan Nidec corp. Beliau bercerita kurun 14 tahun di negeri orang, dengan semua sistem dan serba maju. Hingga berkeinginan untuk pulang ke negeri tercinta Indonesia. 
“Hutang pada negeri, saya ingin membangun negeri” Melihat kenyataan negeri, yang jauh tertinggal dari negara maju. 
Pada 25 desember 2010, mulai keliling indonesia. Yang beliau lihat dan amati masih banyak saudara- saudaraku tinggal di pinggir sungai, tidak ada listrik, jalan jelek, sampah dimana-mana, dan lainnya yang begitu membuat rasa terhenyu. 

Hingga pengalaman beliau tiba di pulau Komodo, pulau yang begitu indah yang disanjung dunia sebagai keajaiban alam dunia, komodo dan alamnya dilindungi tetapi orangnya tidak. Bagaimana mana keadaaan masyarakat di pulau Komodonya? Tidak ada air bersih, tidak ada sanitasi dan masih banyak kekurangan. Begitu juga pengalaman beliau ketika di Atamhua, lanjut desa kalihi pulau sumba dan tempat-tempat lainnya. 

Puluhan juta anak muda Indonesia, banyak penganguguran dan lainnya, Padahal banyak yang harus dilakukan. Banyak anak-anak yang butuh didikan, daerah pinggiran, pedalaman dan tempat-tempat yang jauh dari akses, apa yang kita ajarkan misalnya saja cara membuat kertas menjadi pesawatan, ini sangat senang sekali anak-anak tersebut yang belajar. 

Bait lagu yang menjadi motivasi uda Ricky Elson “Bagimu negeri, jiwa raga kami” 
Hampir 100 tahun lalu kita sudah berjanji kemerdekaan, apakah kita sudah merdeka? 

Negeri saya lebih suka negeri unbox” 
Apa itu? negeri saya lebih suka dan bangga memakai hasil karya negara lain, misalnya bangga memakai HP mahal dari negara lain, bangga pakai mobil mewah buatan negara lain, tapi miskin sekali akan bangga hasil karya atau inovasi sendiri, berbeda dengan negara maju mereka bangga sudah menciptakan teknologi baru, bangga dengan karya termahir dan lainnya.. sangat miris sekali dengan negeriku.. hiks.. 
Apa yang harus kita lakukan? “Inovasi merupakan merubah peradalan” “Berpacu membenahi ketertinggalan” “Berpacu menuju kemajuan” “Tentukan peranan anda dimana?” “Membangun komunitas” “Leadership dan spirit of inovation” 

Banyak sekali semangat dan motivasi yang disampaikan oleh orang-orang sukses di dunia salah satu Nagamori Shigenobu pendiri Nidec Corp: 
“Segera kerjakan, pastikan kerjakan (dengan sebaikbaiknya), kerjakan hingga tuntas” 
Spirit Honda Souichiro pendiri honda. 
“Orang yang berhasil, Dia berpikir diakalah yang akan merubahnya.” 
“Jangan perna menyerah dan jangan perna putus asa sampai detik terakhir.” 

Misalnya mahasiswa selalu mengeluh akan belajar biologi, Pernakah anda berpikir susahnya menulis buku biologi itu? 

Banyak motivasi yang dapat diambil apa yang disampaikan oleh uda Ricky Elson 

“Learning itu sepanjang hayat sepanjang hidup.” “Manusia itu harus dalam keadaan susah. Sehingga akan terus berusaha” “Manusia itu apapun yang terbesik dibenaknya asal dia mau memperjuangkannya maka akan bisa.” 
“Dalam mengerjakan hal-hal yang baru akan ditemukan tantangan.” 
“Ketika kita jatuh dan terhalang, apa yang kita lakukan, kikis waktu makanmu dan kikis waktu makanmu, kerjakan berkali kali.” 
“Seandaiknya kita bersungguh-sungguh maka akan tercapai mimpiku.” 

Leadership / pemimpin 
“Pemimpin itu makan terakhir” 
“Pemimpin sebuah tanggung jawab untuk lebih banyak lagi.” 

“Pemimpin adalah 
“Kemitmen terhadap kemanusia” 
“Membawa kebaikan dan keberkahan” 
“Pemimpin kemampuan membangun visi” 
“Menyusun strategi” 
“Menyelesaikan masalah.” 
Banyak buku-buku strategi pemikiran 

Transformasi : 
Urgensi lahirnya sebuah gerakan untuk membangun kepercayaan 

Hari ini izinkan kami menangis atas kegagalan kami, tapi kami besok akan memulai lagi untuk menjadi lebih baik. 

Pertanyaan-pertanyaan pada acara kuliah umum dosen tamu pendidikan biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Metro, Dengan tema : membangun komunitas mengabdi untuk Negeri. 

Pertanyaan 1. Hafiz, Pertanyaannya: Pengalaman hidup di desa yang masih banyak masyarakat yang sedikit kuliah: aktivitas bertani, pemuda yang banyak aktivitas kurang positif mislanya mabok-mamokan dan kumpul nongrkong dll. Keinginan untuk merubah pola pikir dan membangun kampung tersebut? 

Jawaban dari uda Ricky Elson: Hal tersebut baru sudut pandang dari Hafiz, satu point yang perlu ditambahkan ISSUE ( identifikasi, spesifikasikan/ klasifikasi, seleksi memilih metoda yg tepat: mengulang masa lalu dan menarik masa, utilisasi : rencanakan dan kerjakan sebaik baiknya, evaluasi.) saran dari sudut pandang saya : Mulai merubah dirimu, berbaurlah dengan desamu. Kita jangan berpikir desa butuh kamu. Tapi berpikir kamu butuh desa. Untuk memperbaiki mereka bukan kita, tapi yang merubah mereka adalah mereka sendiri. Bermimpi merubah orang lain atau desa maka kita akan kecewa. Rubahlah dirimu. 

Pertanyaan 2. Agus Setiawan, Pertanyakan: rencana bapak yang kedepan untuk Indonesia? 
Jawaban dari uda Ricky Elson : akan saya jawab jika Agus menjawab pertanyaan saya. Bagaimana dengan agus? Rencana apa? 
Jawaban Agus : Menjadi orang yang berpengaruh di sana. Bermanfaat bagi masyarakat. saya juga bingung setelah mau ngapain? 
Jawaban dari uda Ricky Elson: Keyword apa yg ada di saya, selagi itu bermanfaat untuk sekeliling jalan itu yang salah pilih. 

Pertanyaan 3. Riski Pratama: Kemampuan di mesin. Tidak semua orang memiliki kemampuan mental. Bagaimana menumbuhkan kemampuan mental? 

Jawabanya: bagaimana dirimu dimata semua. Misalanya sebagai striker dalam sepak bola: bagaimana dimata teman tim dan bagaimana di lawan dana bagaimana cara menyentuh bola dll.. 

Pertanyaan 4. Lailatul Nikmah : Kiat belajar dan bekerjasama dengan orang Jepang yang katanya disiplinnya tinggi? 
Jawaban dari uda Ricky Elson : Jika bekerjasama dengan orang disiplin tinggi apakah dengan malas-malas dapat bekerjasama? Terbiasakan dengan disiplin maka akan terbiasa dengan orang disiplin. 

Pertanyaan 5. Sarni : Alasan setelah makmur di Jepang pulang ke Indonesia membangun komunitas. 
Jawaban dari uda Ricky Elson: tidak mau mecari zona nyaman, ingin keluar dari zona ketidaknyamanan. Saya tidak nyaman mendengar indonesia dilemah-lemahkan, saya tidak nyaman melihat masyarakat Indonesia tidak bermimpi.

foto selfie bersama Ricky Elson Membangun Komunitas Mengabdi untuk Negeri 
Eksis dulu diacara dosen tamu Ricky Elson


Monday, May 6, 2019

Hati-hati loh, Stunting Mengancam Keluarga Kita! yuk Kenali.

Heloo sobat pembaca sekalian. berikut ini saya mau berbagi tentang ilmu yang baru saya dapat pada hari ini, apa itu?, hari ini saya akan berbagai tentang “Stunting” yukkk disimak. 

“Stunting” sudah tau belum apa Stunting ? so yang pasti hal ini sangat penting sekali untuk kita semua ketahui, demi terciptanya keluarga yang sehat sejahtera?, ya yang berhubungan dengan kesehatan. 

Ada yang sudah tau apa itu Stunting? ingat ya bukan stunding apalagi standing..heheh.. Nah kalau belum tau berikut akan saya ulas, apa itu Stunting? demi kita semua... 

Dalam acara Flash Blogging yang diadakan di hotel Novotel hari selasa 12 September 2017, Dengan Tema Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Dalam Penurunan Prevalensi Stunting yang diadakan Direktorat Kemitraan Komunikasi. 

Acara yang dipandu moderator oleh ibu Yunita Syria dari dinas kominfotik provinsi Lampung dengan materi pertama disampaikan oleh dokter Marina dengan judul Peran pemerintah mengurangi Resiko Stunting pada Balita. 

Sebelumnya acara ini Sambutan pertama diwakili kepala bidang pengelolaan opini publik yang diwakilkan oleh sekertariatnya Ibu Antri Astuti Natalia, beliau menyampaikan Pentingnya kesehatan bagi masyarakat, kesadaran kemampuan hidup sehat serta resiko stunting khususnya balita. 

Selanjutnya acara resmi dibuka oleh Bapak Deden Suryahandika dari pusat Direktorat Kemitraan Komunikasi Republik Indonesia. Yuhuu, langsung ke materi yukk yang dipaparkan oleh dokter Marina : Apa itu stunting dan Penjabarannya? 

Apa itu stunting? 
Stunting  adalah suatu gangguan terhadap pertumbuhan yang secara singkat disebut gagal tumbuh. Stunting merupakan dari bahasa inggris yang artinya kerdil. 

Nah, ayooo siapa nih yang kerdil.. upss.. ingat Ucok Baba ya? eh ternyata abang Ucok Baba bukan menderita stunting ya, tetapi karena ada gangguan pertumbuhan tulang, Abang Ucuk Baba, tidak masuk kategori stunting karena beliau cerdas yang terbukti menjadi publik figur sebagai komedian. nah terus yang bagaimana ya stunting itu? Dan mengapa Stunting Mengancam Keluarga Kita? 

Stunting memiliki ciri utama adalah anak yang tingginya dibawah standar yang berkaitan dengan asupan gizi serta anaknya cenderung jadi anak yang bodoh. udah cukup bisa dipahami ya.? 

jadi jika ada anggota keluarga kita memiliki anak balita yang pertumbuhannya tidak normal seperti layaknya anak seumuran dia, terus ciri tubuh kurus dan pendek, tingginya tidak sesetandar anak seusia dia, kemudian ciri yang lain anaknya bisa dikategorikan bodoh, nah bisa jadi itu termasuk penderita stunting. ini harus dibasmi. “ups.kayak serangga saja harus dibasmi” so yang harus dihilangkan stuntingnya, yang pasti stunting berkaitan erat dengan gizi buruk. 

Nah kapan nih anak menderita stunting? 
Ternyata dari awal sejak hamil hingga umur 5 tahun, yang disebut ini 1000 hari pertama kehidupan (HPK) 270 selama kehamilan dan 730 setelah lahir. pada masa ini dimana masa yang harus dicukupkan gizi atau asupan nutrisi untuk sang anak, ya baik masa terbentuk zigot hingga umur 5 tahun. Apa itu zigot? zigot adalah embrio yang pertama kali terbentuk setelah bertemunya sel telur dan sel sperma. 

Nah contoh bayi yang mengalami stunting yaitu jika gangguan selama kehamilan yang berhubungan dengan gizi misalnya lahir tanpa batok kepala, tanpa tulang belakang dll. “ihhh serem yaa... yukk kita cegah sedini mungkin..” 

Apa sih penyebab stunting ternyata ini berhubungan dengan status gizi dan Kualitas SDM (Sumber Daya Masyarakat). Penyebab stunting : pertumbuhan komposisi massa otot - Imunitas berkurang. kurang gizi – stunting. 

Kemudian yang lebih parah lagi ternyata dari data perubahan pola hidup sangat berbanding lurus dengan penderita stunting. Dimana jaman melenia ini semua tersaji dengan serba praktis tetapi tidak sehat, misalnya malas gerak, makanan siap saji, stres berlebihan, paparan berbahaya, seharusnya bergerak latihan fisik dan makanan gizi seimbang. semua menjadi semakin membuat resiko stunting menjadi lebih parah... “waww.. gawat nih ya.. Indonesia bisa darurat stunting... 

"ayooo kita perbaiki pola hidup dan kualitas gizi kita..” 
Gimana caranya anti darurat stunting? ya tentu saja kita harus memperhatikan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh kita, jadi lebih baik memntingkan makanan bergizi dari pada nikmatnya merokok, nikmatnya junk food dan lainnya yang akan memperburuk kondisi gizi serta kesehatan kita.  

Dari pemaparan dokter belanjut dengan hasil beberapa data keadaan stunting di Indonesia lihat pada gambar. peningkatan mutu makanan bayi sangat penting untuk menyelamatkan balita dari kematian. 

Ini dia yang menjadi masalah Gizi ibu dan bayi: 
  • Riskesdas 2013 Ibu Hamil KEK (Kekurangan Energi Kronis) 10,2%, Ibu Hamil anemia 37,1 % 
  • Proporsi konsumsi Fe 90+haris elama hamil (Riskesdas 2010-2013) 18,0%-33,2% 
  • Formatif Research 2014: 35% mengaku makan lebih sedikit jumlahnya terutama pada trisemester 1 kehamilan dengan alasan mual. 
  • FR 2014: masih dijumpai pantangan makanan bagi ibu hamil yang merugikan dari segi gizi. 
  • 35% mengaku makan lebih sedikit jumlahnya terutama pada trisemester 1 kehamilan dnegan alasan mual. 
Masalah Bayi 
  • Hanya 36% balita 6-23 yang mengkonsumsi asupan makanan berkecukupan (minimum) (SDKL, 2012) 
  • 14% balita mengalami diare dua minggu sebelumnya (SDKL, 2012) 
  • 24% BAB di tempat terbuka (JMP,2013) 
  • 14% tidak memiliki akses ke sumber air bersih (JMP,2013) 
  • 12% berada di bawah garis kemiskinan (SUSENAS, 2012). 
Selanjutnya diakhir pemaparan dokter marina ternyata pemantauan pertumbuhan dengan mengacu pada Gizi sangat penting untuk menghindari keluarga kita kena stunting. 
Dokter Marina dalam menjelaskan tentang stunting

Setelah pemaparan berikut ini catatan hasil tanya jawab yang sempat saya dengar. Berikut jawaban dari dokter Marina. 

Pertanyaan sesi 1. 
Pertanyaan pertama dari Heni Puspita : Bagaimana cara yang baik dalam memberikan asuhan pada anak. PNBA. jawaban: Pemberian makanan sesuai dengan tahapan umurnya, sesuai kondisikan dengan anaknya, jangan memberi makan yang keras jika belum punya gigi, apapun metodenya sesuai dengan kodisi anak tersebut. 

Pertanyaan ke dua dari Aldian Saputra : Pola hidup dengan junk food yang sudah dari muda hingga dia dewasa dan hamil, bagaimana dengan intervensi yang lama : jawabanya: Bagaimana ibu-ibu berhasil mendidik anaknya jika tidak dapat dukungan dari suaminya. Menyiapkan status gizi pada masa setelah menikah karena terkadang tidak tau kapan zigot itu terbentuk. Segera rubah pola hidup dari sekarang. 

Pertanyaan ke Lilih: Meja 5 tidak jalan siapa yang kontrol? Jawaban Ya kita semua. Bu bidan diharapkan hadir memberikan penyuluhan, 

Kurang gizi tapi makannya banyak, yang harus dilakukan seorang ibu. anak gemuk tapi gizi buruk : jawaban yang penting isinya bukan banyaknya. 

Pertanyaan sesi ke 2 
1) Sasha dari tapis blogger : Sulitnya memberikan asi ekslusif bagi ibu bekerja. Tindakan pemerintah terhadap penerapan pp untuk lempak khusus perah asi. Jawabannya : berhubungan dengan kemenkes karena ada MoU dengan perusahaan2. 

2) Dwi dari Bandar Lampung : Anak standar tingginya dibawa rata-rata, bagaimana cara untuk memberikan /menyampaikan kepada orang tua anak. Jawabanya: pastikan tingginya sesuai dengan kurva,pertumbuhan normal. 

Pendek karena genetik dan stunting? berat badan/ kurus kemudian tinggi badannya terganggu. ada faktor kognetif, sering menderita infeksi, berat badan dalam jangka lama tidak melihat normal. 
Para Peserta dalam acara pengendalian Stunting

Nah berikut ini tantangan buat kita semua demi menghindari stunting di keluarga kita. 
  • Pemahaman dan Komitmen yang sama tentang penyelesaian faktor penyebab tidak langsung dan akar maslaah gizi. 
  • Pengintegrasian kegiatan-kegiatan antar lembaga dan antar tingkat pemerintah di lapangan dalam rangka pelaksanaan Gernas Percepatan Perbaikan Gizi. 
  • Perubahan struktur Demografi, baik yang berkaitan dengan urbanisasi dan semakin meningkatnya proporsi penduduk lansia 
  • Perubahan gaya hidup yang meliputi: kebiasaan makan diluar rumah dan konsumsi pangan olahan meningkat, makan tidak seimbang, tinggi minyak/lemak, gula, karbohidtar, rendah sayur, pangan hewani. Ancaman keamanan pangan karena banyak industri makanan rumah tangga. 
Mari kita sama-sama brantas Stunting demi generasi muda kita lebih unggul 

Tuesday, April 16, 2019

Tumbangnya Sang Bujang Petualang : Bebas Malaria Prestasi Bangsa

 Apa itu malaria? Sepertinya mustahil ya jika masyarakat belum tau tentang malaria, apalagi masyarakat yang suka traveling dan petualang. Petualang harus benar-benar tau tentang malaria. Bisa jadi sudah tau, malaria yaitu hanya suatu penyakit, akan tetapi masyarakat belum begitu tau secara detail apa akibat dan penyebab penyakit malaria itu. 

Jadi Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit protozoa obligat intraseluler dari genus Plasmodium. Penularan penyakit malaria dilakukan oleh nyamuk betina dari genus Anopheles. Nah berikut ini saya sebagai petualang yang suka jalan-jalan akan bercerita tentang perjuangku untuk Bebas Malaria sebagai prestasi Bangsa. Hehe.. "muluk banget ya sampai bawa bangsa segala.. yukk disimak"


Yup, berhubungan dengan malaria saya akan bercerita tentang pengalaman antara hidup dan mati saya akibat menderita penyakit malaria apalagi saya yang notabene adalah lahir dan besar di gunung layaknya bolang : bocah petualang yang menjelma bulang : bujang petualang yang hoby menjelajah daerah baru yang belum perna saya kunjungi. 

Sang Petualang sebelum tumbang karena Malaria

Cerita tumbangnya sang petualang berikut sejalan dengan hoby saya dalam ngetrip ngebolang atau istilah kerennya travelling tetapi saya lebih cocoknya backpackeran. Teman-teman saya sering memanggil saya dengan panggilan Bulang = Bujang petualang, mengapa demikian karena saya secara umur sudah kepala 3 tetapi masih saja suka jalan - jalan dan masih single. Hehe itu dulu... sekarang udah jadi LMI = Lelaki manut istri.. ckckk makin parah ya.. nah petualang harus tepar karena Malaria. Kasihan... 


Awal ceritanya yaitu tepat pertengahan bulan Agustus 2017 saya dilarikan ke rumah sakit karena sudah mengalami sakit kepala hebat dan demam panas tinggi. Sebelumnya selama 3 hari saya hanya beristirahat di kamar dengan kondisi badan panas dingin berfluktuasi dan sakit kepala luar biasa. Saat itu saya yang latar belakang kuliah di kesehatan, sudah berasumsi bahwa saya tumbang nih, saya tumbang karena 3 ciri penyakit yang banyak diderita orang yaitu typus, Demam Berdarah atau malaria. Jika saya kecapean demamnya tidak akan turun naik seperti ini. "Oh ternyata Tuhan sang petualang harus tumbang". 


Dari demam dan gejalanya itu, pada hari ke tiga saya tidak tahan lagi menderita sakit tersebut. Sehingga saya dibawa ke rumah sakit, saat itu saya langsung dibawa oleh keluarga ke UGD (Unit Gawat Darurat) akan tetapi setelah di UGD saya malah dianjurkan untuk berobat ke Klinik Dokter Praktek di Rumah Sakit tersebut. Oleh dokter saya langsung diperiksa dan di cek Laboratorium. Dari hasil cek laboratorium, saya dinyatakan positif terkena malaria dengan terinfeksi plasmodium vivax, positif salmonela typosa dan kondisi trombosit yang rendah yaitu sekitar 90 ribu permikroliter. "Keadaan saya saat itu sangat berbading terbalik dari seorang Bulang yang suka mendaki gunung lewati lembah ke samudera berpetualang. Saya kalah menyerah dan tumbang tak berdaya".

Dengan kondisi tersebut saya langsung direkomendasikan untuk rawat inap. Malaria dan types yang saya derita harus diobati. Selama 4 hari saya dirawat di rumah sakit, kondisi tubuh terus membaik dan sayapun dianjurkan pulang setelah trombosit naik diatas 120 ribu.

Selama dirumah sakit saya dijenguk oleh teman dan sanak saudara handai tolan mereka banyak sekali yang menyampaikan ejekan dan seruan kaget sebagai penyemangat karena saya yang sangat jarang sakit: "lu bisa sakit juga wan" "raja trip kalah dengan malaria haha cemen" "petualang ternyata bisa tepar" "petualanganmu sudah berakhir,;sobat!" "bulang : bujang petualang sudah KO" "komandan trip sudah tumbang" "ini betanda ayo nikah aja" "masak disuntik nyamuk saja sudah tumbang" dan lainnya banyak sekali gurauan dari teman-teman saat menjenguk saya sakit tersebut. 
Saat teman kerja menjenguk saya sakit malaria, petualang sudah hampir pulih
Selepas dirawat di rumah sakit, kondisi badan sudah membaik, cek laboratorium di sampel darah untuk kuman typus dan malaria sudah tidak ditemukan lagi. saya kembali beraktivitas seperti biasa sebagai tenaga pengajar, saya kembali ke rumah kost yang berjarak 50 km dari rumah keluarga besar. Walau kondisi belum begitu fit tetapi saya sudah bisa bekerja dengan baik. Saya merasa bahwa penyakit malaria dan typusnya sudah sembuh sehingga saya dapat berpetualang lagi, menikmati keindahan alam yang belum saya jamah. Sayapun akan melaksanakan rencana petualangan yang belum terlaksana akan tetapi keluarga masih melarang untuk saya beraktivitas berlebihan karena kawatir penyakit typus dan malaria dapat kambuh kembali.

Setelah sebulan dari sakit malaria tersebut, keinginan untuk ngtrip kembali bergelora hingga saya bersama teman dari Jawa yang saat itu sedang berkunjung ke Lampung untuk mengantarkan mereka jalan-jalan tempat wisata di sekitar Bandar Lampung hingga trip petualang kami dengan motoran ke Taman Nasional Way Kambas.
Saat petualang tumbang pertama karena malaria menemui Gajah di Way Kambas 
Nah setelah pulang dari petualangan ke Way Kambas, tubuh mulai merasakan ada gejolak berontak yang tidak nyaman yang mana badan terasa lelah sekali, pusing dan malamnya mulai demam. Saat itu sudah terbesit "wah typus dan malaria kambuh, duh obat obat malaria sudah habis ngga ada stok tapi obat typus masih ada stock" Akhirnya saya konsumsi obat anti typus, multivitamin dan banyak istirahat untuk mengembalikan tubuh kelelah tersebut. Dalam hitungan 3 hari tubuh saya mulai memperlihatkan pulih kembali. "Demamku ini karena typus bukan karena malaria. Jadi sakitku ngga jadi kambuh syukurlah" itu dalam benak saya saat itu.

Selanjutnya seminggu setelah dari itu saya kembali untuk berolahraga yaitu bermain badminton yang saya geluti sejak dari kuliah dulu. Sehari setelah bermain badminton tersebut tubuh saya ternyata kembali bergejolak lebih parah dari yang seminggu sebelumnya, "petualang akan tumbang lagi nih" itu gumamku. Lalu saya coba untuk beristirahat dan mengkonsumsi obat typus dan multivitamin kembali akan tetapi tidak ada menandakan perubahan. Saya mulai resah dan kawatir "waduh kayaknya typus atau malaria ini benar-benar kambuh".

Setelah 2 hari sakit saya tidak ada perubahan bahkan makin memburuk, akhirnya asumsi makin kuat ini adalah penyakit malaria yang kambuh kembali, akhirnya saya memutuskan untuk mencari obat malaria di apotek. Karena pada saat saya di rawat di rumah sakit saya diberi obat malaria jenis primaquin. Sehingga saya akan mencari obat tersebut di apotik karena kondisi lemas saya tidak kuat membawa motor sendiri, sang petualang sudah mulaI tumbang lagi. Akhirnya saya meminta teman samping kost untuk mencarikan obat malaria. Tapi apa daya dia tidak mendapatkan obat tersebut, dia sudah mencoba ke beberapa apotik untuk mecari obat malaria tetapi hasilnya nihil, akhirnya saya dibonceng teman tersebut untuk mencari obat malaria di apotek lain. Dari sekitar 12 apotik kami temui mereka semua menjawab obat malaria : kosong.
Akhirnya saya kembali ke kost untuk istirahat saja. Saya sempat berpikir dulu obat malaria dijual bebas seperti pil kina, pil segitiga, reboquin, kloroquin dan sebagainya, kok sekelas kota ini tidak ada apotik satupun yang menjualnya lagi, apa sudah tidak ada lagi orang yang kena sakit malaria atau apa karena kota ini kota yang jauh dari pantai dan gunung sehingga tidak ada yang menderita malaria di kota ini? Selanjutnya Saya hanya mengkonsumsi obat typus, multivitamin dan berusaha tidur. Sang petualang berusaha untuk kuat.

Malam itu saya hanya berusaha untuk tidur dengan menahan sakit kepala dan demam. Dalam hati apakah malaria ini kambuh lagi, karena sebelumnya saya yakin kalau terkena malaria tidak akan kambuh lagi. Dalam kondisi yang tak menentu malam itu saya lewati yang akhirnya pagipun tiba.

Pagi itu tubuh masih lemes dan demamnya sudah turun, Saya merasa sudah agak membaik walau sebenarnya MALARIA ini sangat menyiksaku. Pagi itu saya meminta kembali kepada teman samping kost untuk membantu membelikan nasi uduk untuk sarapan pagi, setelah dibelikan nasi uduk tetapi malah mulut terasa pahit sekali dan sulit untuk menelan. Akan tetapi sedikit demi sedikit saya paksa untuk isi perut. Sambil menyakinkan diri "Petualang harus kuat dan mampu bertahan demi kehidupan". Selanjutnya karena kondisi yang semakin tidak menentu saya hanya untuk tidur saja.

Sekitar pukul 9-an, ternyata teman kerja datang ke kost, karena dia mencari saya di kantor tidak ada. Saat itu dia sangat kaget melihat kondisi saya "wah bapak badannya panas sekali, bapak malarianya kambuh lagi ya?, bapak harus ke rumah sakit nih" keadaan yang demikian sehingga dia berusaha untuk mencari pinjaman mobil dan membawa saya ke rumah sakit.

Di rumah sakit saya langsung dibawa ke UGD, oleh dokter jaga, saya disarankan untuk dirawat inap tetapi saya meminta kepada dokter untuk cek laboratorium terlebih dahulu sehingga tau apa yang menyebabkan saya sakitnya terasa lebih parah ini apakah karena typus atau malaria. Akan tetapi dokter menyampaikan kalau di rumah sakit ini cek lab dilakukan setelah pasien dirawat inap dan sampel darahnya dikirim ke lab rekanan karena di rumah sakit ini belum ada lab lengkap seperti itu. Akhirnya saya meminta kepada teman yang menghantarkan saya ke rumah sakit yang merawat saya bulan lalu atau sekaligus mengantar saya ke rumah. Sayapun tidak jadi dirawat di rumah sakit yang baru didatangi ini.

Kami kembali ke mobil, Setelah di mobil kondisi tubuh saya semakin parah, lemas, sakit kepala, bernapasku makin berat, saya untuk mengangkat kepala terasa berat. Saya sudah tidak bisa berpikir jernih penyakit apa yang menyerang saya ini apakah malaria atau penyakit lain. Akhirnya teman tersebut siap meluncur ke rumah sakit di kota besar untuk mengantar saya yang semakin tak menentu. Akan tetapi setelah dia telponan dengan pemilik mobil ternyata tidak diizinkan untuk mobilnya dibawa jauh, akhirnya dia berusaha mencari pinjaman mobil. Hingga akhirnya teman tersebut tau kalau ada teman lain yang rumahnya juga satu kota dengan saya yang selalu membawa mobil PP untuk kerja.

Atas kesepakatan mereka, Sayapun dibawah oleh teman lain tersebut untuk dibawah ke rumah sakit tempat saya dirawat bulan lalu. Selama di perjalanan kurang lebih satu jam, saya tidak tau rasanya sakit kepala, lemas, panas dingin dan yang paling sulit beberapa kali sesak napas. Saat itu saya berpikir mungkin nyawa akan segera dicabut ini. Saya menahan sakit, memejamkan mata hanya bisa bertasbih dan bertakbir. Petualang sudah benar-benar tumbang entah ini karena malaria atau karena penyakit yang baru.

Akhirnya sayapun sampai di rumah sakit dan sudah terbaring di UGD, setelah beberapa saat di UGD sambil menunggu hasil laboratorium, tidak tau suntikan apa yang diberikan paramedis di UGD tersebut seakan-akan tenaga saya yang sudah hilang, kembali bergairah. Keluarga sayapun sudah mendampingi saya, hingga akhirnya saya disarankan untuk rawat jalan saja dan saya hanya beberapa jam saja di UGD tersebut, sayapun pulang kerumah bersama keluarga. Dokter menyampaikan bahwa hasil lab negatif typus dan untuk malaria tidak ditemukan kumannya namun memang sulit jika tidak pada kondisi demam puncak untuk menemukan kuman malaria tersebut. Saya hanya diberikan obatnya untuk rawat jalan.

Setelah di rumah ternyata kondisi tubuh tidak menunjukan pemulihan signifikan saya semakin sulit untuk tidur dan jantung berdebar hebat bahkan sampai sulit untuk bernapas. Hingga kurang lebih 24 jam di rumah saya kembali dilarikan ke rumah sakit. Kali ini saya sudah merasakan benar-benar lemas dan seakan-akan napas sudah diujung dan sulit sekali untuk bernapas. Saya hanya pasrah dan berpikir nyawaku akan segera melayang. Saya pun seakan akan antara sadar dan tidar sadar karena sulit untuk bernapas. Pokoknya petualang sudah roboh tumbang.

Saat itu sayapun mulai merasakan mendapatkan energi setelah mendapatkan suntikan di pantat dari tenaga medis, Obat yang disuntikan tersebut memberikan efek yang seolah-olah energi itu berjalan satu titik menyebar ke seluruh tubuh dan saya dapat bernapas dengan lega. Keluarga menyampaikan dari kata Dokter, bahwa obat yang disuntikan itu sangat pekat dan rasanya sangat sakit, akan tetapi saya tidak merasakan sakit akibat suntikan obat tersebut, mungkin hal tersebut karena sudah sangking lemasnya mengakibatkan tidak ada rasa sakit lagi. Ternyata obat yang disuntikan tersebut adalah obat malaria dosis tinggi.

Hari ke hari kondisi saya berangsur semakin membaik. Obat malaria dosis tinggi tersebut disuntikan setiap 8 jam sekali dan semakin pulih saya semakin merasakan alangkat sakitnya ketika obat tersebut masuk di otot pantat. Obat tersebut diberikan seminggu nonstop. Sayapun dirawat hampir seminggu dan alhamdulillah badan kembali pulih, jumlah trombositpun sudah kembali mendekati normal, yang awal masuk rumah sakit dibawah 60 ribu per mikroliter tiap hari berangsung naik hingga diatas 120 ribu permikroliter. Setelah diskusi dengan dokter, sakit yang saya alami adalah dari malaria yang saya idap pada bulan lalu yang penyembuhannya belum tuntas. Sedangkan untuk typesnya sudah bersih sejak awal ceknya juga sudah negatif tetapi gejalanya itu karena malarianya, untuk deteksi malaria jika pada saat tidak puncaknya sulit ditemukan karena kumannya di darah tapi gejalanya dapat dilihat.

Alhamdulillah petualang kembali pulih dan sejak itu saya diwanti wanti oleh keluarga untuk berhenti membulang dan segera pikirkan waktu untuk menikah. Ini adalah sentilan untuk saya agar segera menjalankan sunah rasul. Hanya karena kuman malaria yang disuntikan nyamuk seorang yang petualang yang menjelajah puncak gunung tertinggi dan menyelami lautan harus tumbang. Sayapun bermusahabah dan meminta petunjuk kepada Allah, alhamdulillah berselang dua bulan dari sakit saya itu, kami melangsungkan lamaran untuk pernikahan saya.

Pada saat selepas sakit malaria tersebut, saya banyak mengulas bagaimana saya dapat sakit tersebut yang menurut saya penyakit ini amat dahsyat menggerogoti tubuh dalam hitungan hari karena seumur hidup saya tidak perna merasakan sakit yang demikian.

Telusuk dan telusik ternyata 1 bulan sebelum sakit malaria, saya ada kegiatan camping 1 malam di pulau Permata di sekitar pesisir teluk Lampung bersama teman-teman petualangan ke gunung Semeru dulu. Setelah itu, 2 minggu sebelum sakit saya kembali camping lagi selama 1 malam di pantai Ketapang bersama teman teman petualang dan pecinta Alam Lampung (T3ampal).

Setelah dari camping saya full kegiatan satu minggu di Lampung Barat dalam acara Festival Skalabrak. Kegiatan tersebut cukup melelahkan dan badan sudah terasa nyilu-nyilu. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, semalam sebelum pulang ke rumah saya merasakan demam dan sakit kepala dan saat perjalanan pulangpun badan sudah makin tidak enak, hingga demam sampai 3 hari di rumah setelah pulang dari kegiatan tersebut.

Telusur punya telusur ternyata pesisir Teluk Lampung merupakan daerah yang tergolong endemik malaria. Terutama di daerah Pesisir Kabupaten Pesawaran, Bandar Lampung dan Lampung Selatan. Bahkan 80% penderita malaria di Lampung berasal dari Kabupaten Pesawaran. Jadi saya terjangkit malaria tersebut kemungkinan besar dari hasil camping saya di wilayah pesisir Pantai Kabupaten Pesawaran. 
gambar siklus hidup plasmodium penyebab malaria 
Selanjutnya Malaria, masa inkubasinya sejak awal digigit nyamuk hingga sakit terjadi beberapa hari yaitu sekitar 2-3 minggu, ini akan makin parah jika kondisi tubuh dalam tidak fit. keadaan ini sangat sejalan dengan sakit malaria yang saya alami.

Dari pengalaman saya tersebut sangat disarankan jika akan berwisata ke tempat-tempat baru sebaiknya mengkonsumsi obat anti malaria. Selanjutnya setelah 3-4 minggu dari berwisata tersebut minum kembali obat anti malaria serta selalu menjaga kondisi tubuh tetap fit.

Seorang yang badan yang besar, kuat dan kekar dapat tumbang karena malaria, apalagi seorang yang biasa saja, jadi harus selalu waspada. Karena bukan saja membuat tumbangnya sang petualang bahkan penyakit malaria mengancam nyawa jika terlambat ditangani. Alhamdulillah saya mampu untuk bangkit dan sehat setelah terkena malaria selama 3 bulan. Lepas dari jeratan penyakit malaria, Bagi saya ini adalah prestasi yang luar biasa. Dalam menggalakan Bebas Malaria Prestasi Bangsa. Semoga kedepannya tidak terkena lagi. Aamiin..

Sehingga sekarang saya dapat fokus untuk bekerja dan keluarga. akan tetapi efek dari sakit itu, selepas sakit malaria yang saya derita itu, sampai sekarang saya sudah tidak mengadakan trip atau berpetualang lagi untuk menjelajah  daerah baru. Ajakan dan tawaran teman-teman petualang lainnya selalu saya tolak karena seakan-seakan jiwa petualangnya mulai surut bahkan sudah mendekati kering. "Maafkan saya, teman-teman petualang" apakah sang petualang ini sudah benar-benar tumbang atau akan bangkit lagi.. hanya waktu yang akan berkata.. (jadi baper).
Dibalik cerita tumbangnya sang petualang, tepat hari senin tanggal 15 april 2018 diadakan acara temu blogger yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di hotel Novotel Bandar Lampung yang temanya "Bebas Malaria Prestasi Bangsa"  dari pertemuan sehari tersebut banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dan terpentingnya yaitu semangat saya untuk terus berkontribusi untuk bersama-sama menghilangkan malaria di bumi pertiwi.  Hingga sayapun menuangkan cerita kelam yang saya alami akibat malaria pada artikel ini.  
Acara temu blogger kesehatan diadakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di hotel Novotel Bandar Lampung
sumber foto: panitia temu blogger kesehatan
Mulai dari sekarang mari kita bersama sama mengeliminasi malaria demi keberlanjutan masa depan bangsa. Dimulai dari diri kita untuk waspada dan mengenali malaria lalu mencegah dan selanjutnya kita sosialisasikan untuk bersama-sama bebas dari malaria. Jika malaria dieleminasi adalah kebanggaan kita sebagai bangsa yang besar. 
Demikianlah ceritaku tentang Tumbangnya Sang Bujang Petualang: Bebas Malaria Prestasi Bangsa, mari kita eleminasi malaria dan membuat bangsa Indonesia zero malaria. 
Semoga bermanfaat. Salam bahagia selalu!!..

Tambahan bagi teman-teman ingin membaca detail tentang malaria dapat mengunjungi artikelMengapa malaria sangat berbahaya?